Satpol PP Loteng bongkar sejumlah lapak ilegal di Leneng - OPSINTB.com | News References

19/08/26

Satpol PP Loteng bongkar sejumlah lapak ilegal di Leneng

Satpol PP Loteng bongkar sejumlah lapak ilegal di Leneng

 
Satpol PP Loteng bongkar sejumlah lapak ilegal di Leneng

OPSINTB.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Tengah (Loteng) membongkar lapak pedagang ilegal yang berdiri di bahu jalan Lingkungan Tebero, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Rabu (19/8/2026).


Kepala Satpol PP Loteng, Zaenal Mustakim berujar, pembongkaran tersebut adalah bentuk kolaborasi dan sinergi Pol PP dengan pemangku wilayah. Karena ke depan, Kelurahan Leneng harus bersih dari pelanggaran peraturan daerah (Perda).


''Kami melakukan penertiban terhadap Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang Kawasan Tertib Trantibum, yang kami mulai dari Kelurahan Leneng,'' ujar Zaenal.


Ia menyebut, ada beberapa lapak pedagang yang dibongkar. Terkait pembongkaran ini, sebelumnya sudah disosialisasikan dengan pedagang sejak sebulan lalu. Namun, karena mereka membandel dan tak mengindahkan sosialisasi itu, pihaknya pun bertindak tegas.


''Tentu penertiban hari ini sudah kami sosialisasi. Kami sudah sosialisasi di kantor lurah menghadirkan kepala lingkungan dan perwakilan pedagang,'' tambahnya.


Pihaknya mengimbau, para pedagang tetap berjualan, tapi sesuai tempat yang benar. Ia menambahkan, penindakan ini adalah juga dari laporan dan pemantauan pihaknya sejak tahun-tahun sebelumnya. 


''Setelah penertiban, tentu kami akan lakukan pengawalan secara rutin bersama masyarakat, Pol PP, dan kelurahan,'' kata dia.


Senada disampaikan Lurah Leneng, Tris Naning Hati. Ia mengatakan, penertiban ini bagian dari komitmen menjadikan Kelurahan Leneng sebagai kawasan tertib Perda.


''Sebelumnya kami kolaborasi dengan kepala lingkungan titik-titik yang rawan pelanggaran. Kemudian kaling mensosialisasikan ke para pedagang,'' kata Tris.


Pantauan opsintb.com, sejumlah pedagang yang lapaknya dibongkar hanya bisa pasrah. Namun, beberapa orang di antaranya memilih melakukan pembongkaran secara mandiri.


''Tidak apa-apa, kami yang salah,'' kata seorang pedagang sayur-mayur.


Pembongkaran sempat dipertanyakan anggota DPRD Loteng H Ahmad Supli. Ia mendatangi langsung lokasi penertiban. Ia mengatakan, pembongkaran ini tidak sesuai momen, karena masih dalam suasana euforia perayaan kemerdekaan.


''Momennya tidak tepat ini. Kita masih 17-an. Kurang tepat ini,'' sergahnya.


Namun, setelah dijelaskan Kepala Satpol PP, Supli akhirnya pergi meninggalkan lokasi. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama