Meriah! 500 penenun tradisional penuhi Desa Sukarare di Begawe Jelo Nyensek - OPSINTB.com | News References

07/07/26

Meriah! 500 penenun tradisional penuhi Desa Sukarare di Begawe Jelo Nyensek

Meriah! 500 penenun tradisional penuhi Desa Sukarare di Begawe Jelo Nyensek

 
Meriah! 500 penenun tradisional penuhi Desa Sukarare di Begawe Jelo Nyensek

OPSINTB.com - Sebanyak 500 orang penenun tradisional di Desa Sukarare, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng) memeriahkan Regional Event Budaya Seni Sukerare Begawe Jelo Nyensek. Event digelar untuk melestarikan tradisi menenun sekaligus ajang promosi hasil karya tenun masyarakat setempat.


Sejak pagi, ratusan penenun telah memadati terop yang dipasang pemerintah desa sepanjang 1 kilometer. Mereka mengenakan baju adat lambung. Pun dengan warga dan wisatawan, semakin siang semakin membeludak.


Pada malam sebelum event ini, pemerintah desa mengadakan acara Dedare Ngendang. Acara ini istilahnya proses ta’aruf atau perkenalan antara remaja yang akan menginjak usia dewasa. ‘’Ini sesungguhnya sebagai ajang promosi terhadap hasil kain tenun songket kami yang ada di Sukarare, yang alhamdulilah nilai ekonomisnya sangat luar biasa,’’ kata Kepala Desa Sukarare, Samanhudi, Selasa (7/7/2026).


Event ini seterusnya akan dilaksanakan setiap tanggal 7 Juli. Saman mengaku daya tarik wisatawan asing ke desanya dengan adanya event ini sangat luar biasa. Kain Songket hasil tenun warganya sudah banyak yang terjual ke luar negeri.


‘’Alhamdulillah, Songket ini sudah menjadi tujuan wisatawan jika berkunjung ke sini,’’ imbuh Saman.


Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhammad Ihwan menyatakan event ini harus terus dilestarikan agar tidak dicaplok pihak lain. Terkait jumlah penenun yang mengisi event ini, Ihwan bilang semakin banyak akan semakin bagus. Ia juga berharap ada hasil tenun Desa Sukarare yang dimasukkan menjadi sebuah karya intelektual.


‘’Supaya tidak dicaplok orang lain, dan semangat kita; semakin banyak semakin bagus nanti,’’ ujar Ihwan.


Ihwan yang baru dua bulan dilantik sebagai Kadispar NTB terkesan dengan semangat tokoh adat dan budaya Loteng yang sangat bersemangat mempertahankan budaya leluhurnya. ‘’Supaya Sasak itu benar-benar dipertahankan identitasnya. Jangan sampai yang lainnya mencampuri. Kami sangat terkesan,’’ kata dia.


Wakil Bupati Loteng, H Muhammad Nursiah menyatakan event Begawe Jelo Nyensek adalah event yang sangat bernilai tinggi. ‘’Artinya ini adalah pertunjukan hasil produk tenun yang setiap tahun ada peningkatan omset dan jangkauan pasar. Tentunya ini adalah motivasi bagi para penenun dan pemerintah desa,’’ papar Nursiah.


Pemda sendiri, Nursiah melanjutkan, melihat Desa Sukarare sebagai desa pariwisata berbasis tenun. Ke depan, Pemda berencana menyiapkan lokasi yang lebih strategis atau tidak lagi menggunakan jalan desa. Sehingga event ini tidak menggangu aktivitas warga.


‘’Ada nanti kita pakai tanah pecatu desa. Kita pelajari ke depan,’’ pungkasnya. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama