OPSINTB.com - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kegiatannya itu Mentan RI ini, langsung menuju Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.
Kedatangannya ke tanah Gumi Gora, dilakukan dalam rangka launching kesiapan pengembangan bawang putih menuju swasembada nasional.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, memuji langkah cepat Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur dalam merespons kebutuhan pangan nasional, terutama pengembangan komoditas bawang putih.
Atas komitmen tersebut, pemerintah secara resmi menetapkan NTB sebagai pusat produksi bawang putih nasional. Ia juga menargetkan NTB mampu mengelola lahan bawang putih seluas 25.000 hingga 50.000 hektar untuk menyuplai kebutuhan provinsi lain sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Target kita menghentikan impor dalam tiga sampai lima tahun ke depan," kata Amran dalam kunjungannya, Senin (9/2/20256).
Untuk swasembada acara nasional, hanya dibutuhkan 100.000 hektar. Lahan padi seluas 7,4 juta hektar saja bisa dikelola, apalagi hanya 100.000 hektar. “Saya yakin tugas ini bisa diselesaikan oleh Gubernur,”
Ia juga menyoroti tingginya produktivitas bawang putih di NTB yang rata-rata mencapai 20 ton per hektar bahkan tembus 28 ton per hektar.
Selain itu, kualitas bawang putih lokal NTB dinilai jauh lebih baik dibandingkan produk impor. Karena itulah pihaknya memusatkan program pemerintah di lokasi itu.
Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian akan meluncurkan program khusus dengan dukungan anggaran penuh dari APBN, termasuk pengadaan bibit bawang putih untuk pengembangan hingga ratusan ribu hektar lahan. Pemerintah juga memberikan jaminan pasca-panen bagi petani.
“Negara yang akan menjamin. Kami akan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar harga tetap terjaga. Target kita jelas, tidak boleh ada petani yang rugi,” tegasnya.
Selain sektor hortikultura, Mentan juga menekankan pentingnya sistem pangan yang terintegrasi, mulai dari ketersediaan pakan, pengembangan sektor peternakan, hingga stabilitas harga jagung di tingkat petani sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.
Kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mentan memberikan motivasi agar terus mengubah pola pikir dan menjadi teladan di lapangan. Ia mendorong PPL untuk memiliki kebun sendiri serta bekerja dengan semangat dan solusi, bukan alasan.
“Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, tapi pikirkan apa yang bisa kamu berikan untuk negara. PPL bisa menjadi Menteri, Gubernur, atau Bupati jika mau bekerja keras,” pesannya.
Menurut Mentan, tantangan terbesar adalah mengubah mindset. Namun jika pola pikir berubah, maka masa depan pun akan berubah.
“Negara ini akan maju jika kita bilang ‘siap’ dan langsung bertindak tanpa banyak protes. Mari bergerak bersama membangun NTB dan Republik Indonesia,” ujarnya.
Untuk diketahui dalam kunjungannya, Menteri Pertanian juga meninjau lantai jemur serta lahan tanam bawang putih. Kehadirannya disambut langsung oleh Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari berbagai kabupaten di Pulau Lombok. Mentan juga berdialog dengan para petani dan PPL serta memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi di lapangan. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami