Tangis haru warga Desa Anjani penerima bantuan Mahyani dari Baznas NTB - OPSINTB.com | News References

28/11/25

Tangis haru warga Desa Anjani penerima bantuan Mahyani dari Baznas NTB

Tangis haru warga Desa Anjani penerima bantuan Mahyani dari Baznas NTB

 
Tangis haru warga Desa Anjani penerima bantuan Mahyani dari Baznas NTB

OPSINTB.com - Rasa syukur Inak Sedan dan Seri Ayu, membumbung ke langit. Tangisnya pecah, tak tertahan.


Bagaimana tidak, dua warga Gubuk Kepah Dusun Anjani Barat, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga ini, tak perlu was-was lagi tinggal di rumahnya sendiri. Kini mereka bisa menikmati masa tua di gubuk itu.


Kebahagiaan begitu nampak saat mereka menerima kondisi rumahnya yang layak ditinggali. Mereka merupakan penerima program Rumah Layak Huni (Mahyani) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nusa Tenggara Barat (NTB).


Perwakilan keluarga, Quratul Aini menceritakan betapa besar perubahan emosional yang dirasakan oleh Inak Sedah setelah menerima rumah baru tersebut.


“Beliau sangat bahagia. Setiap kali bertemu saya, rasanya ingin memeluk saya, seolah saya ini anaknya sendiri," kata Quratul Aini, Jumat (28/11/2025).


Saking bahagianya mendapat rumah layak huni ini, dia seperti menemukan harapan baru. Selama ini, Inak Sedah hidup sebatang kara dan menempati rumah yang jauh dari kata layak. Berbagai upaya pengajuan bantuan dari pemerintah sebelumnya tidak pernah terealisasi.


Dia menuturkan, dulu sering diajukan ke dinas sosial, tapi belum pernah tersentuh sama sekali. Tidak pernah dapat bantuan apa pun. 


Untuk menyambung hidup, Inak Sedah, sesekali bekerja mengambil kayu bakar di Sungai Belimbing, itu pun jika ada yang membeli. 


Usianya kini diperkirakan mencapai 90 tahun, sehingga aktivitas mencari nafkah semakin sulit dilakukan.


"Yang paling dibutuhkan ya rumah, juga kebutuhan makan sehari-hari karena beliau tidak punya pekerjaan,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua Baznas Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal Murad menyampaikan, bantuan rumah ini merupakan bagian dari program prioritas Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik.


“Alhamdulillah, kami merasa berbahagia karena dapat menjalankan amanah para muzaki yang berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui Baznas NTB. Rumah layak huni adalah salah satu program utama kami untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Iqbal.


Ia menjelaskan, setiap penerima melalui proses verifikasi ketat untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang paling layak.


Tahun ini, kami membangun sekitar 340 unit rumah layak huni di seluruh Provinsi NTB, ditambah dukungan dari Baznas RI sebanyak 9 unit rumah.


Setiap unit rumah dibangun dengan skema biaya Rp 20 juta untuk bahan banguna dan Rp 5 juta untuk upah pekerja. Iqbal menegaskan, besaran tersebut tidak bersifat penuh, sebab keberhasilan pembangunan juga sangat mengandalkan gotong royong warga sekitar.


Pihaknya selalu mendorong partisipasi masyarakat, agar proses pembangunan bukan hanya dikerjakan oleh tukang, tetapi juga menjadi bentuk kebersamaan warga. Dengan dana 25 juta, diharapkan hasilnya bisa jauh lebih maksimal.


Di banyak lokasi, bebernya, dukungan warga sekitar tidak hanya berupa tenaga, tetapi juga bantuan perabotan rumah tangga. Skema kolaboratif ini menjadi kekuatan utama yang membuat pembangunan rumah lebih cepat dan lebih baik dari standar bantuan.


“Harapan kami, rumah yang dibangun bukan sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi sumber kebahagiaan dan awal kehidupan yang lebih baik bagi penerimanya,” tutup Iqbal. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama