Wisuda perdana Ma’had Aly Thohir Yasin dirangkai MoU dengan UIN Malang, lulusan dapat jalur khusus Pascasarjana - OPSINTB.com | News References

31/08/26

Wisuda perdana Ma’had Aly Thohir Yasin dirangkai MoU dengan UIN Malang, lulusan dapat jalur khusus Pascasarjana

Wisuda perdana Ma’had Aly Thohir Yasin dirangkai MoU dengan UIN Malang, lulusan dapat jalur khusus Pascasarjana

 
Wisuda perdana Ma’had Aly Thohir Yasin dirangkai MoU dengan UIN Malang, lulusan dapat jalur khusus Pascasarjana

OPSINTB.com - Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin, Lendang Nangka, Lombok Timur, menggelar wisuda perdana Ma’had Aly tahun akademik 2026/2027, Minggu (30/8/2026).


Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis antara Ma’had Aly Thohir Yasin dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.


Wisuda perdana tersebut dipimpin dalam sidang senat Dewan Masyayikh Ma’had Aly Thohir Yasin yang dibuka oleh TGH Ismail Tohir. Kegiatan dihadiri jajaran pengasuh dan pengelola pondok pesantren, civitas akademika, para wisudawan dan wali wisudawan, serta sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan.


Kepala Pelaksana Harian Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin, Dr Ahmad Patoni, berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Ma’had Aly menjadi ilmu yang barokah dan dapat memberikan manfaat bagi keluarga, agama, bangsa, dan masyarakat.


"Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati," ucap Ahmad Thoni, Ahad (30/8/2026). 


Dalam sambutannya, Ahmad Patoni menjelaskan alasan Thohir Yasin memilih mengembangkan Ma’had Aly yang berfokus pada pendidikan agama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan artificial intelligence (AI).


Menurutnya, kemudahan teknologi saat ini membuat akses terhadap informasi dan referensi keilmuan menjadi semakin mudah. Namun, tantangan yang lebih besar adalah bagaimana membangun kemampuan berpikir, menganalisis, sekaligus membentuk karakter dan kedalaman spiritual generasi muda.


"Yang jadi pertanyaan, kemampuan analisa itu ada di HP atau ada di kepala kita?," tanya Ustazd Toni. 


Ia menilai perkembangan AI tidak boleh membuat manusia kehilangan kemampuan berpikir dan tradisi keilmuan. Karena itu, tradisi membaca kitab kuning, turats, penelitian, serta penguatan spiritualitas harus tetap dipertahankan.


Ahmad Patoni mengatakan, pilihan untuk fokus pada pendidikan agama merupakan hasil dari pemikiran dan arahan TGH Ismail Tohir. Menurutnya, Thohir Yasin memiliki cita-cita melahirkan generasi yang kuat dalam penguasaan ilmu agama, Al-Qur’an dan kitab kuning, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.


Ia kemudian mengibaratkan lulusan Ma’had Aly sebagai sosok yang kelak dapat menjadi penyeimbang kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan.


"Boleh hari ini kita datang ke kampus-kampus umum dan kita mendukungnya, tetapi harus ada orang yang menjadi penyeimbang. Kita membutuhkan generasi yang kuat agamanya," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin resmi menjalin kerja sama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.


Kerja sama tersebut difokuskan pada penyelenggaraan pendidikan pascasarjana jenjang magister (S2) dan doktor (S3), termasuk jalur khusus bagi alumni Ma’had Aly Thohir Yasin untuk melanjutkan pendidikan ke UIN Malang.


Pemaparan poin-poin kerja sama disampaikan perwakilan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Sutaman, M.A., di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.


Dr. Sutaman menjelaskan, kerja sama tersebut dirancang untuk memberikan kepastian bagi alumni Ma’had Aly yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pengajar di lingkungan pesantren.


Menurutnya, program pascasarjana tersebut akan menggunakan sistem hybrid learning sehingga lebih fleksibel bagi mahasiswa maupun tenaga pengajar yang tetap menjalankan aktivitas di pondok pesantren.


Untuk program magister, pendidikan dapat ditempuh minimal tiga semester. Sebagian besar perkuliahan dilakukan secara daring, sementara mahasiswa diwajibkan mengikuti perkuliahan secara luring di Malang selama sekitar satu pekan.


Setelah itu, proses perkuliahan dapat dilanjutkan secara daring dari Thohir Yasin.


"Selain S2, program doktor atau S3 juga kami rancang khusus bagi para dosen dan dapat diselesaikan dalam waktu minimal lima semester dengan sistem perkuliahan hybrid," jelas Sutaman.


Dalam skema tersebut, dosen utama dan perkuliahan induk disediakan langsung oleh UIN Malang. Sementara asisten dosen dapat berasal dari Thohir Yasin.


Ijazah bagi lulusan program tersebut nantinya diterbitkan secara resmi oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.


Pilihan program studi mencakup Ekonomi Syariah, Hukum Islam, serta sejumlah bidang ilmu lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan akademik Thohir Yasin.


Sutaman menambahkan, pola kerja sama pendidikan doktor serupa sebelumnya juga telah dijalankan bersama UIN Mataram dan telah meluluskan sejumlah alumni.


Ia juga menegaskan bahwa ijazah Ma’had Aly saat ini telah memiliki kesetaraan dan pengakuan yang semakin luas sehingga lulusannya memiliki peluang melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taufik, mengapresiasi wisuda perdana Ma’had Aly Thohir Yasin.


Ia menyampaikan salam dan apresiasi Bupati Lombok Timur H. Khairul Warisin kepada keluarga besar Pondok Pesantren Thohir Yasin.


Menurut Juaini Taufik, keberhasilan Ma’had Aly Thohir Yasin melaksanakan wisuda perdana merupakan bagian dari sejarah perkembangan pendidikan di Lombok Timur.


Ia mengingat kembali proses awal pengembangan Ma’had Aly yang dimulai sekitar 2023 hingga akhirnya pada 2026 telah menghasilkan lulusan pertama.


Bagi pemerintah daerah, kata dia, lahirnya lulusan Ma’had Aly menjadi salah satu kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.


Juaini Taufik juga membuka peluang bahwa alumni Ma’had Aly ke depan dapat berkontribusi dalam pemerintahan, termasuk melalui profesi aparatur sipil negara (ASN), seiring dengan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan keilmuan sekaligus ketahanan moral dan spiritual.


Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi, kemampuan memilih dan memilah informasi justru menjadi salah satu kunci keberhasilan seseorang.


"Kalau hari ini jujur bukan siapa yang cepat, saya pikir siapa yang mampu memilih dan memilah informasi, itulah yang akan menjadi pemenang dalam kehidupan ini, baik di organisasi maupun di birokrasi," ujarnya.


Menurutnya, kemajuan sebuah organisasi maupun pemerintahan tidak cukup hanya dengan kemampuan mendorong perubahan. Diperlukan pula kekuatan moral sebagai pengendali agar kemajuan tetap berada pada jalur yang benar.


Ia mengibaratkan hal tersebut sebagai keseimbangan antara gas dan rem.


"Kita maju juga butuh gas, tetapi juga butuh rem yang kuat," katanya.


Ia berharap para lulusan Ma’had Aly Thohir Yasin mampu membawa ilmu dan keteladanan ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.


Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan untuk memasuki kehidupan nyata dan memberikan manfaat yang lebih luas.


"Setelah bapak ibu menyandang gelar sarjana di Ma’had Aly ini, harus kehidupan di sekitar kita lebih baik, kualitas hubungan kita semakin baik," pungkasnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama