OPSINTB.com - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat NW Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, TGH. Ahmad Imanuddin Sumar (AIS) mengklarifikasi soal tuduhan pelecehan seksual terhadap beberapa mantan santrinya yang membuatnya kini menjadi pemberitaan media massa.
Dalam klasifikasi yang digelar di Mataram pada Rabu malam (23/9/2026), AIS didampingi kuasa hukumnya, dan dengan tegas membantah tuduhan terhadap dirinya.
''Saya menyatakan dengan tegas dan meluruskan bahwa seluruh hal yang dituduhkan kepada saya dalam pemberitaan tersebut adalah tidak benar,'' tegas AIS.
AIS mengatakan terkait rekaman suara yang dipublikasikan dalam pemberitaan BBC News Indonesia, rekaman tersebut bukan sebuah pengakuan, tapi maksud dan tujuan di dalamnya adalah upaya tabayyun.
''Atau klarifikasi langsung bersama saya dengan Yusron (alumni Ponpes Abul Barokat Wannafahat NW), dan santri-santri yang diduga menjadi korban,'' sambung AIS.
Upaya tabayyun itu, menurut dia, untuk menepis isu miring yang disebarkan dalam bentuk draft dan klaim sepihak dari terduga korban, agar tidak menjadi liar dan menjadi opini publik yang buruk.
''Upaya tabayyun tersebut murni didasari oleh kekhawatiran saya terhadap dampak isu negatif yang dapat menggangu perjuangan ponpes,'' ujarnya.
AIS juga siap mengikuti seluruh proses hukum demi membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Selain itu, untuk merespon situasi viral saat ini serta menjamin seluruh aktivitas belajar mengajar di ponpes berjalan normal, AIS mengundurkan diri sebagai pimpinan ponpes.
''Saya mengambil keputusan besar dengan hati yang ikhlas untuk mundur dan melepas semua jabatan saya di Ponpes Abul Barokat Wannafahat,'' kata AIS.
Ia juga menyebut, permasalahan yang dihadapinya saat ini adalah murni permasalahan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan ponpesnya.
Oleh sebab itu, atas segala tuduhan yang ditujukan terhadapnya, AIS akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan alumni Yusron kepada pihak berwajib.
''Saya juga akan mengambil langkah hukum dan melaporkan pihak BBC News. Keputusan ini saya ambil karena pemberitaan bersifat sepihak, tidak berimbang, dan secara nyata telah menimbulkan kerugian materil serta imateril yang besar bagi pribadi saya,'' ujarnya. (wan)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami