Aksi sempat memanas di depan gedung DPRD Kabupaten Lombok Timur. Massa membakar ban, merangsek masuk sehingga gerbang kantor dewan jebol.
Koordinator Umum koalisi Laskar Banteng Hitam, Yandis mengatakan, aksi yang dilakukan itu atas nama rakyat. Bukan pesanan kepentingan politik atau kelompok tertentu.
"Kami aksi hari Jilid III untuk mendesak lagi, pemerintah membatalkan kenaikan Harga BBM," ucap Yandis.
Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan Yandis, pertama menolak tegas kenaikan harga BBM bersubsidi. Kedua meminta pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok.
Ketiga, menolak dan mendesak pemerintah menunda proyek strategis nasional yang dinilai tidak berdampak langsung kepada masyarakat, dan mengalihkan anggaran ke subsidi BBM yang lebih berdampak kepada masyarakat, serta meminta kenaikan upah buruh minimum sebesar 20 persen.
"Tidak hanya itu juga tuntutan kami tetapi kami juga meminta semua Fraksi di DPRD Lotim, untuk menyatakan sikap menolak kenaikan BBM bersubsidi dan mengawal langsung sampai ke senayan surat pernyataan sikap tersebut," pungkasnya.
Dalam susana masih panas, Wakil Ketua DPRD Lotim, H Daeng Paelori, mencoba menemui massa aksi. Tapi mereka tetap meminta agar seluruh fraksi hadir untuk memberikan pernyataan sikapnya.
Bahkan massa aksi sempat adu mulut dengan Wakil Ketua DPRD Lotim, H Daeng Paelori, dan tetap meminta agar semua fraksi keluar menemuinya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami