Jelang MotoGP, Dispar Loteng perbaharui FPKAT dan edukasi pedagang asongan - OPSINTB.com | News References -->

05/09/23

Jelang MotoGP, Dispar Loteng perbaharui FPKAT dan edukasi pedagang asongan

Jelang MotoGP, Dispar Loteng perbaharui FPKAT dan edukasi pedagang asongan

 
Moto GP 2023

 

OPSINTB.com - Menyambut event MotoGP seri ke-16 di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah (Loteng) Oktober 2023 mendatang, Dinas Pariwisata Loteng saat ini sedang memperbaharui Satgas Fasilitasi Pengaduan Konsumen Akomodasi dan Transportasi (FPKAT). 


Kepala Dinas Pariwisata Loteng, H Lendek Jayadi menjelaskan, satgas ini nantinya akan terintegrasi untuk menerima segala bentuk pengaduan dari penonton terkait akomodasi dan tranportasi. 


''Timnya itu nanti terintegrasi. Bisa juga menjadi pos pengaduan,'' kata Lendek Jayadi di Kantor DPRD Loteng, Selasa (5/9/2023). 


Dijelaskan, satgas ini terdiri dari unsur pengelola akomodasi, transportasi, aparat penegak hukum (APH), para pegiat, dan pemerintah daerah. Adapun jumlah satgas akan representatif atau mewakili semua unsur di atas. 


''Jumlahnya cukup representatif. Mewakili semua unsur,'' imbuh Jayadi. 


Disebutkan, dari event-event yang sudah berlangsung sebelumnya, pihaknya mencatat masih ada beberapa persoalan yang menjadi tugas dan harus segera diselesaikan. Di antaranya terkait dengan pedagang asongan. Para pengasong, akui Jayadi, masih belum bisa disterilisasi keberadaannya di sepanjang kawasan sirkuit. 


''Kalau yang parkir sekarang sudah ada pihak ketiga yang mengelola, sedangkan pedagang asongan, kami belum mampu melakukan sterilisasi di kawasan roi-roi pantai,'' aku Jayadi. 


Jayadi mengutarakan, pihaknya saat ini telah melakukan pendekatan kepada para pedagang asongan. Hal itu dilakukan dengan memberikan edukasi dan pembenahan tempat bagi para pedagang. Hal ini diharapkan agar mereka berempati. Di sisi lain juga, hal ini adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada mereka. 


Sebab dikhawatirkan jika mereka tidak bisa berjualan lagi, perekonomian mereka akan tersendat. Terlebih para pedagang asongan banyak yang masih berusia sekolah. 


''Kami tidak menginginkan adanya kekerasan, sehingga kami siapkan tempat yang lebih baik,'' ujar Jayadi. 


Adapun pihak-pihak yang dilibatkan dalam proses edukasi para pedagang ialah Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) dan Dinas Perdagangan. 


''Bagaimana keberpihakan kami kepada mereka, sehingga insentif ekonomi mereka itu terbuka,'' ungkapnya. 


Selain itu, pihaknya saat ini sedang mendorong ITDC untuk tidak memungut biaya sepeser pun dari para pelaku UMKM di area Bazar Mandalika saat penyelenggaraan event MotoGP. Hal ini untuk memberi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan hasil produksi mereka saat event nanti. 


''Itu kami dorong supaya ada kebijakan untuk memberi ruang UMKM kita berada di sana,'' pungkasnya. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama