OPSINTB.com - Lombok Timur memiliki 289 Pondok Pesantren (Ponpes). Setiap Ponpes punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan satu Ponpes diharapkan bisa direplikasi di Ponpes lain. Harapan ini disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya usai mengukuhkan dan melantik pengurus Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Lombok Timur Periode 2026-2031.
“Masing-masing Pondok Pesantren pasti ada kelebihannya. Masing-masing Pondok Pesantren juga ada kekurangannya. Kelebihan satu Pondok Pesantren bisa direplikasi di Pondok Pensatren lainnya, begitu,” ungkapnya.
Wakil Bupati berharap FKSPP menangkap peluang pembinaan lewat replikasi dan menjembatani kerja sama Ponpes dengan lembaga lain. Ia merujuk beberapa Ponpes yang sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk pengendalian inflasi melalui komoditas rentan.
“Peluang pembinaan Pondok Pesantren ini perlu ditangkap oleh forum. Akses program yang dapat dibawa terkait pemberdayaan Pondok Pesantren. Kan BI arahnya kebanyakan ke pemberdayaan, sehingga ponpes dapat dibiayai dari usaha sendiri,” jelasnya.
FKSPP diharapkan bermanfaat bagi seluruh anggota, termasuk membuat kode etik atau aturan hukum yang mencegah kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan Ponpes, terutama di Ponpes yang menyatukan santri dan santriwati.
Hal ini diingatkan Wabup terkait sejumlah kasus yang menimpa Ponpes di Lombok dan luar Lombok. Ia menyebutnya sebagai ujian bagi Ponpes.
Wabup juga berharap FKSPP mengkaji peraturan agar bisa menarik dana dari pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk mengembangkan program. Ia menekankan pentingnya kontribusi bersama antara Ponpes dan Pemerintah Daerah demi kemajuan Lombok Timur.
Ketua FKSPP Lombok Timur TGH. Muhammad Fikri menyebut organisasi ini sebagai wadah strategis pengembangan Ponpes. Ia mengajak seluruh anggota mengembangkan Ponpes dan menjaganya sebagai tempat aman.
Keberadaan FKSPP yang dinaungi Pemda dinilai sebagai bentuk pembinaan dan sinergi yang memudahkan komunikasi serta koordinasi.
“Forum ini menjadi wadah yang sangat strategis. Wadah yang menjadi poin penting pengembangan Ponpes di Lombok Timur,” ungkapnya, “Kita ingin mengatakan bahwa Ponpes yang ada di Lombok Timur terbuka kepada Pemda untuk memberikan pembinaa, untuk memberikan support,” tambahnya.
FKSPP diharapkan mewujudkan Ponpes yang Smart dan Mendunia. Kegiatan berlangsung Kamis (22/10) di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, dilengkapi penyampaian materi tentang masa depan dan pengembangan Ponpes, khususnya pendidikan Salafiyah.
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami