OPSINTB.com – ‘’Jadi guru jujur berbakti memang makan hati.’’ Guru, seperti digambarkan Iwan Fals dalam lirik lagu ‘’Umar Bakri’’, mengayomi, meneladani pekerja keras, tapi gaji sedikit. Itulah yang melatarbelakangi puluhan guru PPPK paruh waktu di Lombok Tengah melakukan aksi demonstrasi di depan kantor bupati setempat, Rabu (29/4/2026).
Seperti tak mau kalah dengan Nakes PPPK paruh waktu, yang tuntutannya kurang lebih sama yaitu kenaikan gaji dan diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
‘’Sesuai yang tertera dalam Kemenpan RB Nomor 16 Tahun 2025, gaji sesuai upah minimum yang berlaku di suatu daerah,’’ ujar Sinasah, guru SDN 1 Jontlak, Kecamatan Praya Tengah.
Tak kunjung ditemui bupati, para guru membakar kardus dan tisu sambil berorasi, kemudian berdoa. Beberapa orang guru terlihat meneteskan air mata saat lagu Himne Guru diputar.
Mereka juga mengutarakan, selain digaji Rp 200 ribu perbulan, ternyata dari nilai tersebut juga terdapat potongan-potongan tertentu. ‘’Sehingga, untuk transportasi ke sekolah saja tak mencukupi,’’ kata mereka.
Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri, saat dikonfirmasi usai menemui para guru menyatakan, tuntutan kenaikan gaji dan permintaan pengangkatan menjadi penuh waktu adalah harapan semua pihak agar para guru sejahtera.
‘’Tetapi, tidak serta-merta bisa dipenuhi. Harus ada usaha kita ke kementerian dan harus menunggu APBD perubahan lalu dibahas TAPD serta diparipurnakan di DPR,’’ ujar Bupati.
Kata Bupati, status mereka menjadi penuh waktu masih terbuka lebar, tapi akan didiskusikan terlebih dahulu dengan kementerian. ‘’Ya, akan berproses. Sama dengan honorer yang lain juga. Tapi, sabar dulu, mereka kan baru kemarin dapat SK,’’ ucapnya.
Pathul menyebut, besaran gaji yang diterima seharusnya tidak dipermasalahkan. Sebab, sebagian besar guru paruh waktu juga sudah bersertifikasi. Dia merinci, dari 1.500 orang guru paruh waktu, 1.069 orang di antaranya sudah tersertifikasi.
‘’Artinya kan ada tunjangan lainnya, pendapatan lainnya yang mereka dapatkan,’’ jelas Bupati.
Bupati mengatakan, gaji Rp 200 perbulan ini hanya bersifat sementara. Jumlah bisa bertambah jika keuangan daerah telah stabil. Akhirnya, setelah mendapatkan jawaban dari Bupati, para guru membubarkan diri dengan tertib. (wan)






follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami