OPSNTB.com - Pukul 14.00 panas menyengat, menusuk kepala. Dahi dibuat mengernyit seketika. Ditambah lagi gugusan dan hamparan pasir bekas tambang, membuat lokasi itu panas layaknya timur tengah.
Meski trik matahari seganas itu, satu dua orang nampak asyik. Melangkah dari hamparan pasir hingga ke puncaknya.
Sebagiannya menunggu di warung-warung sederhana di lokasi. Menikmati cemilan dan berbagai minuman saset yang di campur es.
Begitulah suasana Pantai Dedalpak, Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.
Dulu lokasi ini dikenal tertutup, tidak sembarangan orang bisa masuk. Kecuali pekerja dan petugas dari PT tersebut. Saking tertutupnya lokasi ini warga hanya bisa lihat tumpukan pasir dari kejauhan.
Selain tambang, di kolam bekas galian ditemukan bangkai kapal yang diduga merupakan kapal dagang. Tim ahli cagar budaya (TACB) Lombok Timur pun sudah mencoba mengangkat kapal itu namun tak berhasil.
Saat ini, gunungan pasir bekas tambang itu menjadi primadona. Tiga minggu terakhir lokasi ini ramai dikunjungi tak hanya warga setempat, tapi sampai masyarakat dari wilayah lain.
"Terhitung baru tiga minggu kita buka ini," kata Husien, saat ditemui di lokasi, Rabu (1/07/226).
Di lokasi ini setidaknya ada tiga gunungan pasir bekas tambang yang menyerupai bebukitan.
Mengunjungi lokasi ini wisatawan tak hanya menimakti gunungan pasir. Tapi juga menunggang kuda dengan tarif Rp 25 ribu per sekali naik.
"Banyak yang menyewa kuda untuk naik, lalu bersuwa foto," kata pria 65 tahun ini.
Selain menunggang kuda, pengunjung juga bisa menyewa surban khas timur tengah sebesar Rp 10 ribu. Membuat lokasi ini seperti sedang mengunjungi gurun pasir.
Anak-anak pun tak luput dari perhatian. Untuk mereka ada layang-layang dengan berbagai motif dan ukuran. Semakin membuat lokasi ini tampak hidup.
Dikatakan Husien, setiap harinya tercatat lebih dari 300 orang mengunjungi lokasi ini. Saat hari libur bisa mencapai seribu orang lebih pengunjung.
Tak hanya bukit pasir, paparnya, pengunjung juga bisa menikmati suasana pantai. Dua view ini, kata dia, menjadi poin plus lokasi tetsebut.
Kendati demikian, dirinya mengakui masih banyak yang perlu ditata dan di manfaatkan. Salah satunya kolam-kolan bekas galian tambang bisa sebagai tempat main kano bagi pengunjung.
"Masih banyak yang perlu di tata lagi. Pelan-pelan kita tata, yang penting ada tempat warga berjualan dulu dan warga sekitar bekerja," ucapnya.
Lokasi ini pertama kali viral berkat ungguhan seorang netizen di akun facebooknya.
"Pertama kali di upload pengunjung di facebook. Tanggal 19 di upload tanggal 20 nya ramai," kata Badri yang membawa wartawan media ini ke lokasi. (kin)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami