OPSINTB.com - Muhammad Tasywiruddin, dilantik sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Prikanan Kabupaten Lombok Timur. Sebelumnya yang bersangkutan menjabat sebagai sekretaris di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, usai melantik menantang pejabat baru agar membawa kesejahteraan kepada nelayan. Sebab, kata dia, mereka masih dalam garis kemiskinan.
Nelayan tambahnya, masih banyak membutuhkan uluran tangan serta perhatian serius oleh pemerintah. Lantaran itu dirinya meminta agar janji Menteri Kelautan dan Perikanan untuk dijemput.
"Harapan saya, anda juga bekerja istimewa,” tegasnya saat menyapaikan arahan usai pelantikan, H Iron, Rabu (22/7/2026).
Pernyataan orang nomor satu di Gumi Patuh Karya ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa berbagai program yang selama ini berjalan belum mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir secara signifikan.
Dikatakan Iron, sebagai pejabat baru jangan hanya menjalankan rutinitas birokrasi. Melainkan harus mampu mengakses bantuan dan fasilitas, khususnya yang dijanjikan oleh KKP saat berkunjung di Lombok Timur.
Sebab, keberhasilan kepala dinas tidak diukur dari banyaknya rapat atau kegiatan seremonial, namun dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan nelayan.
Selama bertahun-tahun, imbuhnya, persoalan nelayan masih banyak. Mulai minimnya sarana melaut, akses permodalan, hingga pemasaran hasil tangkapan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan
Lantaran itu, terangnya, bagi masyarakat nelayan, tentu berharap pelantikan ini bukan hanya pergantian nama di kursi jabatan.
“Kita ingin merubah Lombok Timur ini ke arah yang lebih baik secara bersama-sama. Tidak boleh ada mengatakan dirinya itu hasil saya, hasil ini, hasil itu. Tidak boleh,” tegasnya.
Ucapan bupati itu tidak hanya untuk pejabat baru yang dilantik melainkan untuk semua OPD. Bupati menekankan agar para kepala dinas, lebih aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat dengan membawa program nasional ke Lombok Timur.
Menurut bupati, pejabat tidak bisa lagi hanya menunggu bantuan datang tanpa dijemput, tetapi harus proaktif memperjuangkannya.
Selain menuntut inovasi, bupati meminta seluruh pejabat tidak alergi terhadap kritik. Menurut Iron, komentar yang dilontarkan adalah untuk mengingatkan dan membangunkan saat lupa.
"Dari kritik ini kita evaluasi, apa yang jadi bahan kritikan mereka. Tinggal kita perbaiki kalau salah, tinggal kita luruskan kalau dia bengkok, kita isi kalau memang dia kosong,” ucap Iron. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami