OPSINTB.com - Pabrik spandek di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Logam Kotaraja, Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, hingga kini belum mampu beroperasi secara maksimal. Kilang yang diresmikan tahun 2022 itu masih terkendala bahan baku koil.
Kepala Dinas Perindustrian Lombok Timur, Lalu Alwan Wijaya, mengakui persoalan operasional PT Logam tersebut masih terkendala bahan bauku. Hal itu disebutnya masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
“Koil sebagai bahan utama produksi spandek dan kanal C menjadi titik lemah yang membuat roda produksi belum dapat berputar secara optimal," kata Alwan, Senin (6/7/2026).
Ketersediaan bahan baku yang terbatas membuat aktivitas pabrik hanya berjalan sesekali dan belum mampu beroperasi setiap hari.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Perindustrian tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah pihak ketiga, baik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun perusahaan swasta.
Kerja sama itu diharapkan mampu menjamin pasokan bahan baku sekaligus membuka peluang pengelolaan pabrik secara lebih profesional.
"Koil inilah yang menjadi persoalan kita. Tetapi kita sudah berkomunikasi dengan beberapa pihak ketiga untuk pengadaan dan pengelolaan pabrik tersebut," jelasnya.
Meski belum beroperasi maksimal, Alwan menegaskan UPT Logam Kotaraja tidak sepenuhnya berhenti beraktivitas. Selain memproduksi spandek dan kanal C dalam jumlah terbatas, bengkel logam tersebut juga melayani pembuatan berbagai teknologi tepat guna, seperti alat pemipil jagung, perontok padi, mesin pakan ternak, hingga berbagai peralatan sederhana lainnya.
Sayangnya, layanan tersebut juga belum banyak dimanfaatkan masyarakat. Rendahnya tingkat sosialisasi membuat masih sedikit warga yang mengetahui bahwa UPT Logam mampu memproduksi berbagai kebutuhan teknologi pertanian dan usaha kecil.
"Kita sebenarnya sudah siap membuat berbagai teknologi sederhana. Tinggal masyarakat yang membutuhkan belum banyak mengetahui. Ke depan ini juga akan menjadi prioritas kami," kata Alwan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap dalam waktu dekat ada investor atau mitra strategis yang bersedia bekerja sama. Kehadiran pihak ketiga dinilai menjadi kunci agar pabrik yang dibangun dengan harapan besar tersebut benar-benar hidup, menciptakan lapangan kerja, dan memberi nilai tambah bagi sektor industri lokal.
"Kami sedang berusaha supaya UPT Logam ini tetap beroperasi. Karena untuk menghidupkan pabrik kanal dan spandek ini membutuhkan dana yang besar," pungkasnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami