Masyanti, anak petani yang menanam mimpi jadi atlet profesional - OPSINTB.com | News References

20/07/26

Masyanti, anak petani yang menanam mimpi jadi atlet profesional

Masyanti, anak petani yang menanam mimpi jadi atlet profesional

 
Masyanti, anak petani yang menanam mimpi jadi atlet profesional

OPSINTB.com - Pekikan suara atlet cabang olahraga Kurash pecah. Teriakan memenuhi ruang pengap Sport Hall Gor Lalu Mislimin Porda Selong. 


Mereka berteriak untuk mendukung teman satu regu. Sembari memberikan instruksi membanting lawan. 


Di partai final kategori 40 kilo gram, mempertemukan atlet asal Lombok Timur dengan Kota Mataram, berlangsung sengit. Adu kuat berlangsung sengit. 


Sebab di babak akhir ini bukan hanya pertaruhan nama pribadi atau pun regu, melainkan juga menjaga nama baik daerah. Tak heran suasananya begitu tegang. 


Akhirnya pertarungan itu dimenangkan oleh Masyanti, atlet Kurash kebanggaan Lombok Timur. Kemenangan itu mengunci satu medali emas untuk Gumi Patuh Karya. 


Usai penyempatan medali, atlet cantik asal Desa Setanggor, Kecamatan Suka Mulia ini menuturkan rasa bangganya dapat menyumbangkan emas bagi tanah kelahirannya.


"Tidak nyangka sih, karena mereka semua yang terpilih mengikuti Porprov ini pasti yang terbaik," kata Masyanti kepada opsintb.com, belum lama ini. 


Remaja 17 tahun ini tertarik dunia olahraga karena menurutnya seru, menarik dan banyak teman. Pada tahun 2024 lalu dirinya memutuskan untuk serius dimulai dari silat tingkat basic.


Kurang dari tiga tahun bergabung, dara cantik yang saat ini tercatat sebagai siswa kelas sebelas MA Nurul Iman Dasan Makam ini, masuk arena pertamakali pada kejuaraan seni tunggal baku dalam ajang SH Terate Cup III NTB tahun 2026.


Dalam ajang itu atlet harus memperagakan seni berbagai alat seperti pedang dan tombak. Dirinya berhasil mengamankan campiun dua dalam gelaran itu. 


Kendati demikian, prestasi itu tidak didapatinya dengan mudah. Banyak hal yang harus dilewati. 


Selain latihan yang tekun juga harus kerasnya tentangan orang tua. Karena lahir di desa berlatarbelakang keluarga petani menjadi ujian mental tersendiri. 


Tak jarang dirinya harus mendapatkan omelan dari kedua orang tuanya. Terlebih saat dirinya harus pulang malam karena kerasnya proses latihan. 


"Pasti kena omelan, apalagi awal-awal mulai. Tapi saya tahu ini bentuk sayang," ucapnya. 


Dari itu juga semangatnya semakin, kuat untuk membuktikan bahwa jalan yang dipilihnya merupakan yang terbaik untuk mewujudkan mimipinya. 


Kini, kesabarannya sudah mulai ada hasil. Setidaknya dengan meraih dua medali dalam satu tahun ini. 


Saat ini dirinya hanya ingin fokus meningkatkan kemampuan baik di dunia olahraga sebagai atlet dan pendidikannya. 


Dirinya juga ingin terlibat, tercatat namanya sebagai atlet yang mengharunkan nama NTB di PON 2028 mendatang. 


"Saya ingin tembus atlet Asean," tegas remaja yang karib disapa Yanti ini. (kin)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama