Reker perdana FJLT lahirkan Kesepakatan penting - OPSINTB.com | News References -->

Minggu, 09 Agustus 2020

Reker perdana FJLT lahirkan Kesepakatan penting

Reker perdana FJLT lahirkan Kesepakatan penting

Reker perdana FJLT lahirkan Kesepakatan penting

OPSINTB.com - Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana, Sabtu 08/08/2020. Pada kesempatan tersebut, FJLT melahirkan kesepakatan penting, yakni terbentuknya tiga bidang yang masuk dalam struktur baru kepengurusan. Di antaranya Bidang Pengembangan Kapasitas, Bidang Usaha dan Kemitraan, dan Bidang Advokasi.

"Yang tergabung dalam FJLT ini kan, banyak. Kami bertiga tentu kesulitan untuk menangani itu. Terlebih, permasalahan di dunia wartawan ini kan sangat kompleks. Kepengurusan kita tambah, tapi tidak terlalu gemuk," kata Ketua FJLT, Rusliadi.

Ketiga bidang tersebut diharapkan mampu menyusun program berdasarkan tupoksi masing-masing. Dan, memberi sumbangsih bagi perkembangan organisasi melalui ide-ide yang dicetuskan.

Bidang Pengembangan Kapasitas bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis, agar anggota dapat melaksanakan tugas peliputan dengan baik dan benar. Sehingga berita yang disajikan ke publik sesuai dengan kaidah jurnalistik.

"Kita ingin seluruh wartawan yang terhimpun di FJLT juga, paham betul kode etik jurnalistik. Sehingga, jangan sampai ada wartawan yang bersikap di luar kode etik," ucap Rusli.

Kemudian pada Bidang Usaha dan Kemitraan, diharapkan dapat menghadirkan kesejahteraan bagi wartawan. Serta, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Melalui bidang ini, FJLT juga diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan wartawan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Selama ini kan wartawan hanya dikenal sebagai penulis berita, perlu juga rasanya kita melakukan kegiatan sosial, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat," pungkas wartawan Suara NTB itu.

Sementara pada Bidang Advokasi, anggota FJLT akan diberikan pembekalan pengetahuan hukum. Agar lebih memahami koridor pemberitaan dan tidak melewati batas kewenangannya sebagai jurnalis.
Tentunya, permasalahan hukum yang mungkin timbul akibat pemberitaan juga menjadi konsentrasi bidang ini.

"Mereka tugasnya mengidentifikasi masalah akibat pemberitaan. Kemudian mengkomunikasikan dengan pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan untuk mencari solusi terbaik," jelas Rusli. (yan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama