OPSINTB.com - Hijau dedaunan terhampar. Memanjakan mata yang melihatnya.
Sawah-sawah petani dipenuhi tanaman, dipenuhi hortikultura. Tak heran wilayah ini dijuluki sentra pangan di Gumi Patuh Karya.
Sejak 24 April 2026 lalu Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, tampak berbeda dari biasanya. Di lokasi ini, suara gemerincing alat-alat bangunan berpadu dengan semangat kebersamaan warga.
Desa ini terpilih sebagai lokasi dijalankan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026. Agenda ini tak hanya pembangunan fisik, tapi juga menghidupkan kembali budaya gotong royong yang perlahan mulai memudar.
Suasana sedikit magis saat datangnya tim pengawasan dan evaluasi (Wasev) yang dipimpin langsung Brigjen TNI Wawan Setiawan ke Posko TMMD Desa Paok Lombok. Kedatangannya menjadi momentum penting untuk melihat langsung progres pembangunan di lapangan.
Dari sisi pemerintah dadir Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik.
Dalam kunjungannya itu, pria yang karib disapa Ofik ini, memberi apresiasi atas sinergi kuat antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendorong percepatan pembangunan desa. Dia menegaskan, pembangunan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri melainkan kolaborasi dan kerja bersama.
"Jika kita tidak berkolaborasi dan bersinergi, tujuan sulit dicapai. Alhamdulillah, dengan kebersamaan, pekerjaan menjadi lebih cepat selesai," ucap Ofik, Jumat (15/05/2026).
Bagi Pemkab Lotim, pemilihan Desa Paok Lombok sebagai lokasi TMMD bukan tanpa alasan. Desa ini dinilai strategis karena menjadi kawasan produksi pangan dan hortikultura di Kecamatan Suralaga.
Infrastruktur yang dibangun, seperti talut hingga akses jalan, diyakini tidak hanya memberi manfaat bagi satu desa, tetapi juga berdampak luas terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di desa sekitar.
Namun, lebih dari sekadar pembangunan fisik, ada nilai sosial yang dianggap jauh lebih penting. Sekda menilai kehadiran TMMD telah menjadi ruang kebangkitan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
"Kembalinya budaya gotong royong dan suasana desa zaman dulu di tengah masyarakat," katanya.
Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Wawan Setiawan, melihat pelaksanaan TMMD di Lombok Timur sebagai contoh baik proses pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, program ini lahir dari aspirasi warga di tingkat desa, dibahas bersama ditingkat kabupaten, hingga akhirnya direalisasikan.
Berbagai program fisik maupun nonfisik yang dijalankan diharapkan mampu mempercepat pembangunan desa sekaligus membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui TMMD ini, kita ingin membangun kembali semangat gotong royong dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat," jelasnya.
Dirinya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur atas dukungan penuh yang membuat pelaksanaan program berjalan lancar.
"Saya titipkan harapan besar kepada masyarkat, agar infrastruktur yang telah dibangun bersama dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan," ucapnya.
Kunjungan tersebut tidak hanya diisi pemantauan progres pengerjaan TMMD, tetapi juga penyerahan bantuan sarana dan paket sembako secara simbolis kepada masyarakat. Setelah itu, rombongan meninjau langsung titik-titik pembangunan di lapangan. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami