OPSINTB.com – Pemerintah telah menggulirkan program revitalisasi pendidikan tahun 2025 lalu. Kegiatan itu merupakan bagian dari Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Salah satu agenda kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, meresmikan program tersebut yang telah dikerjakan di Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan peresmian tersebut dipusatkan di SMKN 1 Sikur yang dihadiri juga oleh Gubernur NTB, Sekretaris Daerah Lombok Timur, jajaran Forkopimda, kepala dinas pendidikan, serta para kepala sekolah.
Kepala SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Mendikdasmen yang dinilainya sebagai momentum penting bagi kemajuan pendidikan, khususnya di sekolah yang dipimpinnya.
"Beliau adalah idola kita semua, yang kita harapkan bisa menggerakkan pendidikan. Alhamdulillah, hari ini tujuan kehadiran bapak-bapak ini untuk meresmikan program revitalisasi tahun 2025," ucap Hasbi Ahmad, Minggu (17/05/2026).
Dia memaparkan, SMKN 1 Sikur mendapatkan bantuan revitalisasi berupa tiga ruang kelas baru (RKB). Jumlah itu sebutnya bagi sekolah sudah sangat membantu
Hasbi memaparkan, kebutuhan ruang belajar di SMKN 1 Sikur masih kekurangan 22 ruang kelas. Saat ini, sekolah memiliki 51 rombongan belajar (rombel).
Sementara jumlah ruang belajar yang tersedia setelah bantuan revitalisasi baru mencapai 29 ruang.
"Untuk RPS, kami baru punya tiga, sementara di sini ada 11 KKI, jadi kami masih kekurangan delapan RPS," jelasnya.
Hasbi berharap dengan kunjungan Mendikdasmen ke SMKN 1 Sikur menjadi berkah dan membawa perhatian lebih dari pemerintah pusat terhadap kebutuhan sarana pendidikan di sekolah tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI atas perhatian terhadap sektor pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satunya melalui program revitalisasi yang merupakan agenda khusus dari pemerintah.
"Atas nama kepala sekolah di NTB, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatiannya kepada Provinsi Nusa Tenggara Barat," ujarnya.
Menurut Hasbi, ruang kelas baru tersebut sudah dimanfaatkan secara optimal dan bahkan telah ditinjau langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Gubernur NTB.
Dia mengatakan, selama ini pihaknya memberlakukan double shift. Lantaran keterbatasan ruang belajar.
Keterbatasan ruang juga memaksa pihak sekolah melakukan berbagai solusi sementara. Termasuk memanfaatkan ruang tertentu sebagai ruang praktik dan menyekat beberapa ruang praktik menjadi tiga bagian.
"Tadi sudah dicek langsung oleh Pak Menteri dan Pak Gubernur, sehingga kami tidak lagi menerapkan double shift. Karena menurut saya, double shift itu tidak efektif dalam pembelajaran dan pelayanan juga tidak maksimal," katanya.
Jumlah siswa SMKN 1 Sikur mencapai sekitar 1.610 orang dengan 51 rombel. Pada tahun ajaran mendatang, jumlah siswa diperkirakan meningkat hingga 1.800 orang mengingat lokasi sekolah berada di kawasan padat penduduk dengan tingginya minat masyarakat.
Tingginya minat masyarakat terhadap SMKN 1 Sikur, lanjutnya, tidak lepas dari keberhasilan program magang luar negeri yang menjadi unggulan sekolah.
Dia mengklaim, SMKN 1 Sikur menjadi satu-satunya sekolah yang program magang luar negerinya masih terus berjalan. Tahun ini, kata dia, memasuki kelima.
Program tersebut bekerja sama dengan perusahaan internasional melalui Watch Skill Academy dan telah mengirim siswa magang ke Malaysia.
"Kalau sekarang jumlah peserta yang sudah ikut program ini sudah sekitar 100 orang. Bahkan sekarang SMKN 1 Sumbawa Besar juga sudah bergabung dalam program kami," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, menyebut peresmian revitalisasi satuan pendidikan di Lombok Timur sebagai sesuatu yang membahagiakan. Ia mengapresiasi kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam menyukseskan agenda pendidikan tersebut.
"Terima kasih kepada Pak Gubernur NTB, Pak Bupati Lombok Timur, seluruh Forkopimda, dan SMKN 1 yang telah menyiapkan acara ini dengan sangat baik," ujar Abdul Mu’ti.
Menurut Abdul Mu’ti, revitalisasi pendidikan merupakan bagian dari program prioritas Presiden RI dalam Asta Cita keempat. Yaitu membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi.
Dia menerangkan, dua program utama yang dijalankan Kemendikdasmen adalah revitalisasi dan digitalisasi sekolah.
Untuk tahun 2025, Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan revitalisasi kepada 531 sekolah di wilayah NTB dan NTT dengan total anggaran mencapai Rp 527,575 miliar. Rinciannya meliputi 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 17 SMK, 20 SLB, serta 11 PKBM/SKB.
Khusus di Kabupaten Lombok Timur, sebanyak 87 sekolah menerima bantuan senilai Rp 105,948 miliar yang terdiri atas tujuh PAUD, 36 SD, 19 SMP, sembilan SMA, 12 SMK, dan empat SLB.
Sementara di Kabupaten Sumbawa, sebanyak 37 sekolah memperoleh bantuan dengan nilai Rp 38,157 miliar.
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga menjalankan program digitalisasi sekolah. Sebanyak 7.080 perangkat ISP telah disalurkan ke sekolah-sekolah di NTB dengan total nilai Rp 236,168 miliar.
Di Lombok Timur sendiri, 1.739 perangkat ISP disalurkan dengan nilai Rp 47,179 miliar. Dia memastikan seluruh proses revitalisasi dan digitalisasi tahun 2025 telah selesai 100 persen.
Ia menegaskan bahwa revitalisasi dan digitalisasi bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah juga memprioritaskan peningkatan kualitas guru.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan beasiswa D4/S1 untuk 12.500 guru. Tahun 2026, jumlah itu meningkat menjadi 150.000 guru melalui skema beasiswa Rp3 juta per semester dengan sistem rekognisi pembelajaran lampau (RPL).
"Dengan ini, guru dapat memenuhi kualifikasi Undang-Undang Guru dan Dosen, mengikuti PPG, dan memperoleh tunjangan sertifikasi," tuturnya
Selain infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga memperkuat infrastruktur budaya melalui program 7 kebiasaan anak Indonesia bebat. Yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Program pagi ceria juga diterapkan melalui kegiatan menyanyikan Indonesia Raya, senam bersama, dan doa sebelum belajar.
Mulai tahun 2025, Kemendikdasmen juga melatih guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam serta memasukkan AI dan coding sebagai mata pelajaran pilihan, yang ke depan akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 5 SD.
Selain itu, Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai diterapkan pada 2025 untuk jenjang SLTA dan 2026 untuk SLTP serta SD. Meski tidak wajib, partisipasi nasional disebut telah mencapai 98 persen.
"Hasil TKA digunakan sebagai salah satu syarat seleksi jalur prestasi ke jenjang berikutnya, bahkan sudah diakui beberapa perguruan tinggi luar negeri," bebernya
Di akhir sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan tiga kunci utama kemajuan pendidikan. Yakni mindset untuk maju, mental yang kuat, dan misi yang tulus.
Guru adalah kunci untuk bisa mencapai semua itu. Teknologi dan sarana sebutnya penting namun peran guru tak bisa digantikan.
Karena itu pihaknya fokus pada kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Ia berharap seluruh bantuan sarana, prasarana, dan perangkat digital yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Ini demi terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua, sesuai arahan presiden melalui asta cita keempatnya," pungkas Abdul Mu'ti. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami