OPSINTB.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi menegaskan, keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menjadi alarm bagi jajarannya untuk segera melakukan evaluasi dan pembenahan.
Ia mengingatkan seluruh tenaga kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit, agar mengutamakan pelayanan kepada pasien tanpa menjadikan urusan administrasi sebagai penghalang.
Miq Aries mengakui, peringatan yang disampaikan seorang ustaz terkait pelayanan kesehatan menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh keluarga besar Dinas Kesehatan Lombok Timur.
Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis harus mendapatkan pelayanan terlebih dahulu. Sementara, proses administrasi dapat menyusul setelah kondisi dan kebutuhan pasien ditangani.
"Ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, yang pertama harus kita lakukan adalah memberikan pelayanan. Administrasi bisa menyusul setelah kita melakukan penanganan," tegas Aries. Sabtu, (17/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak cukup hanya berorientasi pada prosedur birokrasi. Sikap petugas, kecepatan pelayanan, serta kepedulian terhadap kondisi pasien juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Miq Aries menegaskan, pihaknya tidak akan menutup mata apabila ditemukan pelayanan yang buruk di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Namun, setiap laporan dan keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan secara objektif dengan mempertimbangkan keterangan dari berbagai pihak.
"Kalau memang ada hal yang keliru, tentu kita akan memberikan sanksi sesuai dengan regulasi," ujarnya.
Miq Aries juga menegaskan bahwa prinsip senyum, salam, sapa yang selama ini digaungkan di lingkungan pelayanan kesehatan tetap harus dijalankan.
Menurutnya, prinsip tersebut bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari standar sikap petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen itu, kata dia, terus disampaikan kepada seluruh jajaran, baik di puskesmas maupun rumah sakit. Evaluasi terhadap pelayanan juga dilakukan secara berkala dengan mengumpulkan seluruh kepala puskesmas setidaknya dua minggu sekali. Dalam kondisi tertentu, evaluasi bahkan dilakukan setiap minggu.
Meski demikian, evaluasi rutin saja tidak cukup apabila tidak diikuti dengan perubahan nyata di lapangan. Keluhan masyarakat harus menjadi dasar perbaikan, bukan sekadar bahan pembahasan dalam rapat internal.
Miq Aries menyatakan, pihaknya terbuka terhadap berbagai keluhan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan. Ia menegaskan pentingnya mendengar keterangan dari kedua belah pihak agar persoalan dapat dinilai secara adil dan objektif.
"Kami juga ingin mendengar dari dua arah supaya bisa melakukan perbaikan secara objektif," bebernya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami