Banjir Kaliantan semakin meluas, warga minta pemerintah segera bertindak - OPSINTB.com | News References

04/02/26

Banjir Kaliantan semakin meluas, warga minta pemerintah segera bertindak

Banjir Kaliantan semakin meluas, warga minta pemerintah segera bertindak

 
Banjir Kaliantan semakin meluas, warga minta pemerintah segera bertindak

OPSINTB.com - Warga Dusun Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih dihantui rasa cemas akibat luapan Bendungan Embung Bedah.


Pasalnya, luapan itu merendam sebagian wilayah tersebut. Peristiwa ini membuat warga khawatir banjir semakin meluas dan menimbulkan penyakit. 


Pantauan opsintb.com, hingga saat ini banjir setinggi lutut orang dewasa merendam rumah warga, lahan pertanian hingga rumah ibadah. Beberapa warga masih bertahan di rumah, sebagiannya memilih mengungsi karena air sudah masuk ke dalam rumah. 


Salah satunya ialah, Ilang (58), banjir tersebut telah merendam rumahnya selama dua minggu lebih. Kini, banjir semakin meluas merembet ke rumah warga lain. 


“Kalau di rumah saya sudah masuk airnya, makanya saat ini kami mengungsi,” ujar Ilang, Rabu (4/2/2026). 


Tak hanya rumah, lahan pertanian milikinya sudah satu bulan terendam banjir.


Dia menceritakan, dulu hanya di kawasan tempat tinggalnya saja yang menjadi langganan banjir, tapi saat ini semakin meluas. 


Ilang khawatir, akibat dari banjir tersebut, akan berdampak pada lumpuhnya ekonomi masyarakat karena tidak bisa beraktivitas, serta kesehatan yang ditimbulkan dari banjir tersebut. 


“Tempat kami ini kan sudah kumuh, lagi ditambah banjir, sampah kiriman dan kotoran hewan juga terbawa banjir. Kalau begini terus takutnya anak-anak kami di sini nanti bisa saja kena penyakit kulit,” keluh Ilang. 


Senada, Samsul Hadi (37) warga lainya menambahkan, akibat dari banjir tersebut menyebabkan anak-anak di desanya tidak berani berangkat ke sekolah karena akses jalan yang dilalui juga tergenang. 


"Di sekolah mereka juga saat ini masih kebanjiran,” terang Samsul. 


Banjir tersebut, lanjut Samsul, disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi, sehingga menyebabkan melupanya air Bendungan Embung Bedah hingga ke pemukiman warga.


Bendungan tersebut, imbuhnya, tidak memiliki jalur pembuangan sehingga air cepat meluap. 


“Kami harapkan kepada pemerintah untuk secepatnya membuat saluran pembuangan bendungan ini, jangan sampai menunggu kami semua tenggelam baru mereka bergerak,” ujarnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama