Pimpin apel pagi, Sekda Lotim tegaskan ASN wajib sosialisasikan 4M - OPSINTB.com | News References -->

Monday, August 24, 2020

Pimpin apel pagi, Sekda Lotim tegaskan ASN wajib sosialisasikan 4M

Pimpin apel pagi, Sekda Lotim tegaskan ASN wajib sosialisasikan 4M

Pimpin apel pagi, Sekda Lotim tegaskan ASN wajib sosialisasikan 4M

OPSINTB.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur HM Juaini Taofik memipin Apel Pagi Gabungan yang berlangsung di halaman kantor Bupati, Senin 24/8/2020.

Apel dilakukan dalam upaya sosialiasi kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator terkait pencegahan dan pengendalian covid-19, sesuai arahan Inspektorat Jendral Kementerian Dalam Negeri.

Dijelaskan Juainj, Lombok Timur beberapa waktu lalu (21/08) menerima penghargaan sebagai Gugus Tugas Terbaik se-NTB. Penghargaan yang diserahakan Gubernur NTB selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB tersebut belangsung di Lapangan Gajah Mada Mapolda NTB. Predikat ini diraih dalam Administrasi Pelaporan Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi NTB.

"Penghargaan dari Gubernur, Danrem, dan Kapolda tersebut menurut Sekda tidak menjadikan gugus tugas jemawa, karena tujuannya bukan untuk penghargaan semata, melainkan untuk pengendalian covid-19," ungkapnya.

Menurut dia, kapasitas layanan kesehatan masih dalam pengendalian menjadi salah satu ukuran keberhasilan pengendalian tersebut. Keberadaan RSUD R Soedjono dan RSUD Lombok Timur yang saling menopang dalam penanganan covid-19 sehingga tidak terjadi outbreak, juga bisa disebut pula sebagai salah satu keberhasilan dalam pengendalian.

Kaitannya dengan Instruksi Mendagri No 4 tahun 2020, Sekda menyampaikan adanya peraturan kepala Daerah, dalam hal ini Bupati dengan poin di antaranya, seluruh mobil dinas mulai dari Kepala Daerah  sampai jabatan administrator wajib memasang stiker "Palatroli Covid-19" paling lambat Rabu (26/08). Seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama harus memastikan stiker tersebut sudah dipasang. "Sebab bagi yang diketahui belum memasang maka kendaraan dinasnya akan dicabut tanpa alasan," tegasnya.

Hal ini, disebut Sekda sebagai bentuk penegakan disiplin. Ditegaskannya lagi, Pejabat Pimpinan Tinggi pratama dan administrastor sudah seharusnya memberikan keteladanan, sebab inti dari kepemimpinan adalah keteladanan.

Poin lainnya, lanjut Juaini, adalah seluruh ASN bertugas untuk mengingatkan pelaksanaan 4M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan Menghindari kerumunan). Kegiatan besar yang melibatkan banyak orang dalam Era New Normal ini dapat dilaksanakan setelah mendapat izin kepolisian dan gugus tugas sesuai skala/lingkup kegiatannya.

"Nantinya akan ada pula ASN Peduli Covid-19 (APC) yang bertugas mengingatkan seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya untuk pelaksanaan 4M. Priorotas utama adalah pada desa/ kecamatan yang masih memiliki kasus covid-19," imbuhnya.

Saat ini, kendati dari jumlah desa yang masih memiliki kasus terkonfirmasi positif terdapat 34 (13,3%) dari 254 desa/kelurahan yang ada. Akan tetapi jika melihat dari pendekatan Kecamatan persentasenya masih cukup besar yaitu 14 (66,6%) dari 21 Kecamatan. Karenanya dibutuhkan perhatian dan kepedulian semua pihak, termasuk ASN sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat.

"Dengan kerja keras dan kerja sama semua pihak, sebelum 2020 berakhir covid-19 sudah dapat dikendalikan," pingkasnya. (yan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama