OPSINTB.com - Institute Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor, terus mendeklarkan diri sebagai kampus yang patut diperhitungkan. Hal itu berbagai langkah guna mengembangkan keilmuan bagi isntitusi tersebut.
Terbaru, IAI Hamzanwadi Pancor menggelar dialog antropologi bertaraf internasional dengan mendatangkan Saki Tanada, Ph.D., alumni Program Doktor Antropologi dari Kanazawa University, Jepang.
Diskusi ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya IAI Hamzanwadi Pancor dalam mendorong produksi ilmu pengetahuan dan membuka wawasan civitas akademika terhadap kajian budaya dan antropologi.
Wakil Rektor I Bidang Akademik IAI Hamzanwadi Pancor, H Abdul Hayyi Akrom, mengatakan kegiatan ilmiah dengan narasumber internasional semakin banyak digelad du kampus tersebut. Hal ini disebutnya dalam rangka kolaborasi dan produksi ilmu pengetahuan.
Dalam paparan Saki Tanada, kata dia, banyak sekali hal-hal yang kita anggap sesuatu yang kecil atau biasa-biasa saja tapi kalau dipandang dalam kaca mata antropogi sangat berarti.
"Contoh risetnya tentang budaya, cara pandang orang Lombok terhadap kehamilan, kematian seperti ngidam dan ketemuk diteliti oleh doktor Saki melalui kacamata ilmu antropogi," uacap Warek I, H Abdul Hayyi Akrom, Jumat (3/7/2026).
Saki Tanada Doktor Antropologi berkebangsaan Jepang, dalam memaparnya menagatak, Lombok merupakan dijadikannya sebagai fokus riset. Menurutnya, banyak hal disorotinya yang dianggap biasa atau sepele oleh masyarakat, namun jika dikaji melalui perspektif antropologi, memiliki makna yang sangat mendalam.
Dia mencotohkan hal menarik adalah budaya ngidam di kalangan suku Sasak. Menurut Saki Tanada, fenomena itu bukan sekadar keinginan ibu hamil, melainkan dimaknai sebagai bentuk pengenalan (recognize) terhadap bayi dalam kandungan sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Menurutnya kondisi itu merupakan upaya preventif dari keluarga dan masyarakat untuk memberikan perlindungan serta perhatian kepada sang ibu setelah menerima amanah dari Tuhan.
Selain ngidam, dalam kaca mata ilmu antropologi Saki Tanada ialah tradisi ketemuk. Salah satu model interaksi antara orang yang masih hidup dengan yang telah meninggal.
Hal ini sejalan dengan disertasi doktoralnya yang berjudul "The Mother-Child Bonding in Pregnancy, Childbirth, and Postnatal: An Ethnographic Study of Birthing among Sasak People in Lombok".
" Ini pentingnya riset antropologi untuk mengubah cara pandang dunia," paparnya.
Sebelum riset-riset dari negara berkembang dipublikasikan, pandangan masyarakat negara maju terhadap negara berkembang kerap dipandang rendah. Namun, setelah para ilmuwan mengungkap makna di balik realitas kehidupan masyarakat, penghargaan antarmanusia meningkat.
“Apa yang menjadi realitas kehidupan di tengah kita perlu diangkat secara ilmiah agar dunia lain tahu, sehingga mampu memberikan penghormatan terhadap orang lain,” pungkasnya,
"Penghargaan atas perbedaan adalah penting untuk dipublikasikan guna melahirkan framing positif dalam cara pandang terhadap sesama," imbuhnya. (kin)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami