OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memastikan seluruh Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 akan menggunakan sistem electronic voting (e-voting). Kebijakan ini menjadikan Sumbawa Barat sebagai kabupaten pertama di Nusa Tenggara Barat yang menerapkan e-voting di seluruh desa peserta Pilkades.
Dikutip dari media Kabarmediacitra, Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah mengatakan, awalnya penerapan e-voting di pilkades serentak tahun 2026 ini sebagai percontohan di satu, dua desa.
Namun, setelah pihaknya bertemu dan berkonsultasi terkait hal tersebut ke DPRD, Kementrian Dalam Negeri serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diputuskan pada Pilkades Serentak 2026 menggunakan sistem e-voting secara menyeluruh.
“Kita sudah memutuskan bahwa Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat menggunakan e-voting. Mungkin ini yang pertama di NTB, bahkan bisa menjadi kabupaten ketiga di Indonesia yang menerapkannya,” ucap Amar dalam arahannya di Forum Yasinan, Kamis malam (30/7/2026).
Ia menyebut bahwa biaya dan mobilisasi peralatan pelaksanaan e-voting di satu atau dua desa tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan secara menyeluruh di desa. Sehingga dengan itu pihaknya memutuskan menerapkan e-voting secara menyeluruh di pilkades serentak tahun ini.
“Awalnya kita ingin membuat pilot project satu atau dua desa. Tetapi setelah konsultasi dengan DPRD, Kemendagri, dan BRIN, ternyata mobilisasi peralatannya sama saja dengan 21 Desa serempak. Akhirnya kita putuskan seluruh Pilkades Serentak 2026 menggunakan e-voting,” jelasnya.
Ia menyebut, pelaksanaan pilkades serentak ini direncanakam di bulan Oktober 2026 ini. Sahingga ia meminta semua OPD terkait untuk segera menuntaskan berbagai persiapan selama dua bulan ini seiring dengan tahapan pilkades yang sedang berjalan.
Ia menekankan pentingnya penyusunan pola sosialisasi dan demonstrasi penggunaan e-voting agar masyarakat memahami mekanisme pemungutan suara sebelum hari pelaksanaan.
“Saya minta Agustus ini seluruh persiapan sudah dibakukan, mulai dari pola sosialisasi hingga demonstrasi penggunaan e-voting, sehingga tidak ada kesulitan saat pelaksanaan nanti,” tegasnya.
Menurut Amar, penggunaan e-voting akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pilkades karena mampu meminimalkan kesalahan dalam proses pemungutan suara.
“Kalau sudah menggunakan e-voting, tidak ada lagi suara rusak, tidak ada yang mencoblos dua pilihan atau mencoblos semua. Prinsip one man, one vote benar-benar terjamin, sehingga kualitas suara masyarakat juga lebih terjamin,” katanya.
Amar berharap seluruh OPD terkait dapat berkolaborasi untuk mempercepat sosialisasi dan simulasi penggunaan e-voting kepada masyarakat.
"Dengan persiapan yang matang, kita optimistis pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat dapat berlangsung lancar, transparan, dan menjadi contoh penerapan teknologi dalam penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa," pungkasnya. (red)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami