Raih mendali emas Porprov, Shello berharap Pemkab Lotim bangun lintasan Sepatu Roda - OPSINTB.com | News References

30/07/26

Raih mendali emas Porprov, Shello berharap Pemkab Lotim bangun lintasan Sepatu Roda

Raih mendali emas Porprov, Shello berharap Pemkab Lotim bangun lintasan Sepatu Roda

 
Raih mendali emas Porprov, Shello berharap Pemkab Lotim bangun lintasan Sepatu Roda

OPSINTB.com - Shellonitha Cahaya Putri Darmawan, meluncur kencang bersama sepatu rodanya. Sesekali remaja yang karib disapa Shello ini mengatur kesimbangan. 


Tatapannya tajam. Sepertinya tidak mau melewatkan setiap sudut track pada ajang Proprov NTB 2026.


Shello nampak telaten mengendalikan roda pada sepatunya. Tak heran setiap suguhan atraksinya nampak indah saat menaklukan roller sport stadium ajang pekan olahraga paling bergesi di Nusa Tenggara Barat ini. 


Kepiawaiannya dalam mengolah roda sepatu kecil itu membuatnya bisa menaklukan stiap track. Mengantarkannya sebagai atlet sepatu roda peraih emas pada ajang tersebut. 


Tapi dibalik kilau medali emas yang berhasil dipersembahkan untuk Kabupaten Lombok Timur pada ajang Porprov NTB 2026, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang atlet muda yang sejak kecil tak pernah menyerah mengejar mimpinya. 


Shello merupakan atlet binaan Rinjani Inline Skater Lombok Timur. Saat ini dirinya masih duduk di bangku kelas IX SMP Negeri 1 Selong.


Tak banyak yang mengetahui, kecintaan Shello terhadap sepatu roda telah tumbuh sejak usianya baru menginjak empat tahun. 


Shello telah mencoba berbagai aktivitas untuk mengasah bakatnya. Mulai dari musik, bela diri hingga modeling. 


Namun diantara semua itu, sepatu roda menjadi tempatnya menemukan bakat sekaligus rasa percaya diri.


"Sepatu roda membuat saya merasa lebih percaya diri. Selain itu, atlet sepatu roda di Lombok Timur masih sangat sedikit, sehingga saya melihat ini sebagai peluang besar untuk terus berkembang dan berprestasi," ucap Shello, Kamis (30/7/2026).


Perjalanan menuju podium juara tentu tidak mudah. Pada Porprov 2023, saat masih duduk di bangku kelas V SD, Shello juga sudah dipercaya mewakili Lombok Timur dalam cabor sepatu roda. 


Saat itu ia hanya mampu membawa pulang medali perunggu. Namun kegagalan tersebut tidak membuat semangatnya padam.


Tiga tahun kemudian, perjuangan itu akhirnya terbayar lunas. Pada Porprov NTB 2026, Shello sukses mempersembahkan medali emas untuk Lombok Timur pada nomor Speed Slalom. Sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan bagi dirinya, keluarga, pelatih, dan daerah.


Prestasi tersebut kini menjadi pijakan untuk mengejar mimpi yang lebih besar. Shello berharap dapat terus meningkatkan kemampuan sehingga dipercaya mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.


Di balik prestasi gemilang itu, ada kenyataan yang masih harus dihadapi para atlet sepatu roda di Lombok Timur. Hingga kini mereka belum memiliki lintasan latihan yang tetap dan layak.


Dalam sepekan, Shello berlatih tiga kali. Setiap Rabu dan Jumat sore ia berlatih di GOR Hamzanwadi. Sedangkan Minggu pagi memanfaatkan kegiatan Car Free Day di depan Kantor BRI Cabang Selong. 


Tidak jarang latihan harus dilakukan di jalan raya karena keterbatasan fasilitas.


"Kendala terbesar kami adalah tidak memiliki tempat latihan tetap. Kadang kami harus berpindah-pindah tempat, bahkan menggunakan jalan raya untuk berlatih. Tentu kondisi ini membuat latihan tidak bisa maksimal dan memiliki risiko bagi keselamatan atlet," katanya


Menurut Shello, kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat olahraga sepatu roda memiliki potensi besar melahirkan atlet-atlet berprestasi bagi Lombok Timur. Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, perjuangan para atlet akan semakin berat.


Ia pun berharap keberhasilan meraih medali emas dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk membangun lintasan sepatu roda yang representatif.


"Bapak bupati dapat memberikan perhatian kepada komunitas sepatu roda Lombok Timur dengan menyediakan tempat latihan yang layak. Kami ingin berlatih dengan aman dan maksimal tanpa harus berpindah-pindah tempat," harap Shello.


Bagi Shello, medali emas bukanlah akhir dari perjuangan. Justru prestasi itu menjadi awal dari mimpi yang lebih besar, sekaligus harapan agar generasi atlet sepatu roda Lombok Timur memiliki rumah latihan yang layak untuk melahirkan lebih banyak juara di masa depan. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama