OPSINTB.com - Isu-isu prihal pemimpinan terus diperbincangkan. Saking menariknya, pembicaraan soal pemimpin seperti tak mengenal ruang, setiap saat terus saja menjadi buah bibir.
Sejatinya memang tak ada pemimpinan yang sempurna. Pasti ada cela, kekurangan yang harus dilengkapi terlebih lagi kepemimpinan organisasi maupun negara.
Untuk membentuk pemimpin yang ideal, sangat sulit. Para nahkoda hanya dituntut proporsional dalam setiap masa.
Mencentak seorang pemimpin tidak bisa simsalabim. Namun butuh proses, pembentukan karakter cukup lama, hal ini bisa diciptakan dengan menanamkan jiwa-jiwa pemimpin sejak mulai usia dini.
Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Terara yang menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).
Kepala Sekolah SMPN 1 Terara, Moh Zaini, S.Pd, mengatakan, LDKS merupakan agenda tahunan di sekolah. Tepatnya kegiatan itu digelar setelah terpilihnya kepengurusan baru organisasi siswa intra sekolah (OSIS).
"LDKS ini dilaksanakan untuk memberikan dasar-dasar kepemimpinan kepada pengurus OSIS yang baru," ucap Moh Zaini, ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (29/8/2026).
Dalam kegiatan itu pihak sekolah mengundang narasumber dari berbagai profesi. Seperti TNI untuk wawasan kebangsaan, Kepolisian soal kantibmas dan peraturan lalu lintas.
Selanjutnya dari Puskesmas mengenai bahaya penggunaan Narkotika, KPAI, anggota dewan, pelaku media, dan narasumber lain yang dianggap penting.
Semua itu dilakukan dengan niatan untuk membentuk pemimpin yang baik, visioner, bertanggung jawab, serta berkarakter.
Dia tak ingin kegiatan LDKS hanya menjadi gelaran seremonial, tapi harus ada efeknya. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan namun juga implementasinya. Semisal, usai mengikuti LDKS siswa diminta untuk menyusun program kerja selama satu tahun sesuai dengan masa kepengurusannya. Tentu saat mereka merumuskan agendanya dibimbing oleh pembina OSIS.
"Progran kerja tidak hanya disusun tapi harus dilaksanakan secara konsisten sesuai dengan program tahunannya," ujarnya.
Bagi sekolah, paparnya, kegiatan LDKS sangat penting. Sebab siswa bisa mengetahuk dasar menjadi pemimpinan, pengalaman, ilmu, menjadikan mereka bertanggung jawab sesuai dengan program. Terutama program wajib seperti perayaan hari besar nasional, keagamaan, atau menjadi wirausaha terutama mempin untuk dirinya sendiri.
Sebab dengan LDKS, sekolah mencetak siswa yang memiliki kepamahaman memimpin organisasi, struktur, visi misi, dan mengetahui ttentang tugas dan fungsi masing-masing bagian. Kesemuanya itu dimulai dari sekolah.
Ke depan, terangnya, mereka terus mengembangkan diri agar cinta dan suka berorganisasi.
"Berorganisasi itu mau tidak mau, suka tidak suka sangat besar dampaknya pada anak. Tidak hanya pengetahuan akademik, imbuhnya, tapi juga bakal membentuk karakter anak muali dari rasa tanggungjawab, disiplin, membangun koneksi, hingga bagaimana cara bekerjsama,” ucapnya.
Mereka akan menjadi pemimpi lebih luas lagi, baik masyarakat paling tidak pemimpin untuk diri sendiri dan keluarganya.
"Kita berharap siswa-siswa SMPN 1 Terara ini menjadi pemimpin di birokrat, teknokrat, organisasi, dan profesi," ucapnya.
Dia juga berharap khususnya kepada pengurus OSIS yang baru, di tengah era digitilisasi dan AI ini pengurus lebih visioner. Sebab bagi dirinya, kemajuan ini memiliki dua sisi yang memiliki peluang yang sama bisa menjadi kesempatan sekaligus tantangan.
"Mereka harus tau tantangan ke depan, dari hari ke hari, waktu ke waktu, bisa menjadi pemimpin masa depan, memiliki wawasan, keperibadian, karakter. Mudah-mudahan bisa jadi birokrat, teknokrat, dan entrepreneurship," harap Moh Zaini. (kin)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami