Foto: Irwan Humaidi bersama ibu-ibu dan kelompok pemuda dalam kegiatan pelatihan pemanfaatan sampah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai guna.
OPSINTB.com - Irwan Humaidi, menyatakan kesiapannya maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Banjar Sari, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari 2027.
Irwan mengatakan, keputusannya untuk ikut dalam kontestasi Pilkades tidak lepas dari dorongan sejumlah tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Dorongan itu membuatnya semakin serius memikirkan persoalan dan arah pembangunan desa tempatnya lahir dan dibesarkan.
Namun, Irwan menegaskan bahwa keinginannya maju bukan semata-mata untuk menawarkan program baru. Ia ingin membangun cara kerja pemerintahan desa yang lebih terbuka terhadap aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Gagasan tersebut dirangkumnya dalam empat prinsip sederhana: Dengar Warganya. Pahami Masalahnya. Tentukan Prioritasnya. Kerjakan Bersama.
Menurut Irwan, pembangunan desa semestinya dimulai dari kemampuan pemerintah mendengar dan memahami persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat, bukan sekadar menyusun daftar kegiatan setiap tahun.
"Banjar Sari perlu sedikit lebih berani dalam berpikir dan mengambil langkah kalau ingin maju. Bukan berarti semua yang lama harus diubah. Yang sudah baik tentu harus dipertahankan, sementara yang belum berjalan baik perlu diperbaiki," kata Irwan.
Ia menilai Banjar Sari memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Namun, potensi tersebut perlu dikelola dengan perencanaan yang matang, keterbukaan, serta penentuan prioritas yang sesuai dengan kemampuan keuangan desa.
Bagi Irwan, pembangunan tidak harus selalu dimulai dari proyek besar. Menyelesaikan persoalan sederhana yang selama ini dirasakan warga juga merupakan bagian penting dari kemajuan desa.
Mendapat Dorongan dari Berbagai Tokoh
Irwan mengungkapkan bahwa rencana pencalonannya mendapat dorongan dari sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kalangan pemuda.
Menurutnya, dorongan tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum memutuskan untuk mengambil bagian dalam Pilkades Banjar Sari.
Ia menyadari bahwa membangun desa membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk para tokoh yang selama ini memiliki pengalaman dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Meski berasal dari generasi muda, Irwan tidak memandang perbedaan usia sebagai penghalang untuk bekerja sama. Sebaliknya, ia ingin menjadikan pengalaman para tokoh senior sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan.
"Sebagai anak muda, saya ingin lebih banyak mendengar dan belajar dari para senior, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kita bisa duduk bersama, berdiskusi, dan saling bertukar pikiran. Membangun desa tidak bisa hanya dengan pikiran satu orang," ujarnya.
Irwan memiliki pengalaman dalam kegiatan advokasi dan pendampingan masyarakat. Melalui aktivitas tersebut, ia mengaku banyak berhadapan dengan berbagai persoalan warga, mulai dari urusan sosial, lingkungan, hingga pelayanan publik.
Pengalaman itu membuatnya berpandangan bahwa persoalan masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan fisik. Ada masalah yang membutuhkan komunikasi, koordinasi, serta kesediaan pemerintah untuk mendengar sebelum mengambil keputusan.
Pelayanan Warga dan Persoalan Lingkungan Jadi Perhatian
Dalam gagasan pembangunan yang disiapkannya, Irwan menaruh perhatian pada sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Di antaranya pelayanan administrasi desa, ketepatan sasaran bantuan sosial, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, keamanan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut perlu dipetakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan agar program pemerintah desa tidak hanya berangkat dari asumsi.
Irwan juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam pelayanan dan pengelolaan pemerintahan desa.
Ia berharap masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk menyampaikan keluhan, memberikan masukan, dan mengetahui perkembangan program yang dijalankan pemerintah desa.
Keterbatasan anggaran desa, menurut Irwan, juga harus menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.
Ia berpandangan bahwa pemerintah desa perlu lebih cermat membedakan kebutuhan mendesak, program yang dapat dilaksanakan secara bertahap, dan kegiatan yang membutuhkan dukungan pihak lain.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada banyaknya kegiatan, tetapi juga pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
BUMDes Perlu Dikelola Lebih Baik
Di bidang ekonomi, Irwan turut menyoroti pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menurutnya, BUMDes memiliki potensi untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus sumber Pendapatan Asli Desa (PADes). Namun, pengelolaannya masih membutuhkan evaluasi dan pembenahan.
Irwan menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari manajemen pengurus, pengembangan unit usaha, keterlibatan masyarakat, hingga kontribusi BUMDes terhadap pendapatan desa.
Ia berpandangan bahwa keberhasilan BUMDes tidak cukup diukur dari banyaknya unit usaha yang dibentuk. Keberlanjutan usaha, kondisi keuangan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat juga harus menjadi ukuran.
Karena itu, evaluasi terhadap usaha yang sudah berjalan dinilai penting sebelum menentukan langkah pengembangan berikutnya.
Irwan juga melihat peluang keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ekonomi desa, antara lain melalui pengembangan produk lokal, pemasaran digital, pengolahan hasil usaha masyarakat, dan kerja sama dengan pelaku UMKM.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembentukan unit usaha baru harus mempertimbangkan potensi desa, kebutuhan pasar, serta kemampuan pengelolaannya.
Menurut Irwan, BUMDes seharusnya membuka ruang partisipasi masyarakat, baik dalam penyampaian gagasan, kegiatan usaha, maupun pengawasan pengelolaannya.
Menjelang Pilkades 2027, Irwan berharap masyarakat Banjar Sari dapat memanfaatkan proses demokrasi desa sebagai ruang untuk membicarakan persoalan dan kebutuhan pembangunan secara terbuka.
Ia menyatakan akan mengikuti seluruh tahapan pencalonan sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia Pilkades. (red)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami