Foto: Tangkapan layar postingan yang viral di medsos (kiri), Riska bersama ayahnya (Ruhman) saat berlibur di kolam renang (kanan).
OPSINTB.com - Bagaimana tidak menyayat hati, di umurnya yang belia harus menghadapi kerasnya hidup. Kebahagiaannya direbut oleh ego kedua orang tuanya.
Bocah umur kelas 2 sekolah dasar harus menghudpi adeknya 3 tahun. Demi kehidupan itu sang kakak rela memulung.
Kisah anak perempuan ini viral setelah menyebar di beberapa akun media sosial dengan berbagai narasi. Seperti akun instagram pesantrenyatim misalnya, yang menarasikan ditelantarkan orang tua setelah bercerai, bocah kelas 2 SD rela mulung sepulang sekolah demi upah 5 ribu biar adeknya umur 3 tahun bisa makan walau tanpa lauk.
"Aku kangen ibu setiap kuhubungi selalu ditolak, kalau ayah sudah nikah," tulis akun pesantrenyatim, narasi serupa juga tulis oleh akun rumpi_gosip.
Sementara akun Agus Wijaya, mengaku nyesek melihat kejadian ini. Akun ini juga menyematkan hasil tangkap layar akun intagram folksped yang mengaku mendapat info dari aplikasi Tiktok.
Bahkan akun ini menyebut langsung alamat yang bersangkutan. Dari keterangan IG itu bocah kelas 2 SD itu bernama Riska, alamat Bandok, Wanasaba, Lombok Timur.
"Dari seragam sekolah tertulis, SDN 1 Bandok. Semoga ada orang baik yang dapat meringankan beban hidupnya di umur segitu," tulis akun folksped.
Melihat kondisi di berbagai akun itu dengan narasi penelataran, banyak orang merasa geram. Akun Marni ra misalnya, ia meminta agar polisi mengusut kasus itu.
"Suruh polisi cari bapakx (bapaknya), biar bertanggung jawab apalagi orang tuanya masih skitaran (sekitaran) Lotim," tulis Marni ra.
Lain lagi dengan Al Hafiz Al Hafiz, mewanti agar pemilik akun wasapada karena bisa jadi pemerintah setempat marah. Seperti kasus Zaki yang tidak diberikan membuka donasi.
Sedangkan akun Zihab, terheran, kasus serupa biasanya dilihat di TV namun ternyata terjadi di sekitarnya.
"Lah paran jaq leq tv doang taok ne dengar berita (saya kira di TV aja ada dengar berita ini), tapi ternyata di lingkungan sekitar kita ada juga, tapi infonya divalidasi dulu jangan-jangan strategi untuk menjatuhkan lawan, aran jaq wah mulai (karena sudah mulai) mengatur setrategi menjelang Pilkades," ucapnya.
Berbeda dengan Akun Era She, mengaku dari Bandok dan justeru membantah kejadian itu.
"Tiang endah langan (saya juga dari) Bandok pak guru, tapi memang benar seperti pelungguh de (kamu) bilang, berita yang beredar kurang sesuai dengan kenyataan," tulis Era She.
Opsintb.com menghubungi, Ruhman, ayah Riska untuk mengetahui kebenarannya. Dia menuding postingan beberapa akun tersebut mencemarkan nama baiknya dan keluarga. Bahkan saat pertama mengetahui info viral itu, dia langsung sakit. Kemudian langsung mengambil keputusan untuk pulang dari perantauan di Bali.
Ruhman kembali meluruskan informasi yang beredar. Dia mengaku hanya memiliki satu anak, tidak seperti yang diberitakan di media sosial. Sementara salah satu pemeran anak dalam info yang viral itu, bukan adik Riska. Sebab ia hanya memiliki satu anak, yakni Riska.
"Intinya semua informasi yang beredar di platform media sosial itu tidak benar. Saya heran kok bisa viral di Instagram,” terangnya, Jumat (31/7/2026).
Terkait nafkah, Ruhman mengaku tidak pernah alfa mengirimkan uang untuk buah hatinya yang kini berusia sekitar 10 tahun itu.
"Saya tidak pernah telantarkan anak saya. Saya tetap menafkahi dia, perminggu itu saya transfer tak pernah kurang sebesar Rp 300 ribu, tergantung rizki saya. Ini masih banyak bukti riwayat transfer di mobile banking saya.”
“Saya juga sering nengokin anak saya,” terang Ruhman sembari menunjukkan foto momen bahagianya bersama sang buah hati tercinta.
Sebagai bentuk tanggung jawab, dirinya tak hanya mengirimi uang namun juga sudah meminta kepada mantan mertuanya agar anak itu dikembalikan kepadanya. Dengan alasan tertentu, niat baiknya tidak diamini.
Karena postingan itu dirinya mengaku mental anaknya terganggu lantaran mendapat bulian di sekolah. Bahkan Risak sempat tidak masuk sekolah karena malu.
Meski demikan, Ruhmana akan menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan terlebih dahulu. Dirinya ingin beritikad baik mempertanyakan pelaku atau akun medsos yang menuduh mereka menelantarkan anak. Namun jika tidak ada itikad baik, ia terpaksa harus tempuh jalur hukum.
"Kalau saya melapor ke lembaga perlindungan anak, mereka kena," ucapnya.
Dia menuturkan, saat ini Riska tinggal berlima bersama nenek dan tiga keluarga lainnya di Desa Bandok Daya, Kecamatan Wanasba, Lombok Timur. (yan)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami