Bupati Pathul: Karnaval Siyu Putri Mandalika mengajarkan tentang keberagaman - OPSINTB.com | News References

08/02/26

Bupati Pathul: Karnaval Siyu Putri Mandalika mengajarkan tentang keberagaman

Bupati Pathul: Karnaval Siyu Putri Mandalika mengajarkan tentang keberagaman

 
Bupati Pathul: Karnaval Siyu Putri Mandalika mengajarkan tentang keberagaman

OPSINTB.com - Karnaval Siyu Putri Mandalika digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 di kawasan Kuta Beach Park The Mandalika Lombok Tengah (Loteng). Acara tahunan untuk menyambut event Bau Nyale ini sukses memikat ribuan penonton, baik lokal maupun mancanegara yang sedang berlibur di Mandalika.


Bau Nyale sendiri, berdasarkan hasil Sangkep Warige akan dilaksanakan pada 7-8 Februari, yang puncaknya akan digelar malam ini di Pantai Seger.


Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri, yang datang langsung dari Mataram usai menghadiri rapat internal Partai Gerindra menegaskan pesan Presiden RI Prabowo Subianto guna memanfaatkan momen ini untuk melakukan bersih-bersih pantai.


‘’Dihajatkan untuk bersih-bersih pantai. Kebetulan kita dekat pantai. Seluruh anak SMA, TNI/Polri harus bersih-bersih pantai besok, agar orang nyaman datang ke tempat kita,’’ kata Pathul Bahri.


‘’Karena itu, ini penting kami sampaikan. Besok, TNI/Polri dan Pemda dari ujung timur sampai barat, kita bagi-bagi.’’


Dikatakan, budaya Bau Nyale ini harus dikembangkan. Oleh karena itu, pihaknya sedang memikirkan pola yang tepat, karena budayalah yang mampu menggerakkan pariwisata.


‘’Pola apa yang harus kita tampilkan, kita lakukan, kita kerjakan sampai menemukan yang tepat. Maka budaya ini kalau kemarin kita adakan di Praya, maka hari ini kita adakan di Kuta,’’ papar Pathul.


Karnaval Siyu Putri Mandalika menampilkan parade seribu Putri Mandalika yang tampil mempesona, dengan balutan busana khas Suku Sasak. Seribu Putri Mandalika yang mengikuti karnaval merupakan utusan dari 12 kecamatan di Loteng.


Putri Mandalika/Nyale, sebut Pathul, mengajarkan tentang keadilan. Putri Nyale bahkan sampai menceburkan diri ke laut karena tidak mampu mengambil sikap atas banyaknya raja yang meminang.


‘’Maka demi keadilan dan bisa dicicipi oleh masyarakat banyak, dia rela tidak menikah dan menceburkan diri ke laut untuk dicicipi oleh masyarakat Loteng,’’ sebut Pathul.


Adapun pakaian adat yang digunakan dalam Karnaval Siyu Putri Mandalika yang beraneka ragam, mengajarkan masyarakat tentang keberagaman, menghormati sesama dengan tidak membedakan suku, agama, dan ras.


Pathul mengajak masyarakat untuk memeriahkan malam puncak Bau Nyale yang akan dimeriahkan artis ibukota dan iringan band lokal.


‘’Momen ini harus ditunggu dengan hiburan dari artis ibukota, karena memang acara ini sampai dini hari. Maka untuk menghibur masyarakat, kami siapkan artis dan band,’’ pungkasnya. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama