OPSINTB.com - Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Taufik Isma'il menegaskan, akan mengambil tindakan tegas terhadap guru ASN di SDN 1 Rensing yang diduga menggelapkan tabungan siswa.
Menurut Taufik, pihaknya akan memproses guru yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Lanjutnya, jika guru tersebut mangkir dari tugas tanpa keterangan selama tiga hari, sekolah akan menerbitkan Surat Peringatan (SP) pertama. Apabila ketidakhadiran terus berlanjut hingga 12 hari tanpa kabar, UPT akan mengusulkan pemberhentian sebagai ASN.
"Kalau sampai tiga hari tidak masuk tanpa keterangan akan diberikan SP1. Jika sampai 12 hari masih menghilang, kami akan mengajukan pemberhentian sebagai ASN," tegas Taufik, Rabu (22/7/2026).
Ia mengungkapkan, selama ini tidak pernah ada persoalan serupa di wilayah Kecamatan Sakra Barat. Kasus dugaan penggelapan tabungan siswa di SDN 1 Rensing disebut sebagai satu-satunya kasus yang mencoreng dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Taufik mengkelaim, pihaknya baru mengetahui persoalan itu setelah libur sekolah sekitar satu minggu. Padahal, jauh sebelum pembagian tabungan siswa, UPT telah mengingatkan seluruh kepala sekolah agar seluruh tabungan sudah diselesaikan atau clear paling lambat satu bulan sebelum pencairan.
"Kami sudah mengingatkan semua kepala sekolah, tetapi ternyata masih muncul satu kasus di SDN 1 Rensing," katanya.
Sebagai langkah pencegahan, UPT Dikbud Sakra Barat memutuskan menghentikan sementara program tabungan siswa di SDN 1 Rensing Bat hingga persoalan tersebut tuntas.
Selain itu, Taufik juga menginstruksikan seluruh sekolah yang masih menjalankan program tabungan agar membentuk bendahara tabungan sekolah. Dengan sistem tersebut, seluruh uang tabungan siswa dikelola melalui satu pintu dan tidak lagi dipegang secara pribadi oleh masing-masing guru.
"Kami berharap semua kepala sekolah dan guru mematuhi mekanisme ini. Kalau tidak sanggup mengelola tabungan dengan baik dan transparan, lebih baik jangan membuka program tabungan di sekolah," pungkasnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami