OPSINTB.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mencatat sebanyak 520 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan angin kencang yang terjadi pada Selasa-Rabu, 20-21 Januari 2025. Adapun 520 KK tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, dan Pujut.
Kepala Pelaksana BPBD Loteng, Ridwan Ma’ruf melaporkan, untuk lokasi terparah peristiwa ini terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya. Sedangkan di Kecamatan Pujut, kendati kondisi juga parah, namun pihaknya telah berhasil melakukan normalisasi.
‘’Termasuk yang di Lenser, Desa Kuta kemarin. Tiang listrik yang tumbang telah kami normalisasi dengan tim,’’ kata dia dikonfirmasi Kamis (22/1/2026).
Pria yang karib dipanggil Gabus tersebut melanjutkan, kendati tak menimbulkan korban jiwa, banjir dan angin kencang menyebabkan 12 rumah rusak serta 37 pohon tumbang.
‘’Itu secara umum di seluruh wilayah Loteng,’’ ujarnya.
Selain di tiga kecamatan tersebut, Gabus juga menyebut Kecamatan Jonggat sebagai daerah rawan bencana. Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat waspada jika melintas di wilayah tersebut. Kata Gabus, Bupati Pathul sendiri telah menginstruksikan lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lapangan pada malam kejadian.
Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB, karena Loteng telah berstatus tanggap darurat bencana. ‘’Dengan kejadian yang begitu masif dan peringatan dari BMKG juga, serta hasil rakor dengan BPBD Provinsi, dan kabupaten/kota maka di situ kita ditetapkan status tanggap darurat,’’ katanya.
Melihat kondisi cuaca saat ini, dia melanjutkan, potensi terjadinya banjir susulan di beberapa wilayah Loteng bisa saja terjadi dalam rentang seminggu ke depan. ‘’Dari hasil meeting kami dengan BNPB Pusat, satu pekan ke depan potensi terjadinya banjir sangat besar,’’ imbuhnya.
Dia menambahkan, salah satu penyebab terjadinya banjir, terutama di wilayah selatan disebabkan penebangan pohon yang masif. ‘’Sehingga, ketika hujan turun air terbawa ke sungai dan terjadi pendangkalan. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat juga mempengaruhi kondisi lingkungan kita,’’ tutupnya. (wan)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami