Sumbawa Barat

08/10/26

LPPM Universitas Cordova dorong pengembangan karya mahasiswa KKN melalui bedah naskah “Napak Tilas Raja-Raja Siren”

 
LPPM Universitas Cordova dorong pengembangan karya mahasiswa KKN melalui bedah naskah “Napak Tilas Raja-Raja Siren”

OPSINTB.com - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Cordova mendorong pengembangan karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui kegiatan Bedah Naskah “Napak Tilas Raja-Raja Siren” yang dilaksanakan di Aula Baitussyukri Universitas Cordova, Rabu (7/10/2026).


Naskah tersebut disusun oleh mahasiswa KKN Universitas Cordova yang ditempatkan di Desa Seran, Kabupaten Sumbawa Barat, Tahun 2026. Karya ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa selama melaksanakan KKN yang berangkat dari proses pengenalan, penggalian, dan dokumentasi sejarah serta pengetahuan lokal yang ditemukan di tengah masyarakat.


Melalui karya tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja selama berada di lokasi KKN, tetapi juga menghasilkan produk pengetahuan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Karena itu, LPPM Universitas Cordova menghadirkan forum bedah naskah sebagai ruang untuk memperoleh masukan dari berbagai perspektif sekaligus mendorong agar karya mahasiswa tersebut dapat disempurnakan.


Kegiatan ini diikuti oleh unsur mahasiswa dan dosen Universitas Cordova, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memberikan ruang diskusi yang lebih luas dalam melihat naskah dari sisi sejarah, budaya, pendidikan, maupun akademik.


Dalam sambutannya, Ketua LPPM Universitas Cordova, Puryadi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap karya mahasiswa KKN yang telah berupaya menggali dan mendokumentasikan pengetahuan lokal melalui naskah “Napak Tilas Raja-Raja Siren”. Ia berharap forum bedah naskah dapat memberikan masukan konstruktif bagi penyempurnaan karya tersebut sehingga dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai pengetahuan dan manfaat yang lebih luas. Sejalan dengan hal tersebut, Junaidi Efendi, S.T., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat, menilai karya yang dihasilkan mahasiswa melalui KKN merupakan bagian penting dari kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Ia berharap karya semacam ini dapat terus dikembangkan sehingga kegiatan KKN tidak hanya menghasilkan program kerja, tetapi juga melahirkan karya yang dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari dokumentasi pengetahuan lokal.


Kegiatan bedah naskah menghadirkan Amirul Hilmi, S.Si., M.Sc selaku Sekretaris Bidang Publikasi LPPM Universitas Cordova sebagai moderator. Nisamol Yakin, S.Pd. sebagai narasumber utama, yang merupakan keturunan langsung sekaligus ahli waris Trah Raja-Raja Siren. Nisamol memberikan perspektif sejarah dan warisan keluarga, khususnya terkait sejarah Raja-Raja Siren dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, Roy Mahendra, S.E., M.Sos., selaku Sekretaris Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kecamatan Taliwang, hadir sebagai pembedah naskah dari perspektif adat dan budaya Tana Samawa. Pembedah berikutnya, Dr. Akhairuddin, M.Pd., memberikan telaah dari perspektif sosial dan akademik, terutama dalam melihat penguatan naskah dari sisi keilmuan dan pengembangannya sebagai karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.


Dalam pembahasan, para pembedah memberikan sejumlah catatan untuk memperkuat naskah. Masukan yang muncul antara lain perlunya memperjelas genre atau bentuk buku, memperkuat referensi dan metodologi, melakukan verifikasi terhadap informasi sejarah, serta melengkapi dokumentasi dan sumber-sumber pendukung. Diskusi juga menyoroti pentingnya memperjelas narasi mengenai hubungan dan perbedaan antara Siren, Seran, dan Kamutar agar informasi yang disajikan dalam naskah dapat dipahami secara lebih jelas.


Masukan tersebut menunjukkan bahwa proses pengembangan karya mahasiswa tidak berhenti ketika program KKN selesai. Naskah yang dihasilkan mahasiswa dapat terus dikaji, diperbaiki, dan dikembangkan melalui keterlibatan berbagai pihak yang memiliki pengetahuan serta kepedulian terhadap sejarah dan budaya lokal.


Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Cordova berharap “Napak Tilas Raja-Raja Siren” dapat terus disempurnakan sehingga tidak hanya menjadi dokumentasi hasil program kerja KKN, tetapi juga berkembang menjadi karya yang memiliki nilai pengetahuan dan kontribusi terhadap literasi sejarah serta budaya lokal.


Lebih jauh, karya mahasiswa KKN Desa Seran ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa KKN dapat menghasilkan sesuatu yang lebih dari sekadar pelaksanaan program kerja, yaitu karya yang dapat didokumentasikan, dikembangkan, dan diwariskan. Pengalaman tersebut juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa KKN pada periode berikutnya untuk menggali potensi dan pengetahuan lokal di setiap lokasi penempatan serta menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat. (red)

02/10/26

Dorong pembelajaran digital, dosen Universitas Cordova latih guru SMKN 1 Brang Ene

 

Dorong pembelajaran digital, dosen Universitas Cordova latih guru SMKN 1 Brang Ene

OPSINTB.com - Transformasi pembelajaran digital tidak cukup hanya dengan mengenalkanteknologi. Guru juga perlu dibekali kemampuan untuk merancang bahan ajar, mengembangkan media pembelajaran, dan menerapkannya secara langsung. Upaya tersebut dilakukan dosen FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cordova melalui pelatihan pengembangan E-modul berbasis Problem Based Learning (PBL) dan LMS Google Sites bagi guru SMKN 1 Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.


Kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru SMKN 1 Brang Ene melalui Pengembangan E-Modul Berbasis PBL dan LMS Google Sites untuk Pembelajaran Berkelanjutan” dilaksanakan pada 11–12 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan penerapan dan pendampingan hingga akhir tahun2026.

 

Dari Pelatihan Menjadi Produk Pembelajaran


Kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Cordova tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi. Guru diarahkan untuk menghasilkan produk pembelajaran yang dapat digunakandalam kegiatan belajar mengajar. Tim PKM yang terdiri atas Hamdani, S. Pd., M. Pd.; Sopan Hidayat, S. Pd., M. Ed.; dan Rizka Donny Agung Saputra, S. Pd., M. Pd., merancang kegiatan dalam dua sesiyang saling berkaitan.


Pada 11 Agustus 2026, guru mendapatkan pelatihan pengembangan e-modul berbasis PBL. Guru diperkenalkan pada konsep e-modul, penyusunan materi, perancangan aktivitas pembelajaran, sertapenerapan pendekatan berbasis masalah. Sementara itu, pada 12 Agustus 2026, pelatihan dilanjutkandengan pengembangan dan pemanfaatan Google Sites sebagai ruang pembelajaran digital. Dengan pola tersebut, guru tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga belajar bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.


Limbah Pertanian Menjadi Sumber Belajar


Salah satu produk yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut adalah E-modul berbasis PBL dengan topik pembuatan pupuk kompos dari limbah pertanian. Pemilihan topik ini tidak terlepas darikeberadaan berbagai potensi dan permasalahan lingkungan di sekitar peserta didik. Limbah pertanianyang selama ini dipandang sebagai sisa kegiatan produksi dapat diangkat menjadi permasalahanpembelajaran.


Melalui e-modul tersebut, peserta didik diarahkan untuk mengenali permasalahan limbah pertanian, memahami potensi pemanfaatannya, melakukan penyelidikan, serta mempelajari proses pembuatanpupuk kompos. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajarmelalui permasalahan yang dekat dengan kehidupan mereka. Pembelajaran kemudian tidak berhentipada pemahaman konsep. Peserta didik juga diarahkan untuk berpikir kritis, mencari informasi, memecahkan masalah, dan merumuskan solusi berdasarkan kondisi lingkungan sekitar.


Menghubungkan E-Modul dengan LMS Google Sites


E-modul yang telah dikembangkan kemudian diintegrasikan dengan LMS Google Sites. Platform tersebut dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran digital untuk mengorganisasi bahan ajar dan aktivitas pembelajaran. Guru berlatih menyusun halaman pembelajaran, memasukkan bahan ajar, mengintegrasikan e-modul, serta menata aktivitas pembelajaran agar dapat diakses secara lebihterstruktur.


Integrasi ini menjadi bagian penting dalam kegiatan karena produk yang dihasilkan tidak berhentisebagai dokumen digital. E-modul ditempatkan dalam lingkungan pembelajaran digital sehingga guru memiliki pengalaman dalam menghubungkan bahan ajar, model pembelajaran, teknologi, dan aktivitasbelajar dalam satu kesatuan.

 

Pendampingan Berlanjut hingga Akhir 2026


Setelah pelatihan selesai, kegiatan tidak berhenti pada dua hari pelaksanaan. Tim PKM melanjutkanPenerapan dan pendampingan terhadap guru hingga akhir tahun 2026. Pendampingan diarahkan untukmembantu guru menerapkan produk yang telah dikembangkan, melakukan perbaikan, sertamenyesuaikan e-modul dan LMS Google Sites dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.


Tahap pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilanyang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam praktik. Guru juga memiliki kesempatanuntuk mengembangkan produk pembelajaran lainnya berdasarkan mata pelajaran dan karakteristikpeserta didik yang mereka hadapi. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menghasilkan sebuahproduk, tetapi juga membuka ruang bagi proses pengembangan dan penyempurnaan berkelanjutan.

 

Teknologi Bukan Sekadar Perangkat


Penggunaan teknologi dalam pembelajaran pada akhirnya bukan sekadar persoalan menggunakan aplikasi. Teknologi akan memberikan manfaat ketika digunakan untuk mendukung tujuan pembelajaran, membantu peserta didik memahami materi, menghadirkan permasalahan nyata, sertamemberikan ruang bagi mereka untuk aktif dalam proses belajar.


Melalui kegiatan PKM ini, pengembangan e-modul berbasis PBL dipadukan dengan LMS GoogleSites untuk membangun pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual dan terorganisasi. Temalimbah pertanian dan pembuatan pupuk kompos juga menunjukkan bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang relevan. Permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dapat diolah menjadi bagian dari proses pembelajaran.

 

Kolaborasi untuk Pembelajaran Berkelanjutan


Kegiatan PKM Universitas Cordova di SMKN 1 Brang Ene menjadi bagian dari upaya memperkuathubungan antara perguruan tinggi dan sekolah. Perguruan tinggi dapat memberikan dukungan berupapengetahuan, inovasi, dan pendampingan. Sementara itu, sekolah menjadi ruang untuk menguji, menerapkan, dan mengembangkan inovasi tersebut sesuai kebutuhan pembelajaran.


Pendampingan yang berlangsung hingga akhir 2026 diharapkan dapat memberikan ruang bagi guru untuk terus menyempurnakan produk yang telah dikembangkan. Lebih dari sekadar menghasilkan e-modul dan ruang pembelajaran digital, kegiatan ini diarahkan untuk membangun pengalaman bahwainovasi pembelajaran membutuhkan proses: dirancang, dicoba, diterapkan, dievaluasi, dan dikembangkan kembali.

 

Ending


Transformasi pembelajaran digital tidak selesai ketika pelatihan berakhir. Justru setelah pelatihan, proses penerapan dan pengembangan dimulai. Melalui e-modul berbasis PBL, LMS Google Sites, sertapendampingan berkelanjutan hingga akhir 2026, guru SMKN 1 Brang Ene memiliki ruang untuk terusmengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sekaligus berangkat dari persoalannyata di lingkungan sekitar. Ketika teknologi bertemu dengan masalah nyata di sekitar peserta didik, pembelajaran tidak hanya menjadi lebih digital, tetapi juga lebih kontekstual dan bermakna.

 

Penulis:

Hamdani, S. Pd., M. Pd.

Sopan Hidayat, S. Pd., M. Ed.

Rizka Donny Agung Saputra, S. Pd., M. Pd.

Dosen FKIP Universitas Cordova

20/08/26

Tingkatkan ekonomi lokal, Tim Universitas Cordova sulap ikan gabus Desa Meraran jadi bakso premium

 

Tingkatkan ekonomi lokal, Tim Universitas Cordova sulap ikan gabus Desa Meraran jadi bakso premium

OPSINTB.com - Tim dosen dari Universitas Cordova yang diketuai oleh Lidiawati, bersama anggota Sahratullah, dan Sumarlin, melaksanakan program pemberdayaan berbasis masyarakat di Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Program yang berlangsung pada 19 Juli 2026 ini menyasar Kelompok Wanita Istri Nelayan sebagai mitra utama untuk menciptakan produk unggulan desa.


Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya potensi ikan gabus (Channa striata) di Danau Lebo’ Desa Meraran yang selama ini hanya dijual segar atau menjadi ikan asin tradisional dengan nilai jual rendah. Padahal, ikan gabus memiliki kandungan protein dan albumin yang sangat tinggi, yang bermanfaat bagi penyembuhan luka dan kesehatan balita. Untuk meningkatkan nilai tambah tersebut, tim pengabdian memberikan solusi berupa diversifikasi produk menjadi bakso ikan gabus yang higienis dan memiliki daya simpan lebih lama. 


Proses pemberdayaan dilakukan melalui lima tahapan sistematis, mulai dari persiapan, sosialisasi, hingga pelatihan teknis produksi dan manajemen. Masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah ikan, tetapi juga didukung dengan implementasi teknologi tepat guna, seperti penggunaan mesin penggiling daging stainless steel, mesin pencetak bakso otomatis, dan teknologi pengemasan vakum (vacuum sealer).


"Kami ingin mengubah paradigma mitra dari sekadar penjual ikan mentah menjadi produsen pangan olahan premium," ujar tim pelaksana dalam laporannya. 


Hasilnya sangat signifikan, kapasitas produksi kelompok kini meningkat drastis mencapai ±5 kg per mingu atau sekitar 1500 butir bakso. Selain itu, produk "Bakso Ikan Gabus Meraran" kini memiliki desain label kemasan yang informatif dan dipasarkan secara digital melalui WhatsApp Business serta media sosial.

Foto: Kelompok Wanita Istri Nelayan Desa Meraran ubah ikan gabus jadi bakso premium.

Keberhasilan program ini juga diperkuat dengan adanya jejaring kemitraan strategis. Bakso ikan gabus tersebut telah disepakati untuk menjadi menu tambahan di Posyandu melalui kerja sama dengan BUMDes Meraran sebagai upaya pencegahan stunting di desa.


Melalui program ini, diharapkan Kelompok Istri Nelayan Desa Meraran dapat terus mandiri secara ekonomi dan menjadikan bakso ikan gabus sebagai ikon produk lokal yang berdaya saing tinggi, sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP). (red)

31/07/26

Sumbawa Barat cetak sejarah, Pilkades Serentak 2026 sepenuhnya e-voting

 

Sumbawa Barat cetak sejarah, Pilkades Serentak 2026 sepenuhnya e-voting

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memastikan seluruh Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 akan menggunakan sistem electronic voting (e-voting). Kebijakan ini menjadikan Sumbawa Barat sebagai kabupaten pertama di Nusa Tenggara Barat yang menerapkan e-voting di seluruh desa peserta Pilkades.


Dikutip dari media Kabarmediacitra, Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah mengatakan, awalnya penerapan e-voting di pilkades serentak tahun 2026 ini sebagai percontohan di satu, dua desa.


Namun, setelah pihaknya bertemu dan berkonsultasi terkait hal tersebut ke DPRD, Kementrian Dalam Negeri serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diputuskan pada Pilkades Serentak 2026 menggunakan sistem e-voting secara menyeluruh.


“Kita sudah memutuskan bahwa Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat menggunakan e-voting. Mungkin ini yang pertama di NTB, bahkan bisa menjadi kabupaten ketiga di Indonesia yang menerapkannya,” ucap Amar dalam arahannya di Forum Yasinan, Kamis malam (30/7/2026).


Ia menyebut bahwa biaya dan mobilisasi peralatan pelaksanaan e-voting di satu atau dua desa tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan secara menyeluruh di desa. Sehingga dengan itu pihaknya memutuskan menerapkan e-voting secara menyeluruh di pilkades serentak tahun ini.


“Awalnya kita ingin membuat pilot project satu atau dua desa. Tetapi setelah konsultasi dengan DPRD, Kemendagri, dan BRIN, ternyata mobilisasi peralatannya sama saja dengan 21 Desa serempak. Akhirnya kita putuskan seluruh Pilkades Serentak 2026 menggunakan e-voting,” jelasnya.


Ia menyebut, pelaksanaan pilkades serentak ini direncanakam di bulan Oktober 2026 ini. Sahingga ia meminta semua OPD terkait untuk segera menuntaskan berbagai persiapan selama dua bulan ini seiring dengan tahapan pilkades yang sedang berjalan.


Ia menekankan pentingnya penyusunan pola sosialisasi dan demonstrasi penggunaan e-voting agar masyarakat memahami mekanisme pemungutan suara sebelum hari pelaksanaan.


“Saya minta Agustus ini seluruh persiapan sudah dibakukan, mulai dari pola sosialisasi hingga demonstrasi penggunaan e-voting, sehingga tidak ada kesulitan saat pelaksanaan nanti,” tegasnya.


Menurut Amar, penggunaan e-voting akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pilkades karena mampu meminimalkan kesalahan dalam proses pemungutan suara.


“Kalau sudah menggunakan e-voting, tidak ada lagi suara rusak, tidak ada yang mencoblos dua pilihan atau mencoblos semua. Prinsip one man, one vote benar-benar terjamin, sehingga kualitas suara masyarakat juga lebih terjamin,” katanya.


Amar berharap seluruh OPD terkait dapat berkolaborasi untuk mempercepat sosialisasi dan simulasi penggunaan e-voting kepada masyarakat. 


"Dengan persiapan yang matang, kita optimistis pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat dapat berlangsung lancar, transparan, dan menjadi contoh penerapan teknologi dalam penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa," pungkasnya. (red)

14/07/26

Pemkab Sumbawa Barat matangkan persiapan Pilkades Serentak 2026

 
Pemkab Sumbawa Barat matangkan persiapan Pilkades Serentak 2026

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 yang akan digelar serentak di 21 desa.


Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah menegaskan pentingnya menjaga netralitas seluruh pihak serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif demi terselenggaranya pesta demokrasi desa yang berkualitas dan berintegritas.


Penegasan tersebut disampaikan bupati saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pilkades Serentak 2026 di Ruang Sidang Graha Fitrah, Kantor Bupati Sumbawa Barat, Senin (13/7/2026). Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Hj Hanipah, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para camat, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.


Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPemdes) Kabupaten Sumbawa Barat, H Abdul Hamid, memaparkan kesiapan penyelenggaraan Pilkades Serentak 2026, mulai dari tahapan pelaksanaan, mekanisme, regulasi, hingga berbagai aspek teknis yang akan diterapkan.


Sementara Bupati H Amar Nurmansyah menekankan bahwa meskipun pemerintah daerah bukan pelaksana teknis Pilkades, memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.


Ia meminta agar potensi kerawanan dapat dipetakan sejak dini, validitas data pemilih terus diperbarui, serta seluruh aparatur pemerintah, TNI, dan Polri menjaga sikap netral selama seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 berlangsung.


“Situasi yang aman, tertib, dan kondusif menjadi kunci agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan nyaman, sehingga lahir kepala desa terbaik yang benar-benar mendapat kepercayaan masyarakat,” tegas Bupati Amar Nurmansyah.


Selain itu, bupati juga meminta para camat berperan aktif dalam mengelola berbagai isu yang berkembang di wilayahnya agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.


Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga membuka peluang penerapan sistem pemungutan suara berbasis voting sebagai bagian dari inovasi penyelenggaraan Pilkades. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola demokrasi di tingkat desa.


Dengan persiapan yang matang dan sinergi seluruh pihak, Pemkab Sumbawa Barat optimis Pilkades Serentak 2026 dapat berlangsung lancar, aman, dan demokratis, serta menghasilkan kepala desa yang memiliki legitimasi kuat untuk memimpin dan membangun desa bersama masyarakat. (red)

25/06/26

Sekolah Lansia Sehati hadir di Jereweh, ruang belajar yang membuat hari tua tak lagi sepi

 
Sekolah Lansia Sehati hadir di Jereweh, ruang belajar yang membuat hari tua tak lagi sepi

OPSINTB.com - Hari tua tak selalu identik dengan menurunnya aktivitas. Di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, puluhan lanjut usia (lansia) justru memulai lembaran baru melalui Sekolah Lansia Sehati, sebuah ruang belajar yang dirancang untuk membantu lansia tetap aktif, sehat, dan produktif menjalani masa tua.


Program tersebut resmi diluncurkan pada Kamis (25/6/2026) sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi lansia.


Sekolah Lansia Sehati merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A). Nama Sehati sendiri diambil dari istilah Sumbawa Besai Ate yang bermakna menyatu dalam kebersamaan.


Sebanyak 50 lansia berusia di atas 60 tahun tercatat sebagai peserta angkatan pertama. Mereka akan mengikuti 12 kali pertemuan yang dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026 di Puskesmas Jereweh.


Dalam program ini, para peserta akan mendapatkan berbagai materi pembelajaran, mulai dari pola hidup sehat, aktivitas fisik, kesehatan mental dan spiritual, pencegahan penyakit, hingga penguatan kemandirian. 


Melalui kegiatan tersebut, para lansia diharapkan tetap memiliki semangat untuk menjalani hari-hari dengan sehat, aktif, dan mandiri.


Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj Hanipah menilai Sekolah Lansia Sehati sebagai sebuah inovasi sosial yang patut diapresiasi dan diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat.


Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan para lansia tetap mendapat ruang belajar, ruang bertemu, dan ruang berbagi di usia senja.


Ia berharap kehadiran Sekolah Lansia Sehati dapat menghapus rasa sepi dan kesendirian yang kerap dirasakan para lansia. 


Dengan adanya wadah ini, para orang tua tidak hanya diajak menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat kebahagiaan, semangat hidup, dan kebersamaan di tengah masyarakat.


Melalui Sekolah Lansia Sehati, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat ingin membangun masa tua yang tidak hanya sehat, tetapi juga bermakna. 


Sebab, usia senja bukan akhir dari aktivitas, melainkan fase kehidupan yang tetap bisa dijalani dengan penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan. (red)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama