Pemdes Lendang Ara Kecamatan Kopang tahun ini fokus bina dan kembangkan UMKM - OPSINTB.com | News References -->

24/01/24

Pemdes Lendang Ara Kecamatan Kopang tahun ini fokus bina dan kembangkan UMKM

Pemdes Lendang Ara Kecamatan Kopang tahun ini fokus bina dan kembangkan UMKM

 
Pemdes Lendang Ara Kecamatan Kopang tahun ini fokus bina dan kembangkan UMKM

OPSINTB.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah pada tahun ini akan fokus mengembangkan UMKM. Kades Lendang Ara, Ayunan, menjelaskan UMKM Lendang Ara lebih banyak memproduksi makanan tradisional, modern dan kopi.


"Lebih banyak UMKM kita di sini fokus pada makanan tradisional seperti klepon, cerorot dan lain-lain," kata Ayunan di ruang kerjanya, Selasa (23/1/2024).


Pemasarannya pun, jelas dia, sudah banyak yang ke luar daerah. Seperti ke Pulau Sumbawa, Mataram, dan Lotim. Ia mengatakan, pemdes dan pelaku UMKM di Lendang Ara sangat terbantu dengan adanya mahasiswa yang melakukan KKN di Lendang Ara. Sebab, mereka sangat berperan dalam mempromosikan UMKM desa setempat ke daerah masing-masing.


Mereka juga sangat membantu dalam hal administrasi, seperti penerbitan label halal dan lain-lain.


"Salah satunya kemarin dari UIN Mataram mereka berhasil menerbitkan 15 label halal bagi pelaku UMKM kami. Selain itu teman-teman dari Undikma dan Akpar Mataram juga sudah membantu kami dengan menerbitkan 21 label," ujar Ayunan.


Pemdes sendiri terus melakukan pembinaan dengan membantu memberikan modal bagi para pelaku UMKM. Pemdes memberikan Rp 1 juta bagi masing-masing pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya yang digelontorkan dari ADD.


Selain itu, pemdes juga membantu dalam administrasi. Seperti dengan menerbitkan sertifikat halal dari MUI. Dan, sedang melobi pihak Baznas Loteng agar para pelaku UMKM bisa memperoleh tambahan modal usaha.


"Rp 45 juta yang kami anggarkan untuk tahun ini bagi pelaku UMKM di Lendang Ara," ungkapnya.


Saat ini, di Desa Lendang terdapat 53 pelaku UMKM. Dengan rincian 17 indusrti rumah tangga (IRT) dan yang baru berlabel halal sebanyak 20-an. Pihaknya akan terus mendorong agar semua pelaku UMKM di desanya dapat bisa berlabel produksiindustrirumahtangga (PIRT).


Ayunan tak memungkiri masih ada kendala dalam melakukan pembinaan. Oleh sebab itu, ia menyatakan tidak akan pernah berhenti untuk melakukan pembinaan sampai para pelaku UMKM menjadi benar-benar mandiri.


"Memang ada saja kendala. Contohnya kemarin saat diberikan penerbitan nomor induk berusaha (NIB) setelah mereka selesai; mereka lupa cara print out dan password-nya ketika akan mencetak lagi," katanya.


Selain makanan, UMKM Desa Lendang Ara juga banyak mengembangkan kerajinan anyaman dari bambu, walaupun bentuknya masih berupa kerajinan lama. Seperti keranjang buah dan bakulan.


Untuk kerajinan anyaman dari rotan, pada 2019 lalu sempat terhenti karena COVID-19. Pasalnya bahan-bahan baku berupa rotan dan lainnya pengirimannya terhenti.


Sekarang masih ada 2 yang aktif membuat dan sangat berkembang di Desa Lendang Ara," pungkasnya. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama