OPSINTB.com - Bagai ilmu padi, kian berisi kian menunduk. Begitulah sosok pria satu ini dikenal. Meski namanya terdengar luas tapi pembawaannya selalu bersahaja. Tidak ada kesan mewah, hanya kesederhanaan yang tampak.
Tapi di balik kesederhanaan itu, ia memiliki sikap tegas, pergaulannya pun luas. Tak heran ia banyak dikenal orang.
Begitulah sosok Sura Wijaya, pria kelahiran Dusun Jurang Gadung, Desa Suwangi Timur, Kecamatan Sakra, Lombok Timur.
Di tanah kelahirannya, Sura panggilan akrabnya, bergerak di bidang pendidikan. Dengan mendirikan PAUD Nurul Jannah, Suwangi Timur.
"Ini salah satu cara mengabdi," ucap Sura, saat ditemui opsintb.com, belum lama ini.
Bagi Sura, pendidikaan merupakan hal sangat vital. Sebab, tak hanya sebagai jalan memerangi kebodohan namun jauh dari itu menyiapkan manusia yang bisa bersaing di masa depan.
Terlebih di lingkungan tempat tinggalnya, pendidikan jauh dari perbincangan, bahkan sangat tidak begitu populer.
Setelah remaja justeru generasi di wilayah itu cenderung didorong menjadi buruh kasar ke Kalimantan, bahkan ke Malaysia. Satu alasan kuat mereka seperti itu yakni ekonomi.
Dorongan-dorongan menjadi buruh kasar itu, berdampak serius. Tak jarang mereka yang bersekolah baik SMP maupun SMA dihantui rasa malas, karena tidak ada gambaran masa depan.
Padahal, kata pria 32 tahun itu, bagi penuntut ilmu bukan hanya bernilai ibadah tapi juga Allah akan menjamin rizki mereka karena jalan ilmu yang ditempuhnya.
Lantaran itu ia memilih dunia pendidikan menjadi lahan pengabdian. Sebagai jalan mengubah arah masa depan.
Dari kondisi itu dirinya memulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD). Tujuannya memperkenalkan pendidikan sedini mungkin, tak hanya untuk anak namun juga bagi para orang tua setempat.
Di lain sisi, dunia pendidikan dipilih lantaran jauhnya akses sekolah khususnya usia anak-anak di lingkungan setempat.
"Sekolah jadi salah satu cara membentuk generasi menjawab tantangan ke depan," tegas pria yang bergelar magister hukum itu.
Dia memimpikan tak hanya PAUD yang berdiri di lingkungan itu, namun juga sekolah dasar, SMP atau MTs, hingga SMA maupun SMK.
Mimpinya itu semakin nyata lantaran berdirinya sebuah pondok pesantren di wilayah itu yakni Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Ahbabul Musthofa.
Dirinya terlibat penuh dalam pendirian tersebut. Bahkan ia dipercayai sebagai pengawas dalam yayasan itu.
Keterlibatannya tidak kaleng-kaleng, dirinya mampu akses anggaran bantuan bangunan dari Singapura.
Selain dunia pendidikan, dia juga aktif sebagai lawyer. Dirinya sebagai ketua di Lembaga Bantuan Hukum Saling Tulung Lombok Timur. Berbagai persoalan hukum telah diselesaiaknnya.
Lembaga inilah yang mengantarkannya hadir sebagai pemateri yang menyangkut hukum.
"Kemarin jadi pemateri di pelatihan Posbankum di Lombok Timur, juga di Lombok Tengah yang diadakan oleh Kanwil NTB," paparnya.
Pria kelahiran 31 Desember 1993 ini juga memiliki pengaruh lain di desa tempat tinggalnya. Ketokohannya, dipercayakan sebagai salah satu pengawas Koperasi Desa Merah Putin Suwangi Timur.
Dirinya yang cukup plamboyan ini menjadikan dirinya sebagai salah satu tokoh di usia mudanya. Banyak program dan bantuan yang telah mampu dibawa untuk masyarakat. (kin)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami