SMKN 1 Sikur jadi pilot project kelas internasional Bahasa Jepang, teken MoU dengan Ark Jinzai Solusi - OPSINTB.com | News References

13/07/26

SMKN 1 Sikur jadi pilot project kelas internasional Bahasa Jepang, teken MoU dengan Ark Jinzai Solusi

SMKN 1 Sikur jadi pilot project kelas internasional Bahasa Jepang, teken MoU dengan Ark Jinzai Solusi

 
SMKN 1 Sikur jadi pilot project kelas internasional Bahasa Jepang, teken MoU dengan Ark Jinzai Solusi

OPSINTB.com - Visi SMKN 1 Sikur berwawasan global semakin nyata. Setelah sukses membuka kelas internasional ke Malaysia, kini sekolah ini menghadirkan kelas bahasa Jepang melalui kerjasama dengan LPK PT Ark Jinzai Solusi. SMKN 1 Sikur menjadi sekolah pertama dan satu-satunya yang melaksanakan program ini.


Kepala Sekolah SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad menyatakan, kerjasama ini merupakan langkah konkret mewujudkan visi sekolah berwawasan global. Menurutnya, SMK didirikan untuk mempersiapkan siswa bekerja dan berwirausaha.


“Angka statistik pengangguran juga selalu dilihat dari berapa banyak yang langsung bekerja setelah lulus,” ujar Hasbi Ahmad saat ditemui opsintb.com di sela kesibukannya, Senin (13/7/2026).


SMKN 1 Sikur telah melaksanakan magang internasional dan terus go global. Oleh karena itu, pihak sekolah mengambil langkah preventif dengan menjalin kerjasama bersama Ark Jinzai Solusi, Gokaku, serta dukungan finansial dari Bank NTB Syariah — disebut sebagai paket komplit.


Hasbi mengaku tidak ragu dengan arah masa depan sekolah. Kerjasama ini menjadi jawaban atas tantangan ke depan. “Baru sebulan lalu kami memimpikan, tiba-tiba seperti dibukakan jalan,” terangnya.


Menurut Hasbi, untuk mewujudkan mimpi tersebut harus menembus batas, tidak boleh stagnan. Kesuksesan bisa diraih di Jepang maupun Malaysia.


“Kami hanya ingin melahirkan anak-anak hebat yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di kancah global,” paparnya.


Sejak penandatanganan MoU, sudah lebih dari seratus siswa SMKN 1 Sikur yang berangkat magang ke Malaysia.


Program Kelas Jepang dan Magang ke Jepang


Tahun ini, SMKN 1 Sikur akan membuka kelas bahasa Jepang untuk siswa kelas X dan XI. Sementara siswa kelas XII dan alumni akan mengikuti kelas express. Setelah menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL), siswa hanya membutuhkan empat bulan lagi untuk lulus dengan pendampingan Gokaku.


“Dulu pilihan hanya ke Malaysia, ada anak yang dapat gaji besar. Kami mengikuti minat dan kemauan anak-anak,” kata Hasbi.


Ia menekankan pentingnya menyebarluaskan informasi ini ke masyarakat. Pola pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) harus berubah — dari buruh kasar menjadi tenaga terampil dengan ruang yang lebih cerdas dan berpenghasilan lebih baik. 


“Kita harus naik level, termasuk dari segi gaji,” tegasnya.


Hasbi yakin melalui program akademi Gokaku akan lahir generasi muda berwawasan global yang mampu menembus batas waktu.


“Kita sudah diberikan akses, ada orang-orang yang siap membantu mewujudkan mimpi anak-anak hebat. Jadi jangan diam, ayo terlibat dalam program Gokaku ke Jepang,” ajaknya.


Pilot Project LPK PT Ark Jinzai Solusi


Direktur Utama LPK PT Ark Jinzai Solusi, Jamaluddin menjelaskan, pihaknya menggandeng sekolah karena lulusan SMK biasanya langsung mencari kerja. Oleh sebab itu, SMKN 1 Sikur dijadikan pilot project dengan pendampingan sejak kelas “Dengan begitu, target pemerintah Indonesia dan Jepang bisa tercapai,” ujarnya.


Pemerintah menargetkan 2.000 orang per tahun, namun Ark Jinzai Solusi membidik 10.000 orang per tahun mengingat total siswa SMK di NTB mencapai 75 ribu orang.


Pihaknya juga sedang mengajukan proposal bersama Pemprov NTB agar tes bahasa Jepang dapat dilakukan di NTB. Syaratnya adalah memenuhi kuota minimal 40 ribu peserta belajar.

Dengan tes di NTB, biaya bisa ditekan. Apalagi ada skema tabungan dari bank untuk mempersiapkan keberangkatan.


“Ke Jepang tidak hanya butuh bahasa, tapi juga fisik dan mental yang disiplin,” tambah Jamaluddin (karib disapa Zal Arakawa).

Saat ini Ark Jinzai Solusi telah mengumpulkan 120 guru SMK se-NTB dan memiliki 280 rekanan perusahaan di Jepang.


Solusi Atasi Pengangguran


Ketua Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan, Saparuddin menyebut, langkah ini sebagai solusi mengatasi pengangguran. Hingga 25 November 2025, jumlah pengangguran di NTB mencapai 102 ribu orang. Ditambah lulusan SMK tahun ini sebanyak 30 ribu dan lulusan perguruan tinggi, total pengangguran mencapai 175 ribu.


“Jangan tunggu tamat SMK baru sibuk cari kerja, nanti sudah numpuk,” katanya.


Sementara itu, Office Manager Bank NTB Syariah Cabang Masbagik, Mi’razul Amrullah, menawarkan solusi melalui program tabungan Tambora Rencana. Siswa bisa menabung mulai Rp100 ribu, Rp300 ribu, hingga Rp500 ribu per bulan.


“Tambora Rencana ini tidak bisa ditarik sewaktu-waktu. Dirancang khusus untuk rencana jangka panjang 1 hingga 3 tahun,” jelasnya.

Dengan tabungan ini, orang tua tidak perlu menjual aset atau meminjam ke rentenir. Biaya sudah terencana sejak dini sehingga meringankan beban keluarga.


“Bank NTB Syariah menyiapkan solusi untuk masa depan anaknya,” pungkas Mi’razul. (kin)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama