Suhirman kembali dipercaya siapkan sapi kurban untuk presiden - OPSINTB.com | News References

14/05/26

Suhirman kembali dipercaya siapkan sapi kurban untuk presiden

Suhirman kembali dipercaya siapkan sapi kurban untuk presiden

 
Suhirman kembali dipercaya siapkan sapi kurban untuk presiden

OPSINTB.com - Kandang itu jauh dari kesan mewah. Tapi dua presiden tertarik membeli hasil peliharaannya. 


Meski sederhana, beberapa sapi berukuran jumbo terlihat. Derap kaki dan suaranya terdengar bersahutan.


Suhirman, peternak asal Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, menjadi langganan saat musim kurban tiba. Tercatat sudah lima kali hasil tangan dinginnya memelihara hewan dipinang orang nomor satu di Indonesia.


Tahun lalu, sapi peliharaannya dipinang oleh Presiden Joko Widodo, sekarang sapi jenis simental dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto.


Di antara deretan  ternak itu, seekor sapi berwarna hitam, berpostur gagah tampak paling mencolok. Tubuhnya besar, dengan bobot hampir menyentuh satu ton. 


Bukan sapi biasa, hewan jenis Simental Cross atau akrab disebut sapi metal itu kembali mengantarkan pemiliknya meraih kepercayaan besar menjadi sapi kurban Presiden Republik Indonesia.


Di tahun 2026 ini menjadi kali kelima dirinya dipercaya menyediakan sapi kurban Presiden RI, pada perayaan Hari Raya Idul Adha mendatang.


"Alhamdulillah, saya bersyukur sekali kembali dipilih dan dipercaya menyediakan sapi kurban untuk Presiden," ucap Suhirman, Kamis (14/5/2026).


Menjadi pemasok sapi kurban presiden, ucapnya, bukan perkara mudah. Ada proses panjang yang harus dilalui. 


Tak cukup hanya memiliki sapi berbobot besar. Melainkan kesehatan hewan juga menjadi syarat utama. 


Serangkaian pemeriksaan ketat harus dilalui. Mulai dari pengecekan fisik hingga pengambilan sampel darah oleh tim pusat.


Suhirman memahami benar standar tinggi tersebut. Karena itu, perawatan ternaknya dilakukan dengan penuh perhatian sejak awal. 


"Perawatannya memang intensif supaya kualitas dan bobotnya bisa maksimal," katanya.


Sapi yang kini terpilih sebagai hewan kurban Presiden telah dipeliharanya selama kurang lebih dua setengah tahun.


Berdasarkan penimbangan terakhir, kata dia, sapi pilihan Presiden itu memiliki berat mencapai 952,5 kilogram. Bobot tersebut jauh di atas rata-rata sapi ternak miliknya yang berada di kisaran 830 kilogram. 


Demi memastikan akurasi, penimbangan bahkan dilakukan di Pasar Masbagik. Di balik tubuh besar sapi itu, tersimpan perjalanan panjang investasi dan kesabaran. 


Saat pertama dibeli, harga satu ekor sapi hanya sekitar Rp 20 juta. Namun setelah bertahun-tahun dipelihara dengan perhatian ekstra, nilainya melonjak drastis.


"Untuk sapi yang memenuhi standar kurban presiden, harga yang disepakati mencapai Rp 80 juta per ekor," terangnya.


Menurut Suhirman, harga tersebut lebih tinggi dibandingkan pasaran umum. Sapi dengan bobot serupa biasanya hanya terjual sekitar Rp 60 juta. 


Namun demikian, standar kualitas, kesehatan, dan kelayakan untuk kurban lresiden membuat nilai jualnya berbeda.


Penunjukan tahun ini pun terasa istimewa. Jika sebelumnya proses dilakukan melalui mekanisme tender, kali ini penetapan dilakukan lewat koordinasi langsung dengan dinas terkait setelah adanya komunikasi dari Sekretariat Negara.


Bagi Suhirman, kepercayaan berulang itu bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga pengakuan atas kerja keras menjaga kualitas ternak di daerah. 


"Saya berharap semoga bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," harapnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama