OPSINTB.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur memastikan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga seluruh pelaku usaha mulai dari skala mikro, kecil, menengah hingga usaha besar. Bahkan, profesi baru seperti konten kreator yang telah memperoleh penghasilan atau monetisasi juga masuk dalam cakupan pendataan.
Statistisi Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Sensus BPS Lombok Timur, Saniagus Munendra menjelaskan bahwa untuk pendataan usaha besar, BPS telah lebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah tersebut dilakukan karena tidak mudah mengakses perusahaan-perusahaan besar secara langsung.
"Mengingat usaha besar ini kadang-kadang hanya untuk melewati gerbangnya saja tidak diizinkan. Karena itu kami berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Kalau pemerintah daerah yang mengundang, biasanya mereka lebih terbuka dan memberikan akses kepada petugas BPS," jelas Statistisi Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Sensus BPS Lombok Timur, Saniagus Munendra, Sabtu (4/7/2026).
Melalui kerja sama tersebut, sejumlah pelaku usaha besar telah dihadirkan oleh berbagai dinas, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan yang menghadirkan pemilik maupun manajer tambak udang. Selain itu, pelaku usaha penangkapan ikan di wilayah Pringgabaya juga telah mengikuti pendataan.
Sementara itu, Dinas Perindustrian turut menghadirkan para pelaku usaha dalam kegiatan yang dilaksanakan dinas tersebut sehingga proses pendataan dapat diselesaikan lebih cepat.
Saniagus menargetkan sebanyak 100 usaha besar di Kabupaten Lombok Timur untuk didata dalam Sensus Ekonomi 2026. Namun jumlah tersebut masih bersifat target awal karena proses pendataan masih berlangsung hingga akhir pelaksanaan sensus.
Menurut Saniagus, klasifikasi usaha besar mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam peraturan perundang-undangan. Usaha dikategorikan sebagai usaha besar apabila memiliki omzet di atas Rp 50 miliar per tahun atau memiliki modal pendirian lebih dari Rp 10 miliar.
"Yang dihadirkan oleh pemerintah daerah memang sesuai dengan kategori usaha besar. Tetapi kami tidak hanya terpaku pada usaha besar saja. Usaha menengah, usaha kecil hingga usaha mikro yang dihadirkan pemerintah daerah tetap kami lakukan pendataan," katanya.
Ia juga menegaskan tujuan utama Sensus Ekonomi adalah memiliki daftar lengkap seluruh usaha yang ada, baik usaha mikro, kecil, menengah maupun besar. Semua skala usaha yang ada di seluruh Indonesia, termasuk yang ada di Kabupaten Lombok Timur.
Penentuan skalanya dilakukan setelah seluruh proses pendataan selesai. Baru diketahui mana yang masuk kategori besar, menengah maupun kategori lainnya berdasarkan omzet dan modal usaha.
Dalam pelaksanaan sensus, pihaknya menggunakan dua metode pendataan. Pertama, pendataan dilakukan di bangunan tempat tinggal untuk usaha yang tidak memiliki lokasi usaha khusus, seperti usaha online, pedagang keliling maupun sebagian usaha pertanian.
Kedua, pendataan dilakukan langsung di tempat usaha bagi pelaku usaha yang memiliki toko, lapak, kios maupun tempat usaha tetap lainnya.
Menariknya, profesi konten kreator juga masuk dalam cakupan Sensus Ekonomi 2026 ini apabila telah memperoleh penghasilan melalui monetisasi.
"Minimal sudah monetisasi, itu sudah termasuk usaha karena merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh pendapatan, penghasilan atau keuntungan. Begitu juga usaha trader saham maupun trader kripto, semuanya termasuk kegiatan usaha sehingga masuk dalam Sensus Ekonomi," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada perlakuan dan tujuan khusus terhadap profesi konten kreator. BPS mendata seluruh kegiatan ekonomi masyarakat tanpa membedakan jenis usahanya.
Selama masuk kategori usaha semua harus data. Yang tidak masuk adalah buruh, pegawai atau karyawan karena mereka hanya menerima upah dan bukan menjalankan usaha sendiri.
Saat ini BPS belum dapat memastikan jumlah konten kreator yang telah terdata di Lombok Timur karena proses sensus masih berlangsung. Nantinya seluruh usaha akan diklasifikasikan menggunakan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
"Setiap usaha memiliki kode KBLI. Petugas akan mengisi kode sesuai jenis usaha responden. Setelah seluruh pengolahan data selesai, nanti bisa diketahui berapa jumlah usaha pertanian, industri, pariwisata maupun konten kreator yang ada di Kabupaten Lombok Timur," tuturnya
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat berhak menyampaikan keberatan apabila data miliknya dinilai tidak sesuai dengan hasil wawancara.
Tetapi kalau meminta data milik orang lain, piahknya tidak bisa memberikan lantaran wajib menjaga kerahasiaan data responden.
Menurut pihaknya, seluruh data yang dikumpulkan hanya akan dipublikasikan dalam bentuk data agregat, bukan berdasarkan nama maupun alamat responden.
"Yang kami keluarkan misalnya jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur yang memiliki mobil atau jumlah penduduk yang menjadi petani. Kami tidak pernah menyebutkan identitas perorangan karena hal tersebut dilindungi oleh kode etik dan Undang-Undang Statistik. Di setiap kuesioner BPS maupun aplikasi pada telepon genggam petugas juga sudah tertulis bahwa seluruh data responden bersifat rahasia," ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Kabupaten Lombok Timur menerjunkan 139 petugas. Sebanyak 3 petugas ditugaskan khusus mendata usaha besar, sedangkan 136 petugas lainnya bertugas melakukan pendataan secara door to door.
Dari 136 petugas tersebut terdiri atas 16 pengawas lapangan dan 120 pendata lapangan. Setiap satu pengawas membina sekitar tujuh hingga delapan orang pendata lapangan.
Setiap pendata bekerja berdasarkan wilayah RT yang telah ditentukan dan tidak diperbolehkan melakukan pendataan di luar wilayah tugasnya. Beban kerja masing-masing petugas berbeda tergantung jumlah penduduk dan usaha yang ada di wilayah tersebut.
"Rata-rata satu pendata akan mendata sekitar 450 hingga 600 usaha atau keluarga selama masa pendataan yang berlangsung sekitar dua setengah bulan, mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026," pungkasnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami