Mencuat dugaan pelecehan di Ponpes ABW, para santri ramai-ramai dijemput orang tua - OPSINTB.com | News References

22/09/26

Mencuat dugaan pelecehan di Ponpes ABW, para santri ramai-ramai dijemput orang tua

Mencuat dugaan pelecehan di Ponpes ABW, para santri ramai-ramai dijemput orang tua

 
Mencuat dugaan pelecehan di Ponpes ABW, para santri ramai-ramai dijemput orang tua

OPSINTB.com - Belum kelar kasus santri terbakar di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatussaulatiyyah Al-Ibrahimy NW di Kecamatan Batukliang, kali ini muncul lagi dugaan kasus pelecehan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat NW Bunkate Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.


Dugaan ini muncul setelah beredarnya video investigasi di kanal Youtube BBC News Indonesia yang berjudul ''Aib Sang Guru: Dua Mantan Santri Bersuara Soal Kekerasan Seksual, Intimidasi dan Ancaman''.


Pelakunya diduga pendiri Yayasan Abul Barokat Wannafahat, seorang tuan guru berinisial AIS. AIS sendiri saat dikonfirmasi wartawan belum memberi penjelasan rinci perihal dugaan dalam video investigasi BBC News Indonesia tersebut. Saat ditemui di kediamannya, ia hanya merespons singkat.


''Serah juk saq Kuase (Serahkan ke Yang Maha Kuasa),'' kata AIS, Senin malam (21/9/2026).


Sementara itu, terkait viralnya video investigasi itu, sejumlah wali santri telah mendatangi Ponpes Abul Barokat Wannafahat sejak Senin malam.


Salah seorang wali santri dari Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, H Sunardi, tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WITA. Ia mengaku resah seusai menyimak video tersebut. Padahal putrinya baru tiga bulan sekolah di sana.


''Saya hanya khawatir setelah menonton laporan BBC itu, saya mau menarik anak saya,'' kata H Sunardi.


Menurut keterangan saksi di lokasi yang berhasil dihubungi opsintb.com, selain wali santri, sejumlah warga sekitar juga berdatangan ke area ponpes.


Aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas AIPDA Lalu Wira AS langsung bersiaga di tempat untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah timbulnya hal yang tidak diinginkan.


''Betul, selain wali santri, ada warga sekitar ponpes yang juga berdatangan ke area ponpes. Namun, situasi aman terkendali,'' kata Lalu Wira.


Sementara, para orang tua mengaku khawatir dengan kondisi ponpes setelah mencuatnya kasus tersebut. Mereka datang untuk menjemput anak masing-masing dan membawa pulang perlengkapan sekolah, pakaian, dan barang-barang.


Di sisi lain, para santriwati juga nampak masih mengenakan baju sekolah.

Pengurus Komite Ponpes Abul Barokat Wannafahat, Sahfan, mengatakan pihak pesantren mengambil kebijakan untuk memulangkan para santriwati demi menenangkan situasi sekaligus merespons kekhawatiran para orang tua.


"Sudah saya batasi sampai hari Kamis (24/9), atas nama pengurus dan komite," kata Sahfan.


Menurut Sahfan, jumlah santri di ponpes tersebut saat ini sekitar 800 orang dari berbagai jenjang pendidikan. Para santri berasal dari sejumlah wilayah di Pulau Lombok hingga luar daerah.


"Menyebar dia di seluruh Lombok. Saat ini ada juga dari luar, ada dari Kalimantan. Sekitar 800 orang," ujarnya. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama