OPSINTB.com - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Cordova mendorong pengembangan karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui kegiatan Bedah Naskah “Napak Tilas Raja-Raja Siren” yang dilaksanakan di Aula Baitussyukri Universitas Cordova, Rabu (7/10/2026).
Naskah tersebut disusun oleh mahasiswa KKN Universitas Cordova yang ditempatkan di Desa Seran, Kabupaten Sumbawa Barat, Tahun 2026. Karya ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa selama melaksanakan KKN yang berangkat dari proses pengenalan, penggalian, dan dokumentasi sejarah serta pengetahuan lokal yang ditemukan di tengah masyarakat.
Melalui karya tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja selama berada di lokasi KKN, tetapi juga menghasilkan produk pengetahuan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Karena itu, LPPM Universitas Cordova menghadirkan forum bedah naskah sebagai ruang untuk memperoleh masukan dari berbagai perspektif sekaligus mendorong agar karya mahasiswa tersebut dapat disempurnakan.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur mahasiswa dan dosen Universitas Cordova, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala sekolah, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memberikan ruang diskusi yang lebih luas dalam melihat naskah dari sisi sejarah, budaya, pendidikan, maupun akademik.
Dalam sambutannya, Ketua LPPM Universitas Cordova, Puryadi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap karya mahasiswa KKN yang telah berupaya menggali dan mendokumentasikan pengetahuan lokal melalui naskah “Napak Tilas Raja-Raja Siren”. Ia berharap forum bedah naskah dapat memberikan masukan konstruktif bagi penyempurnaan karya tersebut sehingga dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai pengetahuan dan manfaat yang lebih luas. Sejalan dengan hal tersebut, Junaidi Efendi, S.T., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat, menilai karya yang dihasilkan mahasiswa melalui KKN merupakan bagian penting dari kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Ia berharap karya semacam ini dapat terus dikembangkan sehingga kegiatan KKN tidak hanya menghasilkan program kerja, tetapi juga melahirkan karya yang dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari dokumentasi pengetahuan lokal.
Kegiatan bedah naskah menghadirkan Amirul Hilmi, S.Si., M.Sc selaku Sekretaris Bidang Publikasi LPPM Universitas Cordova sebagai moderator. Nisamol Yakin, S.Pd. sebagai narasumber utama, yang merupakan keturunan langsung sekaligus ahli waris Trah Raja-Raja Siren. Nisamol memberikan perspektif sejarah dan warisan keluarga, khususnya terkait sejarah Raja-Raja Siren dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, Roy Mahendra, S.E., M.Sos., selaku Sekretaris Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kecamatan Taliwang, hadir sebagai pembedah naskah dari perspektif adat dan budaya Tana Samawa. Pembedah berikutnya, Dr. Akhairuddin, M.Pd., memberikan telaah dari perspektif sosial dan akademik, terutama dalam melihat penguatan naskah dari sisi keilmuan dan pengembangannya sebagai karya yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Dalam pembahasan, para pembedah memberikan sejumlah catatan untuk memperkuat naskah. Masukan yang muncul antara lain perlunya memperjelas genre atau bentuk buku, memperkuat referensi dan metodologi, melakukan verifikasi terhadap informasi sejarah, serta melengkapi dokumentasi dan sumber-sumber pendukung. Diskusi juga menyoroti pentingnya memperjelas narasi mengenai hubungan dan perbedaan antara Siren, Seran, dan Kamutar agar informasi yang disajikan dalam naskah dapat dipahami secara lebih jelas.
Masukan tersebut menunjukkan bahwa proses pengembangan karya mahasiswa tidak berhenti ketika program KKN selesai. Naskah yang dihasilkan mahasiswa dapat terus dikaji, diperbaiki, dan dikembangkan melalui keterlibatan berbagai pihak yang memiliki pengetahuan serta kepedulian terhadap sejarah dan budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, LPPM Universitas Cordova berharap “Napak Tilas Raja-Raja Siren” dapat terus disempurnakan sehingga tidak hanya menjadi dokumentasi hasil program kerja KKN, tetapi juga berkembang menjadi karya yang memiliki nilai pengetahuan dan kontribusi terhadap literasi sejarah serta budaya lokal.
Lebih jauh, karya mahasiswa KKN Desa Seran ini diharapkan dapat menjadi contoh bahwa KKN dapat menghasilkan sesuatu yang lebih dari sekadar pelaksanaan program kerja, yaitu karya yang dapat didokumentasikan, dikembangkan, dan diwariskan. Pengalaman tersebut juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa KKN pada periode berikutnya untuk menggali potensi dan pengetahuan lokal di setiap lokasi penempatan serta menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat. (red)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami