SMKN 1 Pringgabaya diserbu peminat hingga Kalimantan dan Sumatera - OPSINTB.com | News References

10/07/26

SMKN 1 Pringgabaya diserbu peminat hingga Kalimantan dan Sumatera

SMKN 1 Pringgabaya diserbu peminat hingga Kalimantan dan Sumatera

 
SMKN 1 Pringgabaya diserbu peminat hingga Kalimantan dan Sumatera

OPSINTB.com - Pemandangan berbeda terlihat di SMKN 1 Pringgabaya pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah yang dahulu dikenal hanya menjadi pilihan siswa dari wilayah lingkar Kecamatan Pringgabaya itu, kini menjelma menjadi magnet pendidikan vokasi yang menarik minat pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.


Di tengah derasnya persaingan dunia pendidikan, SMKN 1 Pringgabaya perlahan membuktikan diri menjadi salah satu sekolah terbaik.


Kepala SMKN 1 Pringgabaya, Pathan, mengaku bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, perubahan itu bukan terjadi begitu saja, melainkan hasil dari konsistensi sekolah dalam membangun karakter sebagai sekolah manufaktur industri yang terus berkreasi dan berinovasi.


"Alhamdulillah, luar biasa. Respon masyarakat sangat tinggi. Kalau dulu sumber siswa kami hanya dari lingkar Kecamatan Pringgabaya, sekarang sudah menyebar. Bahkan pada tahun ajaran 2026/2027 ini ada empat siswa yang berasal dari Kalimantan, kemudian ada juga siswa dari Sumatera," ucapnya Jumat (10/7/2026).


Fenomena tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi SMKN 1 Pringgabaya. Untuk pertama kalinya, seluruh program keahlian yang dimiliki sekolah terisi penuh.


Sebanyak 14 program keahlian kini tidak lagi memiliki kursi kosong. Padahal, daya tampung sekolah sebenarnya disesuaikan dengan jumlah lulusan tahun sebelumnya, yakni sekitar 517 siswa.


Namun pada tahun ajaran baru ini, jumlah pendaftar jauh melampaui perkiraan. Awalnya tercatat sebanyak 825 calon siswa baru mendaftar. 


Setelah proses daftar ulang dan pembaruan data di Dapodik, sebagian kecil memilih mengundurkan diri sehingga jumlah siswa yang resmi terdaftar mencapai 759 orang.


"Artinya ada peningkatan sekitar 205 siswa dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi bukti bahwa SMKN 1 Pringgabaya benar-benar semakin diminati masyarakat," katanya.


Lonjakan jumlah peserta didik itu membawa konsekuensi baru. Sekolah kini mulai menghadapi keterbatasan infrastruktur. Namun di tengah tantangan tersebut, secercah harapan mulai terlihat.


Pathan menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komite SMKN 1 Pringgabaya yang terus mengawal rencana penambahan lahan sekolah. Pemerintah daerah, kata dia, telah memberikan sinyal positif terkait hibah lahan yang berada di belakang kompleks sekolah.


"Alhamdulillah, pihak aset pemerintah daerah sudah melakukan pengukuran. Luas lahannya sekitar 60 hektare. Mudah-mudahan penambahan lahan ini bisa segera terwujud sehingga memberikan ruang yang lebih kondusif bagi anak-anak kami untuk belajar dan beraktivitas," inginnya. 


Lahan baru tersebut telah dipersiapkan untuk berbagai kebutuhan pengembangan sekolah. Prioritas utama adalah membangun tempat ibadah yang lebih representatif.


Dengan jumlah siswa yang kini telah mencapai sekitar 2.026 orang, mushola yang ada saat ini sudah tidak lagi mampu menampung seluruh warga sekolah.


"Nanti kami akan membangun sarana ibadah yang lebih besar karena musala yang ada sekarang sudah tidak mampu menampung seluruh siswa," akuinya. 


Selain itu, sekolah juga berencana membangun Ruang Praktik Siswa (RPS) yang memenuhi standar industri. Selama ini, menurut Pathan, hanya satu RPS yang benar-benar sesuai standar, sedangkan lainnya masih merupakan hasil modifikasi.


"Kami berharap lokasi baru nantinya dapat digunakan untuk membangun beberapa RPS sekaligus sehingga praktik siswa semakin maksimal," harapnya. 


Keterbatasan ruang kelas sebenarnya juga mulai dirasakan. Namun proses pembelajaran tetap berjalan stabil karena sebagian besar siswa kelas XII sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai perusahaan.


Sebanyak 208 industri telah menjadi mitra SMKN 1 Pringgabaya dalam penempatan siswa PKL. Bahkan beberapa siswa terbaik mendapat kesempatan magang di berbagai kota besar di Indonesia.


"Ada enam siswa PKL di Denpasar, satu orang di Solo, tiga orang di Jakarta. Yang di Jakarta sekarang sedang memasang panel surya di kantor perpajakan," tutur Pathan dengan bangga.


Kesuksesan para siswa itulah yang kemudian menjadi promosi paling ampuh bagi sekolah.


Ketika ditanya mengapa minat lulusan SMP terus membludak, Pathan menjelaskan bahwa masyarakat kini melihat langsung hasil nyata dari pendidikan di SMKN 1 Pringgabaya.


Wilayah asal siswa pun semakin luas, tidak hanya dari Kecamatan Pringgabaya, tetapi juga Suela, Wanasaba, hingga berbagai daerah lainnya.


Menurutnya, sekolah tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan bakat dan talenta nonakademik.


"Semua potensi siswa kami fasilitasi. Mau di bidang olahraga, olimpiade, maupun kegiatan lainnya, semuanya kami dukung agar berkembang. Di samping itu, kemampuan inti atau kompetensi keahlian mereka juga terus kami tingkatkan," ucapnya.


Namun ada satu faktor yang dinilai paling berpengaruh terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat, yakni keberhasilan para alumni.


Banyak lulusan SMKN 1 Pringgabaya yang kini bekerja di berbagai perusahaan dengan penghasilan yang membanggakan. 


Kisah sukses mereka menyebar dari mulut ke mulut, bahkan menjadi alasan utama keluarga mendorong adik atau kerabatnya untuk bersekolah di tempat yang sama.


"Sering kali adiknya masuk ke sini karena melihat kakaknya sudah berhasil bekerja dengan gaji yang menggembirakan. Orang tua mengatakan, Kamu harus masuk SMKN 1 Pringgabaya, lihat kakakmu sekarang. Alumni-alumni kami memberikan respon yang sangat positif terhadap sekolah," pungkasnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama