Ingin pembudidaya ikan air tawar mandiri, HBK beri bantuan mesin pakan di Loteng - OPSINTB.com | News References -->

Jumat, 25 Maret 2022

Ingin pembudidaya ikan air tawar mandiri, HBK beri bantuan mesin pakan di Loteng

Ingin pembudidaya ikan air tawar mandiri, HBK beri bantuan mesin pakan di Loteng

 
Ingin pembudidaya ikan air tawar mandiri, HBK beri bantuan mesin pakan di Loteng

OPSINTB.com - Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/Pulau Lombok, H Bambang Kristiono (HBK) menggelar Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (25/03/2021). Selain menyapa dan menyerap aspirasi masyarakat dari dekat, HBK juga menyalurkan bantuan mesin pakan ikan terapung kepada warga pembudidaya ikan air tawar di Kecamatan Batukliang Utara.

"Dengan pemberian bantuan mesin pembuatan pakan ikan terapung ini, kita harapkan ketergantungan masyarakat pembudidaya ikan air tawar dari luar bisa dikurangi," kata HBK di sela penyerahan bantuan tersebut.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut dalam beberapa kesempatan bersilaturahmi dengan masyarakat pembudidaya ikan air tawar di Lombok Tengah memang mendapat pengaduan soal bagaimana ketergantungan mereka pada pakan ikan dari luar NTB. Selain itu, harga pakan juga kadang tidak bersahabat sehingga menyulitkan para pembudidaya ikan air tawar.

"Dengan pengoperasian mesin pembuatan pakan ikan terapung ini, pembudidaya ikan air tawar akan mendapat harga pakan yang lebih kompetitif, sehingga mampu mendorong kenaikan pendapatan bagi para pembudidaya," imbuh politisi Partai Gerindra ini.

Bantuan mesin pembuatan pakan ikan terapung tersebut diterima oleh Koperasi Lombok Tirta Raya di Kecamatan Batukliang Utara. Dalam penyerahan bantuan ini, HBK didampingi oleh Ketua HBK Peduli NTB, Ali Al Khairy dan Sekretaris HBK Peduli Rannya Agustyra Kristiono. Hadir pula Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Tengah Muhalip dan Ketua DPRD Lombok Tengah, M Tauhid.

Saat ini, Koperasi Lombok Tirta Raya memiliki anggota sebanyak 34 orang. Semuanya merupakan para pembudidaya yang memasok kebutuhan ikan air tawar di Gumi Tatas Tuhu Trasna.

HBK menjelaskan, mesin pembuat pakan ikan yang diserahkan kepada pembudidaya ikan air tawar tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 400 kilogram setiap hari. Jumlah tersebut memang belum akan mampu memenuhi seluruh permintaan, mengingat para petani ikan air tawar di Kec. Batukliang Utara saja setidaknya membutuhkan dua ton pakan ikan di setiap harinya.

Dalam penyerahan bantuan mesin pembuat pakan tersebut, terungkap pula bahwa selama ini kebutuhan pakan ikan air tawar dipasok dari Pulau Jawa dan Bali. Untuk mendapat pakan tersebut, para pembudidaya membelinya dengan rata-rata harga di atas Rp 10.000 per-kilogramnya.

Harga pakan yang di atas Rp 10 ribu per kilogramnya tersebut, membuat budidaya ikan air tawar yang dilakukan warga menjadi tidak kompetitif. Bahkan, jika pembelian pakan menggunakan sistem ijon, para pembudidaya ikan air tawar harus membeli pakan dari pemasok dengan harga antara Rp 14 ribu hingga Rp 16 ribu per-kilogramnya.

"Mesin pakan ini kami harapkan menjadi jalan keluar permasalahan yang telah lama dihadapi para pembudidaya ikan air tawar di Kab. Lombok Tengah. In syaa Allah, ini akan menjadi jalan bagi kemaslahatan bersama," kata HBK.

Dalam kesempatan tersebut, Rannya Agustyra Kristiono menjelaskan, dengan beroperasinya mesin pembuat pakan ikan itu, nantinya para pembudidaya sudah bisa mendapatkan pakan ikan dengan harga di bawah Rp 10.000 per kilogramnya, sehingga usaha budidaya ikan air tawar yang dikelola warga akan menjadi sangat kompetitif.

Rannya menegaskan, HBK Peduli akan terus memberikan kontribusinya kepada para pembudidaya ikan air tawar di Kec. Batukliang Utara. Sebab, budidaya ikan air tawar tersebut telah terbukti memberi kontribusi yang besar terhadap upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.

"Apabila bantuan ini bisa berjalan efektif serta sesuai dengan yang kita harapkan, maka HBK Peduli siap untuk membantu mengembangkannya lagi," ucap dara yang akan mencalonkan diri sebagai Anggota DPD RI dari NTB dalam Pemilu Legislatif 2024 ini. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama