All Posts - OPSINTB.com | News References

01/10/26

NTB juara Kriyanusa 2026, Sinta M Iqbal: Langkah baru menembus pasar global

 
NTB juara Kriyanusa 2026, Sinta M Iqbal: Langkah baru menembus pasar global

OPSINTB.com - Provinsi NTB kembali menorehkan prestasi dalam ajang Kriyanusa 2026. Kali ini NTB berhasil meraih penghargaan sebagai Stand Terfavorit dan Juara I Kriya Berbahan Kayu, khususnya melalui produk kerajinan cukli.


Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi para pengrajin NTB untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas, serta menghasilkan produk kerajinan yang inovatif dan memiliki daya saing lebih luas.


Ketua Dekranasda NTB, Sinta M Iqbal, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih NTB dalam ajang tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi momentum untuk mendorong kemajuan sektor kerajinan sekaligus memotivasi para pengrajin agar terus menghasilkan karya berkualitas.


“Prestasi yang diraih oleh NTB di event Kriyanusa 2026 merupakan sebuah pencapaian dan motivasi untuk pengrajin di NTB untuk terus berkarya dan menghasilkan produk-produk inovatif. Ini adalah momentum untuk membawa kemajuan bagi pengrajin-pengrajin di NTB, dan saya percaya ini merupakan langkah baru untuk menembus pasar global,” ujar Sinta.


Ia menegaskan, capaian tersebut bukan hanya hasil kerja Pemerintah Provinsi NTB, tetapi juga buah dari kolaborasi bersama seluruh kabupaten/kota. Keterlibatan 10 kabupaten/kota dalam Kriyanusa menjadi bagian penting dalam memperkuat potensi sekaligus menunjukkan keberagaman produk kerajinan NTB.


“Jadi apa yang sudah kita lakukan ini semuanya sebenarnya tidak provinsi saja, tetapi ini dilakukan bersama-sama dengan seluruhnya, dengan 10 kabupaten/kota. Jadi intinya seperti yang selalu digaungkan, berkolaborasi, bekerja bersama itu adalah kunci dari semuanya,” ungkapnya.


Sinta juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengrajin se-NTB yang telah berpartisipasi dan membawa karya unggulan daerah dalam ajang tersebut. Menurutnya, capaian di Kriyanusa menunjukkan bahwa produk kerajinan NTB semakin dikenal dan memiliki peluang untuk berkembang di pasar yang lebih luas.


“Selamat buat seluruh teman-teman pengrajin se-Provinsi NTB. Hasil karya kita sudah mulai dikenal. Ayo kita sama-sama lagi memperbaiki kualitas kerajinan kita supaya ke depannya kerajinan kita semakin bisa diterima lagi,” katanya.


Sementara itu, Bidang Kemitraan Dekranasda NTB, Wira Adiputra, menyampaikan bahwa prestasi yang diraih NTB menjadi pencapaian penting sekaligus motivasi bagi para pengrajin untuk terus berinovasi.


“Prestasi yang diraih oleh NTB di event Kriyanusa 2026 merupakan sebuah pencapaian dan motivasi bagi pengrajin di NTB untuk terus berkarya dan menghasilkan produk-produk inovatif. Ini adalah momentum untuk membawa kemajuan bagi pengrajin-pengrajin di NTB, dan saya percaya ini merupakan langkah baru untuk menembus pasar global,” ujar Wira.


Ke depan, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, Dekranasda, dan para pengrajin diharapkan semakin kuat dalam mendorong peningkatan kualitas, inovasi, serta perluasan pasar produk kerajinan NTB.


Sinta berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak produk kerajinan NTB yang mampu bersaing dan dikenal di tingkat nasional maupun global.


“Terima kasih juga untuk seluruh kabupaten/kota yang sudah hadir, yang sudah berpartisipasi di acara Kriyanusa ini. Insyaallah tahun depan kita akan membuat kolaborasi kita menjadi lebih kuat lagi. Ingat, kolaborasi adalah kunci,” pungkas Sinta. (red)

Siapkan generasi Indonesia Emas, Kakanwil Kemenag NTB gembleng karakter siswa MAN 2 Mataram

 
Siapkan Generasi Indonesia Emas, Kakanwil Kemenag NTB Gembleng Karakter Siswa MAN 2 Mataram

OPSINTB.com - Penguatan karakter dan wawasan kebangsaan menjadi perhatian serius Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.


Kepala Kanwil Kemenag NTB, H Zamroni Aziz menegaskan,pendidikan di madrasah tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik semata.


Zamroni yang baru mengikuti pembelajaran di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Jakarta menegaskan nilai-nilai kebangsaan, karakter, empati, demokrasi, serta ketaatan terhadap hukum harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari siswa.


"Kalian inilah penerus kami. Keberhasilan pendidikan itu bukan cuma dihitung dari nilai ujian atau prestasi akademik saja, tapi dari karakter, rasa empati, dan sejauh mana kalian taat pada aturan," ujar Zamroni saat memberikan pembinaan kepada ribuan siswa dan guru MAN 2 Mataram, Rabu (30/9/2026).


Menurutnya, madrasah harus mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang adil, aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Tidak boleh ada perlakuan berbeda terhadap peserta didik hanya karena latar belakang sosial maupun ekonomi.


Karena itu, guru diminta menjadi teladan sekaligus membuka ruang dialog yang demokratis di lingkungan kelas. Zamroni juga mengingatkan pentingnya mencegah praktik perundungan atau bullying yang dapat mengganggu perkembangan karakter siswa.


"Kesamaan derajat itu harus kita praktikkan di lingkungan madrasah. Jangan ada bullying. Guru harus memberikan contoh bagaimana menghargai setiap siswa dan perbedaan yang ada," tegasnya.


Selain lingkungan sekolah, perhatian Zamroni juga menyasar perilaku siswa di ruang digital. 


Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan pemahaman hukum dan etika bermedia sosial.


Ia meminta para siswa lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Jangan sampai kecerobohan di media sosial justru membawa siswa berhadapan dengan persoalan hukum.


"Ketaatan hukum itu melingkupi etika kita berselancar di dunia maya. Anak madrasah harus cerdas saring informasi, jangan sampai ikut menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian yang memecah belah persatuan," katanya.


Suasana pembinaan berlangsung semakin cair ketika Zamroni memberikan kuis spontan kepada para siswa. Sejumlah siswa ditantang tampil ke depan untuk menghafalkan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Bagi siswa yang mampu menjawab tantangan tersebut, Zamroni memberikan hadiah uang tunai ratusan ribu rupiah. Namun, ia menegaskan bahwa kemampuan menghafal bukanlah tujuan akhir dari pendidikan karakter.


"Hafal itu cuma pintu masuk. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai itu hidup dalam perilaku kalian sehari-hari," katanya.

Ia mencontohkan, penerapan nilai-nilai 


kebangsaan dapat dimulai dari hal sederhana. Mulai dari aktif berorganisasi di OSIS, menghargai perbedaan pendapat, menaati tata tertib sekolah hingga tertib berlalu lintas di jalan raya.


Zamroni berharap MAN 2 Mataram sebagai salah satu madrasah unggulan di NTB mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.


"Karakter itu yang akan menjadi bekal kalian ke depan. Kalian bukan hanya dipersiapkan untuk menjadi orang pintar, tetapi juga menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan, menghormati hukum dan membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya. (red)

30/09/26

Maju di Pilkades Labuhan Pandan, Supiandi usung visi kolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat

Maju di Pilkades Labuhan Pandan, Supiandi usung visi kolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat
OPSINTB.com - Calon Kepala Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Supiandi, menegaskan komitmennya untuk membangun desa melalui kolaborasi lintas sektor.


Pria berusia 36 tahun ini mengaku terdorong maju dalam Pilkades karena melihat masih adanya ketimpangan sosial yang dirasakan masyarakat.


"Yang melatarbelakangi saya maju menjadi kepala desa adalah ketimpangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat Labuhan Pandan. Maka dari itu, saya ingin berbuat untuk masyarakat, apalagi background saya adalah politisi. Sehingga tercetus keinginan saya untuk menjadi kepala desa di Labuhan Pandan," ujarnya.  


Supiandi menuturkan, dirinya selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Menurutnya, keterlibatan itu menjadi titik awal yang menguatkan niatnya untuk berkontribusi lebih besar melalui pemerintahan desa.


Supiandi menilai, Desa Labuhan Pandan memiliki potensi besar di sektor pariwisata, kelautan, pertanian, dan UMKM yang belum tergarap secara maksimal. Karena itu, ia berencana mengembangkan sektor-sektor tersebut melalui kolaborasi semua pihak.


"Berbekal relasi yang saya miliki, maka akan kami maksimalkan itu untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.


Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi produk desa. Menurutnya, sumber daya yang ada harus memiliki industri turunan, seperti pisang yang bisa diolah menjadi produk turunan melalui BUMDes. Selama ini, hasil bumi desa dijual ke luar daerah dengan harga sangat murah.


"Jadi dana desa itu harus kita jadikan sebagai lokomotif utama dalam menggerakkan ekonomi masyarakat," tegasnya.


Di bidang kesehatan, Supiandi mengaku bersama timnya sering membantu masyarakat Labuhan Pandan, terutama mereka yang membutuhkan proses operasi. Bantuan tersebut diberikan agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah.


Sementara di sektor laut, baik untuk nelayan maupun pariwisata, ia menyoroti masih kurangnya fasilitas. Bahkan, masih ada nelayan yang menggunakan dayung karena tidak memiliki mesin.


"Tentu dengan fakta itu, kesejahteraan nelayan kami akan kurang," ujarnya.


Supiandi menyadari, dengan adanya efisiensi anggaran dana desa, pembangunan infrastruktur tidak bisa sepenuhnya mengandalkan dana desa. Karena itu, ia berencana mengoptimalkan jaringan yang dimilikinya di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat untuk menarik dana pembangunan ke Labuhan Pandan.


"Kami akan tarik dana itu ke Labuhan Pandan untuk membangun desa tercinta kami," paparnya.


Di akhir pernyataannya, Supiandi berharap masyarakat Labuhan Pandan dapat bersama-sama berikhtiar mewujudkan perubahan.


"Saya berharap kepada masyarakat Labuhan Pandan untuk bersama-sama berikhtiar," pungkasnya. (kin)

29/09/26

Masyarakat Lombok Timur waspada virus influenza

 

OPSINTB.com - Influenza atau virus merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan dan disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini dapat menular dari satu orang ke orang lain.


Dokter RSUD Soejhono Selong Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB) Ario Rifki menjelaskan, influenza dapat menular melalui partikel pernapasan yang keluar ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, Selasa (29/9/2026).


Risiko penularan dapat meningkat ketika seseorang berada di ruangan tertutup dan melakukan kontak dengan penderita.


“Gejala influenza dapat berbeda pada setiap orang. Pada kondisi ringan, penderita dapat mengalami bersin-bersin, batuk, atau meriang. Sementara pada kondisi yang lebih berat, gejala dapat berupa demam tinggi, batuk hingga menyebabkan sesak,” jelasnya.


masih Dokter Ario, kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Tenaga kesehatan juga memiliki risiko paparan lebih tinggi karena sering melakukan kontak dengan pasien yang sakit.


Influenza adalah virus yang di akibatkan oleh faktor alam (musiman) pada manusia terutama disebabkan oleh virus influenza tipe A dan tipe B. Dokter Ario Rifki mengatakan, “kedua tipe tersebut dapat menimbulkan gejala yang serupa,”tambahnya.


Untuk mencegah penularan, dokter ario menyarankan masyarakat dianjurkan menjaga pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, menggunakan masker ketika sedang sakit, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin agar tidak menularkan virus kepada orang lain.


Dokter Ario mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan menjaga kebersihan diri. Masyarakat yang mengalami sakit juga diminta segera mendapatkan pengobatan agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.


"Mencegahnya bisa dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta pola hidup yang sehat, memakai masker agar terhindar dari penyebaran virus,"tutupnya. (zaa)

Dorong penataan ruang berkelanjutan, Kantor Pertanahan dan Pemkab Lombok Tengah perkuat sinergi lintas sektor

 
Dorong penataan ruang berkelanjutan, Kantor Pertanahan dan Pemkab Lombok Tengah perkuat sinergi lintas sektor

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui Forum Penataan Ruang (FPR) kembali memperkuat komitmen dalam mengawal tata ruang daerah yang tertib dan berwawasan lingkungan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Rapat Penyelenggaraan Pemanfaatan Ruang yang digelar di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Tengah pada Rabu (2/9/2026).


Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Tengah, Afwan Anantya Prianggoro S.Si., M.Sc., M.URP., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan pertimbangan serta rekomendasi profesional dalam pengelolaan tata ruang daerah secara berkelanjutan.


"Langkah strategis ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 2022," jelasnya usai menghadiri rapat bersama jajaran tim teknis.


Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk memastikan setiap pemanfaatan ruang berjalan sesuai dengan koridor hukum dan rencana tata ruang wilayah yang berwawasan lingkungan.


Afwan juga berharap sinergi dan kolaborasi lintas sektor dapat mewujudkan penyelenggaraan penataan ruang yang tertib, berkelanjutan, dan mampu mendukung kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah. (red)

28/09/26

Langsung jagoan! Yakub Kuswara kantongi nomor urut 1 Pilkades Desa Pengadang

 

Langsung jagoan! Yakub Kuswara kantongi nomor urut 1 Pilkades Desa Pengadang

OPSINTB.com - Dari Undian ke Harapan. Calon Kepala Desa (Cakades) Muh Yakub Kuswara, resmi mendapatkan nomor urut 1 dalam proses pengundian nomor urut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah. Acara pengundian digelar secara terbuka oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa setempat di Balai Desa Pengadang, dihadiri para calon, saksi, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta aparat terkait.


Proses pengundian berjalan tertib dan transparan. Setiap calon secara bergiliran mengambil nomor urut dari kotak yang telah disiapkan. Saat nomor 1 terungkap di tangan Muh Yakub Kuswara, suasana ruangan sempat diwarnai tepuk tangan dan dukungan dari para pendukung yang hadir.


Muh Yakub Kuswara, mengaku bersyukur atas nomor urut yang didapatkannya. “Alhamdulillah, saya mendapatkan nomor urut 1. Bagi saya, nomor ini menjadi motivasi tambahan untuk bekerja lebih keras dalam menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat. Saya berkomitmen untuk menghadirkan kepemimpinan yang amanah, transparan, dan berpihak pada kepentingan warga Desa Pengadang, Nomor Satu, Semangat Baru,” ujarnya usai pengundian.

Ia menambahkan bahwa nomor urut hanyalah identitas di surat suara. Yang lebih penting adalah kepercayaan masyarakat dan program konkret yang akan ditawarkan selama masa kampanye.


Ketua Tim Pemenangan MYK, Suryadi dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa tahapan pengundian nomor urut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh calon yang telah ditetapkan resmi mendapatkan nomor urut masing-masing dan siap memasuki masa kampanye. Terkhusus untuk Calon Kades Pengadang pilihan kami. Alhamdulillah nomor satu. Ikhtiar harus dipacu, Jadikan Desa Pengadang Maju dan bersatu. 


Dengan diperolehnya nomor urut, para calon kini memasuki tahapan kampanye. Masyarakat Desa Pengadang diharapkan menggunakan hak pilihnya secara cerdas, jujur, dan damai demi terciptanya pemilihan yang demokratis serta menghasilkan pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan bersama. (red)

ITDC dan Pemkab Loteng gelar simulasi pengamanan jelang MotoGP

 

ITDC dan Pemkab Loteng gelar simulasi pengamanan jelang MotoGP

OPSINTB.com - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mematangkan persiapan jelang perhelatan seri ke-17 MotoGP Mandalika 2026. MotoGP Mandalika 2026 akan digelar pada 9-11 Oktober.


Persiapan ditunjukkan melalui gelar latihan pengamanan personel gabungan TNI, ITDC, bersama stakeholder terkait dalam simulasi pengamanan dan kontigensi operasi Mandalika Rinjani yang diselenggarakan di area Sirkuit Mandalika, Senin (28/9/2026).


''Simulasi yang digelar jajaran kepolisian, TNI, ITDC, dan stakeholder ini menjadi bagian penting dari persiapan pengamanan selama pelaksanaan MotoGP Indonesia 2026,'' ujar Kadis Kominfo Loteng, H Lalu Herdan.


Dalam simulasi ini, Herdan menerangkan, personel menjalani sejumlah skenario untuk menguji kesiapsiagaan dan respons terhadap berbagai kondisi yang mungkin terjadi.


''Mencakup pengamanan kawasan sirkuit, akses penonton dan VVIP, pengaturan lalu lintas, hingga penanganan situasi kontigensi,'' terangnya.


Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan komunikasi antar instansi agar setiap unsur memahami tugas dan perannya selama event berlangsung.


Pemkab sendiri, kata dia, mendukung penuh persiapan ini, termasuk melalui koordinasi lintas sektor dan penyampaian informasi publik.


''Dengan persiapan yang matang, MotoGP Indonesia 2026 kami harap berjalan tertib, aman, lancar, dan memuaskan,'' ujarnya. (wan)

27/09/26

Muna Pa’a Dompu hadir dengan inovasi pewarna alam

 
Muna Pa’a Dompu hadir dengan inovasi pewarna alam

OPSINTB.com - Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan produk kerajinan lokal berbasis potensi daerah. Setelah melalui proses pembinaan dan kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Dekranasda Kabupaten Dompu, para perajin, serta dunia pendidikan, tenun Muna Pa’a dengan pewarnaan alam kini berhasil diwujudkan dan siap diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.


Produk tenun Muna Pa’a dengan pewarnaan alam tersebut diperkenalkan dalam ajang Kriya Nusa yang dihadiri lebih dari 400 peserta Dekranasda se-Indonesia, yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (26/9).


Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Sinta M. Iqbal atau Bunda Sinta, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Dompu menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif mampu melahirkan produk kerajinan yang memiliki nilai tambah sekaligus mengangkat potensi lokal.


“Karena hari ini Dompu sudah menepati janjinya. Setelah dua kali dari Dekranasda Provinsi bekerja sama dengan teman-teman Dekranasda Kabupaten Dompu melakukan pembinaan untuk bisa mengeluarkan Muna Pa’a dan pewarnaan alamnya, sesuai janji, Kriya Nusa akan menjadi momentum pertama untuk launching,” ujar Bunda Sinta.


Ia mengatakan, selama satu tahun terakhir Dekranasda Provinsi NTB memberikan perhatian terhadap pengembangan Muna Pa’a Dompu, khususnya melalui inovasi penggunaan pewarna alam. Hasil pembinaan tersebut kini menjadi momentum penting bagi para perajin untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk.


“Terima kasih teman-teman di Dompu, keren banget. Ini yang sudah diharapkan. Jadi setahun ini full kita banyak fokus di Muna Pa’a-nya Dompu dan ini adalah momen gongnya,” ungkapnya.


Bunda Sinta menegaskan, keberhasilan Dompu juga dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lainnya di NTB untuk terus mengembangkan produk kerajinan unggulan daerah masing-masing.


“Buat teman-teman kabupaten/kota lainnya bisa dilihat, tidak ada yang tidak mungkin. Dulu Dompu tidak punya Muna Pa’a dengan sistem pewarnaan alam. Sekarang sudah punya, sudah siap dipasarkan dan kita bawa lebih nasional lagi,” katanya.


Pengembangan Muna Pa’a tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Proses pelatihan dan pengembangan dilakukan melalui Dekranasda serta SMK Kreatif We Save Dompu. Para siswa turut terlibat dalam proses pengolahan benang menggunakan pewarna alam, sementara proses penenunan dilakukan oleh para perajin di Kabupaten Dompu.


“Ini sistem kolaborasi yang sudah dilakukan oleh teman-teman di Kabupaten Dompu. Pelatihan dilakukan di Dekranasda dan juga di SMK Wicaksana Dompu. Sekarang penenunannya dilakukan oleh para perajin. Benang yang diwarnai dengan pewarnaan alam dikerjakan oleh adik-adik SMK,” jelas Bunda Sinta.


Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, perajin, dan lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan regenerasi perajin sekaligus meningkatkan kualitas produk kerajinan daerah.


Bunda Sinta juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pengembangan tersebut. Ia berharap Muna Pa’a dengan pewarnaan alam dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi produk kerajinan khas Dompu, tetapi juga mampu menembus pasar nasional.


“Jadilah hasilnya seperti ini. Super happy. Terima kasih teman-teman di Dompu. Ini keren dan sesuai dengan apa yang sudah kita harapkan,” pungkasnya.


Keberhasilan pengembangan tenun Muna Pa’a berbasis pewarnaan alam tersebut menjadi salah satu contoh bahwa potensi kerajinan daerah dapat dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Produk tersebut diharapkan semakin memperkuat identitas kerajinan NTB sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi para perajin dan generasi muda. (red)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama