Wamen Fahri Hamzah khawatir warga Sade bangun rumah adat secara mandiri - OPSINTB.com | News References

02/09/26

Wamen Fahri Hamzah khawatir warga Sade bangun rumah adat secara mandiri

Wamen Fahri Hamzah khawatir warga Sade bangun rumah adat secara mandiri

 
Wamen Fahri Hamzah khawatir warga Sade bangun rumah adat secara mandiri

OPSINTB.com - Rencana warga Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) yang akan mulai membangun rumah adat mulai besok pagi mendapat perhatian khusus Wakil Menteri Perumahan Fahri Hamzah.


Menurut dia, pembangunan bisa menjadi masalah karena infrastruktur belum ditangani. Dalam artian, Fahri melanjutkan, fasilitas dasar atau prasarana publik seperti jalan, saluran air, dan jaringan listrik belum diperbaiki pemerintah.


Sebab, ia tak mau Desa Sade dibangun hanya untuk sesaat. ''Kita mau ini (Sade, red) selamanya. Makanya kami akan kerjasama dengan Pemda untuk mengatasi persoalan jangka pendek,'' kata Wamen Fahri di sela kunjungannya ke Sade, Rabu siang (2/9/2026).


Oleh sebab itu, pihaknya akan menunggu tim dari Universitas Mataram (Unram) mempresentasikan hasil desainnya, yang kemudian nanti akan dibahas dengan lintas kementerian.


Kendati demikian, ia mempersilakan warga membangun artshop masing-masing agar kebutuhan dasar dan perekonomian kembali hidup.


''Yang merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar, yang punya dagangan dan sebagainya tetap harus berdagang. Kita juga tidak bisa melarang,'' ujarnya.


Di balik itu, Fahri tetap khawatir jika warga kekeh membangun rumah adat secara mandiri. Sebab, kata dia, bentuk asli bisa hilang, keamanan, keindahan, dan kebersihan tidak tercapai jika infrastruktur dasar belum diselesaikan.


''Sehingga nanti desa ini nanti hanya menjadi desa biasa. Kita tetap maunya desa ini bahkan lebih baik dari yang lalu, sehingga kunjungan wisata akan jauh lebih banyak dan tertarik datang ke sini,'' papar Fahri.


Sementara itu, Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri mengatakan, penanaman tiang sebagai penanda dimulainya pembangunan rumah adat besok sesuai hari baik menurut kepercayaan warga Sade.


''Ini mengambil hari barokah, yang sudah dihitung oleh leluhur dan orang tua yang ilmunya sampai di trah (masyarakat Sade saat ini, red) ini,'' jelas Pathul.


Kata Pathul, rumah adat Sade sendiri belum akan dibangun secara menyeluruh. Pihaknya masih menunggu desain, yang dalam waktu dekat akan selesai kemudian didiskusikan secara menyeluruh.


Adapun dalam catatan terbaru yang dikeluarkan Pemda Loteng, kebakaran Desa Adat Sade mengakibatkan 8 Lumbung Alang, 69 artshop, 1 bale beleq, 1 gerbang adat, 1 lumbung gamelan, 75 rumah, 1 masjid, 4 berugak sekenem, dan 6 berugak sekepat hangus terbakar.


''Jumlah KK 75, dengan jumlah penduduk lebih kurang 300 jiwa,'' tutup Bupati. (iwn)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama