Program Lotim Berkembang baru terealisasi 736 peternak, Wabup : Belum memuaskan - OPSINTB.com | News References -->

Rabu, 25 November 2020

Program Lotim Berkembang baru terealisasi 736 peternak, Wabup : Belum memuaskan

Program Lotim Berkembang baru terealisasi 736 peternak, Wabup : Belum memuaskan

Program Lotim Berkembang baru terealisasi 736 peternak. Wabup : Belum memuaskan

 OPSINTB.com - Program Lombok Timur Berkembang yang diluncurkan September lalu diharapkan hingga akhir tahun ini dapat mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu 1500 peternak dari target lebih dari lima ribu.


Hal itu disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi Sj saat memimpin rapat evaluasi Pelaksanaan Lombok Timur Berkembang, Selasa (24/11).

Dia menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya, realisasi dari dua Bank mitra mencapai 736 peternak dengan jumlah dana Rp 11 Milyar lebih. Kondisi ini dinilai belum cukup memuaskan. Karenanya diharapkan semua pihak yang terkait dengan program ini dapat  berupaya lebih maksimal. 

Wabup menilai penting pula untuk menyamakan persepsi antara Bank Mitra dengan Pemerintah dan masyarakat.

"Lotim Berkembang tidak menyasar pengusaha melainkan masyarakat kurang mampu yang diharapkan dapat mengentaskan kemiskinannya. Pemerintah memiliki tanggung jawab moral sehingga wajib mengawal program ini hingga tuntas," tegas Rumaksi.

Salah satu kendala diakui pihak perbankan adalah kondisi internal terkait verifikasi data calon penerima. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Selong menyebut kendala verifikasi dari pihaknya adalah adanya dua program pemerintah yang harus diakomodir BRI pada waktu bersamaan yaitu bantuan untuk UKM. 

Akan tetapi pihak BRI optimis setelah tuntasnya bantuan produktif UMKM (BPUM) tersebut BRI dapat melakukan verifikasi untuk KUR Peternak dengan lebih optimal. BRI bahkan optimis dapat menyelesaikan sekitar 500 peternak untuk realisasi sebelum tahun 2020 berakhir. Sementara itu Bank Nasional Indonesia (BNI) menyanggupi target 250 peternak akan direalisasikan.

Poin lainnya yang juga dibahas adalah belum optimalnya komunikasi OPD terkait utamanya dengan pihak BRI dalam tahapan verifikasi peternak. Sedainya verifikasi ini melibatkan tim teknis untuk pendampingan hingga tahap penyediaan ternak sapi.

Sementara itu ketua OJK NTB, Farid Faletehan mengingatkan pentingnya sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat peternak terkait subsidi bunga KUR melalui Lotim Berkembang ini. 

"Sejumlah masyarakat yang mengundurkan diri terbukti belum sepenuhnya memahami bantuan yang diterima," kata Farid.

Selain Pimpinan BNI dan perwakilan BRI, hadir pula pada rapat tersebut Manager cabang Jasindo NTB, Asisten 2 Sekda Lotim, Bappeda, Dinas Peternakan, BPKAD Lombok Timur. (yan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama