121 ribu lebih IKD di Lotim telah berstatus aktif - OPSINTB.com | News References

01/09/26

121 ribu lebih IKD di Lotim telah berstatus aktif

121 ribu lebih IKD di Lotim telah berstatus aktif

 
121 ribu lebih IKD di Lotim telah berstatus aktif

OPSINTB.com - Pemerintah terus berupaya memperbaiki data, khususnya penerima bantuan. Warga saat ini bisa mengajukan diri untuk sebagai penerima manfaat melalui website Perlindungan Sosial (Perlinsos). 


Salah satu buktinya pemerintah menurukan ratusan agen untuk menemui warga agar melakukan pendaftaran langsung di portal Perlinsos. Salah satu syarat melakukan registrasi ialah dengan mengaktifasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). 


Kepala Bidang Pelayanan Pendafataran Peneduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur, Cipto Tri Utomo, menerangkan berdasarkan presentase yang diakui oleh Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri), melalui penarikan dataset resmi kinerja pelayanan khususnya aktivasi IKD dari modul atau system Pengelolaan dan Pelayanan Data Kependudukan Daerah (PPDKKD) telah mencapai ratusan ribu. 


"Data ini dikelola oleh Pengelola Data Administrasi Kependudukan (PDAK) di Lingkungan Ditjen Dukcapil Kemendagri berdasarkan perhitungan pembagian antara jumlah capaian aktivasi IKD dengan data rekam dinamis," kata Cipto kepada opsintb.com melalui sambungan telfon, Senin (31/8/2026). 


Dia memaparkan, transaksi atau status perekaman biometric KTP elektronik terus mengalami pergerakan, bertambah secara real-time di database pusat. 


Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026 jumlah aktivasi IKD sampai dengan tanggal 31 Agustus sejumlah 121.221. Sedangkan rekam dinamis sejumlah 1.015.468, sehingga diperoleh persentase 11,94 persen dari target Kabupaten Lombok Timur sebesar 15 persen sampai dengan akhir tahun 2026.


Artinya, lanjut dia, Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Timur harus mengejar sebesar 3,06 persen untuk mencapai target tersebut. Dia meyakini jumlah itu bisa tercapai melihat tren angka yang setiap hari terus naik. 


Dia menerangkan, tren itu bisa dilihat dari tahun 2023 hingga 2025 yang di posisi 3 persen. Per hari hanya puluhan warga yang meminta aktivasi IKD.


Begitu juga awal-awal tahun 2026 yakni bulan Januari hingga April hanya tembus 500 per bulan. Data aktivasi mulai menanjak sekira bulan Juni, per harinya tembus 1.500 orang. 


Ditengah keterbatasan perlengkapan dan tenaga, pihaknya terus bekerja maksimal untuk mengejar target. Pelayanan aktivasi, kata dia, dilakukan melalui pelayanan di UPT Kecamatan, MPP, Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Timur, serta jemput bola di kantor desa sesuai permintaan Pemdes dan pembukaan stand pada setiap event atau pusat keramaian.


Di lain sisi, adanya program Perlinsos dimana Lotim menjadi salah satu kabuapten di Indonesia yang menjadi percontohan turut memberikan kontribusi aktivasi IKD. 

 

"15 persen itu bisa terpenuhi jika melihat trend," kata Cipto. 


Kendati demikian, didapati juga beberapa IKD yang tertolak atau batal. Diakibatkan, karena foto dibKTP Elektronik terbaca tidak sesuai karena blur. 


Faktor lainnya ialah email pendaftar tidak mendapatkan notifikasi aktivasi. Untuk kasus ini, ucapnya, bisa melakukan proses pendaftaran dari awal dan tidak membutuh waktu lama. 


"15 persen bisa tercapai kalau lihat trend positif ini," pungkasnya. (kin)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama