OPSINTB.com - Ratusan warga Kecamatan Masbagik menghadiri kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun Ajaran 2026 yang digelar pada Sabtu pagi. Acara yang berlangsung di sebuah tempat umum ini merupakan inisiatif dari anggota DPRD Lombok Timur, H. Lalu Hasan Rahman, sebagai bagian dari program tahunan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, khususnya dalam mencegah stunting.
Dalam sambutannya, H. Lalu Hasan Rahman yang juga merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Lombok Timur (Lotim) menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran warga. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus mencari ilmu di bulan suci Ramadan.
"Saya jarang bertemu dengan bapak-ibu sekalian, terutama di bulan puasa. Melalui kegiatan ini, saya ingin mengumpulkan kita semua dalam kebersamaan dan silaturahmi," ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya layanan kesehatan yang mudah diakses. Pada acara tersebut, pihaknya menghadirkan Kepala Puskesbeserta seluruh staf yang memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat.
"Ini gratis, padahal biasanya di tempat lain kita harus bayar Rp25.000 hingga Rp100.000 untuk satu kali cek. Alhamdulillah, hari ini Puskesmas hadir melayani kita semua," tambahnya.
H. Lalu Hasan Rahman menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar sejumlah dusun yang dianggap membutuhkan, namun ke depan akan terus diperluas seiring dengan komitmen bersama antara dirinya, Wakil Bupati, dan Bupati Lombok Timur. Ia juga menyebutkan program pemerintah seperti bantuan ekonomi senilai puluhan miliar rupiah untuk mengangkat derajat masyarakat.
"Kita harus bersyukur, baik yang mendapat bantuan maupun tidak. Jangan sampai saling mengumpat. Masyarakat Lombok Timur dikenal religius dan memiliki jiwa sosial tinggi, terbukti saat ada musibah, kita semua bergotong royong," pesannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur, H. Mohammad Edwin Hadiwijaya, yang turut hadir memberikan pemahaman mendalam mengenai stunting. Ia menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi di mana berat badan dan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hal ini ditentukan melalui hasil penimbangan dan pengukuran di posyandu oleh para kader.
"Penyebab stunting tidak hanya dari makanan, tapi juga dari lingkungan, kebersihan, dan sanitasi. Oleh karena itu, intervensi atau perbaikan gizi menjadi salah satu langkah utama," jelas Wabup Edwin.
Ia menekankan pentingnya peran posyandu yang menjadi garda terdepan dalam memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di bawah dua tahun (baduta). Program dapur bergizi atau yang dikenal dengan program EMAS (Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah/Masyarakat) disebutnya sebagai salah satu upaya untuk menekan angka stunting.
Wabup Edwin juga mengungkapkan data bahwa terdapat tujuh desa di Lombok Timur yang masuk dalam kategori prioritas karena angka stuntingnya di atas 40 persen, bahkan ada yang mencapai 45 persen. Ketujuh desa tersebut antara lain Sakra Selatan, Kertasari (Kecamatan Labuan Haji), Desa Kabar, Teros (Labuan Haji), Sikur Selatan, Penedagandor, dan jantung.
"Alhamdulillah, untuk Kecamatan Masbagik, khususnya Masbagik Utara, masih relatif aman dan angka stuntingnya lebih baik dibanding desa-desa tersebut," ungkapnya.
Ia berharap melalui sosialisasi ini, para kader dan orang tua semakin paham dalam memantau tumbuh kembang anak serta menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk terus melakukan intervensi dan edukasi guna menurunkan angka stunting secara signifikan.
Kegiatan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan dialog interaktif antara warga, kader posyandu, serta jajaran pemerintah daerah. (adv)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami