Bantu kembangkan ekonomi kreatif Desa Saribaye, Mahasiswa KKN Tematik Unram membuat Lilin Aromaterapi - OPSINTB.com | News References -->

Kamis, 29 Juli 2021

Bantu kembangkan ekonomi kreatif Desa Saribaye, Mahasiswa KKN Tematik Unram membuat Lilin Aromaterapi

Bantu kembangkan ekonomi kreatif Desa Saribaye, Mahasiswa KKN Tematik Unram membuat Lilin Aromaterapi

 
Lilin Aromaterapi

Oleh :

KKN Tematik Unram Desa Saribaye Periode Juni-Agustus 2021, Kamis (28 Juli 2021).

Universitas Mataram (Unram) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kembali program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode Juni-Agustus 2021 yang tersebar di beberapa lokasi, salah satu di antaranya berada di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. 

Di samping untuk menuntaskan salah satu mata kuliah wajib, Mahasiswa KKN juga memiliki tujuan melakukan pengembangan kewirausahaan kreatif dari desa untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa, dikarenakan tema besar dari kegiatan KKN Unram kali ini ialah 'Kewirausahaan'.

Terpilihnya tema tersebut karena Desa Saribaye menjadi mitra LPPM Unram dalam kegiatan Program Pengabdian Desa Mitra (PPDM) sejak tahun 2019-2021. Kegiatan PPDM tersebut diadakan untuk mengembangkan Desa Saribaye sebagai sentra agro-ekowisata. Ada banyak kegiatan yang dilakukan, salah satunya adalah mengembangkan budidaya Lebah Madu Trigona. Hal ini menjadikan Desa Saribaye sebagai salah satu produsen Madu Trigona.

Melimpahnya potensi hasil perkebunan buah-buahan Desa Saribaye menjadikan Madu Trigona sebagai salah satu produk unggulan yang dimiliki desa ini. Tanaman buah-buahan ini merupakan sumber pakan utama bagi lebah Madu Trigona. Dalam pengelolaannya, pihak Unram menjalankan pengembangan ekonomi ini dengan melibatkan berbagai macam peranan masyarakat desa, mulai dari pihak perangkat desa, komunitas petani, komunitas buruh, Karang Taruna desa, dan mengajak seluruh masyarakat desa untuk berpartisipasi dalam pengembangan budidaya Lebah Madu Trigona ini.

Pada saat proses pemanenan madu, lebah ternak tersebut akan menyisakan limbah yang berasal dari sarangnya yang disebut dengan beeswax. Beeswax tersebut dianggap tidak berguna dikarenakan masyarakat desa tidak mengetahui kegunaan dari beeswax tersebut sehingga tidak dimanfaatkan dan berakhir dengan dibuang begitu saja. 

Namun, dapat diketahui bahwa limbah tersebut bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Beeswax sendiri sebenarnya memiliki banyak kegunaan, salah satunya sebagai bahan baku pembuatan lilin. 

Mahasiswa KKN Unram kemudian berinisiatif untuk melakukan pemanfaatan terhadap limbah beeswax tersebut. Berkolaborasi dengan komunitas Karang Taruna Desa Saribaye, Mahsiswa KKN mengolah limbah dari beeswax tersebut menjadi produk Lilin Aromaterapi, yang dimana hal ini memiliki nilai ekonomis serta menguntungkan bagi masyarakat desa.

Sebagai bahan dasar pembuatan Lilin Aromaterapi, Beeswax tadi awalnya dilelehkan, kemudian dicampurkan dengan pewarna dan beberapa tetesan fragrance oil. Setelah semua bahan tercampur, tuangkan larutan lilin ke dalam wadah. Tambahkan beberapa helai bunga kering sebagai hiasan, lalu letakkan lilin di suhu ruangan agar lilin tidak retak. Tunggu sekitar 4-5 jam, lilin akan dingin dan memadat.

Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi oleh Kelompok KKN Unram Bersama Karang Taruna Desa Saribaye
Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi oleh Kelompok KKN Unram Bersama Karang Taruna Desa Saribaye

Mengandung fragrance oil sebagai bahan pewangi, Lilin Aromaterapi ini sangat cocok dipakai untuk mereka yang memiliki masalah stress dan kecemasan berlebih, dikarenakan fungsi dari fragrance oil sendiri yaitu sebagai refreshing dan relaxing.

Lilin Aromaterapi ini digemari oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan pemuda hingga orang tua. Selain dari masyarakat, Lilin Aromaterapi juga banyak diminati oleh industri pariwisata, khususnya pada skala domestik, seperti perhotelan, spa dan massage. 

Untuk pemasaran dari produk Lilin Aromaterapi ini, kelompok KKN Desa Saribaye menggunakan berbagai media, khususnya pada pemasaran digital berbasis e-commerce, salah satunya NTB Mall yang merupakan platform jual beli online dan berfokus untuk memasarkan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) wilayah Nusa Tenggara Barat. 

Selain memasarkan produk Lilin Aromaterapi melalui berbagai media dan e-commerce, kelompok KKN juga menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Saribaye sebagai trade and distribution center. 

Dengan dibuatnya produk Lilin Aromaterapi ini, Mahasiswa KKN bersama masyarakat Desa Saribaye berharap dapat menjadi salah satu bentuk ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan perekonomian desa. 

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama