Program TMMD ke 128, harapan baru pembangunan infrastruktur desa - OPSINTB.com | News References

22/04/26

Program TMMD ke 128, harapan baru pembangunan infrastruktur desa

Program TMMD ke 128, harapan baru pembangunan infrastruktur desa

 
Program TMMD ke 128, harapan baru pembangunan infrastruktur desa

OPSINTB.com - Dentuman suara gong, menandakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 128 resmi dibuka. Launching ini juga bertanda harapan baru bagi masyarakat Desa Poak Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.


Di tengah hamparan lapangan, masyarakat, aparat pemerintah, hingga jajaran TNI dan Polri berkumpul. Mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian dari sebuah gerakan bersama membangun desa dengan semangat gotong royong.


Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taufik menyampaikan, program TMMD merupakan kegiatan rutin yang sangat dinantikan masyarakat, khususnya di desa-desa yang menjadi lokasi pelaksanaan. 


Ia menegaskan, banyak usulan masyarakat yang tidak dapat diakomodasi melalui dana desa maupun gotong royong karena keterbatasan anggaran. Sehingga kehadiran TMMD menjadi solusi percepatan pembangunan.


"Kalau tidak ada TMMD, mungkin pembangunan itu baru bisa direalisasikan lima sampai sepuluh tahun lagi," kata H Muhammad Juaini Taofik, Rabu (22/04/2026).


Dengan adanya program ini yang merupakan integrasi antara pemerintah daerah dan dukungan dari Mabes TNI Angkatan Darat, pembangunan bisa dipercepat.


Ia menjelaskan dari sisi efisiensi anggaran, program TMMD mampu menghemat biaya hingga 30 persen hingga 50 persen lebih,  karena pelaksanaannya dilakukan secara swakelola, bukan melalui sistem proyek.


Menurutnya, indikator keberhasilan TMMD tidak hanya dilihat dari keterlibatan TNI, Polri, dan pemerintah daerah, tetapi juga dari partisipasi aktif masyarakat dalam gotong royong.


Selain pembangunan fisik kata Sekda, program TMMD juga memberikan dampak besar pada aspek nonfisik. Di antaranya penyuluhan tentang stunting, wawasan kebangsaan, bela negara, serta bahaya narkoba. 


Sekda menyoroti tingginya angka kasus narkoba di Lombok Timur, yang mencapai sekitar 30 sampai 40 persen dari total kasus di lembaga pemasyarakatan.


"Pencegahan narkoba harus dilakukan secara masif, bukan hanya tindakan represif. Kami sangat mengapresiasi pemilihan isu-isu nonfisik yang relevan seperti narkoba, stunting, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan positif bagi pemuda," bebernya.


Sementara itu, Kasi Ter Korem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Irawan Agung Wibowo menjelaskan, tujuan utama TMMD adalah memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. 


Program ini juga bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah yang masih tertinggal serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat.


"Output dari TMMD adalah percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui kegiatan fisik maupun nonfisik yang berdampak langsung bagi masyarakat Lombok Timur," jelasnya.


Sementara itu, Komandan Kodim 1615/Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson, memaparkan sejumlah sasaran fisik dalam TMMD ke-128. Diantaranya pembangunan rabat jalan usaha tani sepanjang 60 meter untuk mempermudah akses pengangkutan hasil pertanian, serta pembuatan talud di sisi kanan dan kiri jalan sepanjang 1.130 meter atau sekitar 1,1 kilometer.


Selain itu, terdapat pula kegiatan nonfisik dan tambahan lainnya seperti pembangunan MCK, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan 45 titik sumur bor, penanaman pohon, serta berbagai penyuluhan kepada masyarakat.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur atas dukungan penuh yang diberikan, baik dari sisi anggaran, tenaga, maupun fasilitas lainnya.


"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur yang telah mendukung penuh kegiatan TMMD ke-128, baik dari sisi anggaran, tenaga, maupun peralatan," ujarnya.


Sekretaris Desa Paok Lombok, Muhammad Kencana, menyampaikan apresiasi atas realisasi program tersebut. Ia menyebut masyarakat selama ini kesulitan mengangkut hasil pertanian karena keterbatasan akses jalan.


“Dengan adanya TMMD, masyarakat tidak lagi kesulitan membawa hasil pertanian karena sudah ada Jalan Usaha Tani. Bahkan nantinya kendaraan roda empat bisa masuk sehingga biaya angkut tidak membengkak,” katanya.


Ia menambahkan, manfaat program ini akan dirasakan oleh empat dusun, yakni Dusun Getap, Paok Lombok Selatan, Pancor Kopong, dan Pancor Kopong Lauk. Jika terdapat kekurangan anggaran, pengerjaan akan disesuaikan melalui dukungan dana desa dan swadaya masyarakat.


“Kami sampaikan terima kasih kepada Kodim 1615 dan Pemerintah Daerah yang telah merealisasikan harapan masyarakat. Ini sangat membantu peningkatan kesejahteraan petani,” tutupnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama