OPSINTB.com - Tagihan pembayaran listrik lampu penerangan jalan umum (PJU) Pemkab Loteng turun setelah Dishub Loteng bersama PLN melakukan penyesuaian dan rekonsiliasi.
Kepala Dishub Loteng, Hj Baiq Sri Damayanti mengatakan, per Juni 2026 pembayaran listrik sebesar Rp 760 juta. ‘’Alhamdulillah untuk bulan Juni ini pembayarannya sekitar Rp 760 juta. Yang dulu sampai Rp 900 juta kita bayar,’’ kata Baiq Sri saat ditemui di Kantor Bupati Loteng, Jumat (10/7/2026).
Baiq Sri menjelaskan saat ini pihaknya baru melakukan penyesuaian dan rekon di sembilan kecamatan. Sehingga, ia yakin tagihan PJU bakal lebih rendah lagi jika seluruh kecamatan sudah disurvei.
Selain melakukan penyesuaian dan rekon, pihaknya juga mengenolkan PJU yang tidak aktif untuk menghentikan pemborosan. ‘’Sehingga, nanti kalaupun itu aktif baru kita kembalikan lagi seperti semula,’’ imbuhnya.
Baiq Sri bilang survei penting dilakukan setiap tahun untuk mengetahui kondisi eksisting dari titik-titik PJU yang ada di seluruh wilayah Loteng.
Saat ini jumlah titik PJU yang aktif sebanyak 7.700 titik, meterisasi 3.700, dan non meterisasi sekitar 4.000. Jumlah non meterisasi kemungkinan menurun lagi karena beberapa titik yang tidak aktif sudah dinolkan.
‘’Sehingga, nanti tindak lanjutnya setelah kita rekon dua kecamatan yang sisanya, kita akan lakukan perubahan MoU lagi dengan PLN terkait dengan kontak daya.’’
‘’Mohon dukungan semua pihak untuk menjaga fasilitas yang ada agar kenyamanan, khususnya bagi kita semua soal PJU bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat,’’ pungkasnya. (wan)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami