4 event pariwisata baru di Lombok Tengah yang harus anda prioritaskan untuk disaksikan - OPSINTB.com | News References -->

24/01/24

4 event pariwisata baru di Lombok Tengah yang harus anda prioritaskan untuk disaksikan

4 event pariwisata baru di Lombok Tengah yang harus anda prioritaskan untuk disaksikan

 
Event pariwisata baru di Lombok Tengah

OPSINTB.com - Minggu, 24 Desember 2023 lalu, Pemkab Lombok Tengah (Loteng) melaunching event pariwisata 2024. Launching dilakukan di simpang 4 depan gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.


Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri, mengatakan launching dilakukan untuk mendukung event-event kelas nasional dan internasional yang akan dilaksanakan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, seperti MotoGP di Sirkuit Mandalika dan Festival Bau Nyale di Pantai Seger. 


''Selain itu, event pariwisata tersebut dihajatkan untuk mendongkrak perekonomian dan membantu para pelaku UMKM,'' kata Bupati, Rabu (24/1/2024). 


Pemkab Lombok Tengah sendiri pada tahun ini melaunching 18 event pariwisata, dan 4 di antaranya merupakan event baru alias belum pernah diselenggarakan di tahun-tahun sebelumnya. Mau tau apa saja? Yuk baca hingga tuntas! 


1. Event Begawe Jelo Nyensek 


Begawe Jelo Nyensek merupakan event yang digelar dalam rangka melestarikan kekayaan kain tenun khas Suku Sasak di Desa Sukerara, Kecamatan Jonggat. Pelaksanaan Begawe Jelo Nyensek melibatkan ribuan penenun tradisional yang bersamaan menenun untuk mendedikasikan jiwa estetika mereka dan ketekunan dalam menghasilkan karya kain tenun. 


Event ini biasanya digelar pada pertengahan bulan Juni. 


2. Festival Bekerase 


Atraksi ini biasa dilakukan sekali setahun ketika musim panen. Hal tersebut dilakukan agar tidak menggangu irigasi bagi petani. Pada Event Bekerase ini, masyarakat akan beramai-ramai menangkap ikan di Embung Bual yang berlokasi di Desa Aik Bual, Kecamatan Kopang. 


Festival Bekerase dilaksanakan pada bulan Juli.  


3. Festival Perang Timbung 


Festival Perang Timbung merupakan festival yang dilaksanakan di kawasan makam Raja Pejanggik yakni di Dusun Serewa, Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Perang Timbung dilaksanakan sebagai acara tolak bala untuk menghindari cobaan dan memohon berkah kepada Tuhan Yang Maha Esa serta sebagai wahana silaturrahmi untuk mempererat kesatuan antar warga. 


Sementara, Perang Timbung dilakukan dengan cara saling lempar dengan menggunakan beras ketan yang sebelumnya sudah dimasak dengan menggunakan bambu. Konon Perang Timbung juga dijadikan ajang cari jodoh bagi para kawula muda di desa setempat. 


Festival Perang Timbung biasanya digelar pada akhir bulan Agustus. Tokoh masyarakat setempat biasanya menetapkan pada tanggal 25 atau 26. 


4. Festival Malean Sampi


Malean Sampi atau Karapan Sapi, merupakan event pariwisata yang dilaksanakan di Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata. Malean Sampi merupakan wujud rasa syukur para petani yang sudah selesai melaksanakan panen dan bersiap untuk menyambut musim panen berikutnya. 


Festival Malean Sampi akan digelar pada bulan November. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama