OPSINTB.com - Ada suasana yang sedikit berbeda dari biasanya. Wajah-wajah warga nampak bahagia.
Bagaimana tidak, mereka yang dulunya terisolasi, harus rela memutar puluhan kilo meter untuk bisa akses jalan utama. Sekarang kondisi ini hanya tinggal kenangan.
Jalan kampung itu sekarang bisa dilalui dengan mudah. Tak hanya pejalan kaki, tapi juga barang dagangan hingga hasil pertaniannya bisa terjual langsung.
Pembangunan jalan mungkin sekadar proyek infrastruktur. Namun tidak bagi warga Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, justru ini simbol harapan baru.
Harapan itu muncul atas kehadiran Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan di desa tersebut. Tak hanya jalan, suasana desa juga pulih.
Bagi warga Paok Lombok, TMMD ke-128 telah meninggalkan jejak yang nyata. Tidak hanya membangun jalan, tetapi juga menumbuhkan optimisme.
Di desa yang dulu terisolasi oleh akses terbatas, kini harapan berjalan seiring jalan yang mulai terbuka.
"Alhamdulillah, masyarakat di sini, khususnya warga Dusun Ponong, sangat bersyukur dengan adanya TNI di desa kami. Dulu jalannya susah sekali," kenang salah seorang warga Paok Lombok, Abdul Maki, saat ditemui opsintb.com, Kamis (21/05/2026).
Dengan program itu diakuinya sangat terbantu. Usahanya jadi lancar, ongkos pertanian juga lebih ringan karena hasil mudah dibawa keluar.
Berbeda dengan sebelumnya, jalan yang dilalui selama ini digunakan warga, sangat sulit dilalui, terutama saat mengangkut hasil pertanian.
Baginya, pembangunan fisik melalui program yang diprakarsai oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini, bukan sekadar soal akses jalan. Melainkan, perubahan nyata terhadap denyut ekonomi masyarakat desa yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Kini, hasil panen lebih cepat diangkut ke pasar. Petani tak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk transportasi atau menghadapi medan jalan yang rusak.
"Jalan yang lebih baik telah memangkas beban sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar," katanya.
Meski demikian, Abdul Maki berharap pembangunan tidak berhenti sampai di sini. Ia menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur agar kebutuhan irigasi pertanian juga menjadi perhatian serius.
Menurutnya, keberadaan saluran irigasi menjadi kebutuhan penting untuk menopang produktivitas lahan pertanian warga. Ia menyebut jaringan irigasi di wilayah tersebut membentang sekitar 1.200 meter dan mengairi ratusan petak sawah masyarakat.
"Harapan kami kepada Pak Bupati, kalau bisa irigasi yang belum ada supaya ditingkatkan lagi. Warga sangat membutuhkan untuk pertanian sawah," harapnya.
Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menegaskan, sejumlah pekerjaan yang belum selesai dipastikan akan dituntaskan. Pemerintah daerah, kata dia, berencana melanjutkan pembiayaan melalui anggaran lanjutan, termasuk pengerasan jalan di anggaran perubahan sebelum nantinya dilakukan pengaspalan lapen pada anggaran murni berikutnya.
"Maklum, kawasan ini merupakan wilayah pertanian yang membutuhkan akses jalan layak untuk memperlancar mobilitas hasil panen warga," pungkasnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami