Bupati Iron sebut senyum perawat obat pertama bagi pasien - OPSINTB.com | News References

01/05/26

Bupati Iron sebut senyum perawat obat pertama bagi pasien

Bupati Iron sebut senyum perawat obat pertama bagi pasien

 
Bupati Iron sebut senyum perawat obat pertama bagi pasien

OPSINTB.com - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) gelar rapat kerja daerah dirangkaikan dengan perayaan hari ulang tahun ke 52, serta halal bihalal. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, kemarin di Selong hari Kamis (30/04/2026).


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan pengabdian para perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. 


Usia 52 tahun, papar Iron, merupakan fase kematangan bagi sebuah organisasi profesi. Jika dibandingkan perjalanan waktu dari era orde baru hingga saat ini, menurutnya menunjukkan perawat telah memasuki tahap profesional yang sangat kuat.


"Sekarang tahun 2026, usia harapan hidup kita 72 tahun, sementara usia PPNI adalah 52 tahun. Ini adalah usia matang, usia profesional yang sangat luar biasa untuk sebuah organisasi pengabdian," ucapnya. 


Menurutnya profesi perawat memiliki nilai spritual sepertu yang termaktub dalam Alquran yakni Al Maidah ayat 32. Menyelamatkan satu nyawa manusia setara dengan berbuat untuk seluruh umat manusia.


"Maka dari itu, jadilah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya," pesannya.


Selain kompetensi medis, Bupati mengingatkan pentingnya sikap ramah dalam pelayanan. Menurutnya, senyuman tulus dari perawat merupakan obat pertama yang dirasakan pasien dan menjadi fondasi layanan kesehatan yang manusiawi.


Sejalan dengan upaya peningkatan layanan publik, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen memperkuat infrastruktur kesehatan, termasuk pemenuhan sarana prasarana serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh rumah sakit daerah.


"Kami berkomitmen melengkapi fasilitas di rumah sakit kabupaten. Masyarakat cukup datang ke RS kita sendiri, pelayanan yang dibutuhkan sudah harus tersedia dan terpenuhi di sana," tegasnya.



Sementara itu, Ketua DPD PPNI Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi memaparkan, organisasi yang ia pimpin itu memiliki lebih dari 30 ribu anggota di daerah. Jumlah itu menjadikannya perkumpulan profesi terbesar kedua setelah PGRI.


Dalam Rakerda ini, kata dia, dirinya menekankan tiga fokus utama organisasi yakni peningkatan kompetensi perawat, kesejahteraan anggota, serta pengabdian kepada masyarakat.


"Kami mengakui masih ada keluhan terkait pelayanan, namun kami berjanji akan terus berbenah dan memperbaiki diri demi memberikan pelayanan terbaik bagi warga," katanya


Ketua DPW PPNI Provinsi NTB, H. Muhir, turut mengapresiasi kehadiran Bupati sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap profesi perawat. Ia menyebut program PPNI saat ini telah terintegrasi secara vertikal dari pusat hingga tingkat desa.


"Program kami nyambung, dari Presiden turun ke Gubernur, Bupati, Camat, hingga ke tingkat dusun. Kami siap mendukung penuh visi misi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur," pungkasnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama